Ketika RAKYAT dibungkam, ALAM bicara.

Nah lo, sudah nggusuri rumah rakyat, menghilangkan mata pencahariannya, ALAM 
yang "menghukum" para penggede keraton, lambang feodalisme....

Proyek Bandara Baru Yogyakarta NYIA Terendam Banjir
18 March 2019 | 12:15in Ekonomi, Headline, Khazanah, News 0

foto: istimewa


Oleh : Suyono Sugondo

Proyek mercusuar NYIA terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara satu 
hingga dua meter, akibat guyuran hujan dua hari kemarin. Gubernur DIY Sri 
Sultan HB X pernah mengingatkan akan terjadinya banjir seperti ini, sehingga 
diminta landasan pacu harus aman dari banjir.
Jogjainside.com, Kulonprogo – Hujan lebat mengakibatkan Proyek New Yogyakarta 
International Airport (NYIA) di Pantai Glagah, Temon, Kabupaten Kulonprogo, 
Yogyakarta, terendam banjir.Lokasi proyek, seperti landasan pacu dan areal 
sekitarnya terendam banjir antara setengah hingga satu meter.

Seementara di luar areal landasan pacu seperti underpass serta kawasan lain di 
luar areal kompleks gedung, terendam banjir hingga dua meter.

Dari beberapa foto yang ada banyak alat berat terendam banjir, dan banyak 
pekerja yang harus menyeberangi banjir hingga setinggi dada orang dewasa untuk 
keluar dari areal proyek.

Sejak semalam jogjainside.com, berusaha mengkonfirmasi keadaan ini kepada GM. 
PT. Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, namun hingga saat ini belum ada 
penjelasan apapaun terkait banjir yang menggenangi proyek mercusuar tersebut.

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, telah memperingatkan bahwa 
pembangunan NYIA diminta untuk tetap memperhatikan kualita, dan berharap tidak 
terjadi genangan air saat hujan.

Peringatan Sri Sultan disampaikan awal bulan februari 2019 lalu saat meninjau 
Proyek NYIA, ini. Namun sekarang terbukti, bahwa proyek NYIAS

Kepada peres saat itu Sultan mengingatkan kepada PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT 
Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksana proyek untuk tetap mengedepankan 
profesionalitas kerja. Ini penting, agar kualitas infrastruktur NYIA yang 
dikebut pembangunannya untuk membuka penerbangan internasional pada jadwal yang 
ditentukan tetap terjaga.

Sultan tidak ingin, demi megejar target, AP 1 dan PP mengesampingkan kualitas 
infrastruktur bandara.

“Harapan saya pada Bulan April yang jelas siap untuk pengoperasian penerbangan 
internasional, berarti sudah ada ruang yang bisa diselesaikan, karena harapan 
saya tempat transitnya bapak presiden [telah siap untuk meresmikan], sehingga 
mohon dalam pembangunan ini tidak ada alasan karena tergesa-gesa. Kita 
profesional saja, dan dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.
Beberapa hal yang menjadi sorotan Sultan terhadap kesiapan NYIA di antaranya 
adalah ketinggian landasan pacu pesawat yang harus benar-benar seimbang agar 
ketika memasuki musim hujan landasan tersebut tidak tergenang air.


“Biarpun mungkin waktunya pendek, jangan sampai nanti ketinggian landasannya 
tidak seimbang, ada air menggenang tidak ada alasan karena tergesa-gesa. 
Sehingga bangunan ini secara profesional harus kita selesaikan dengan baik,” 
ucapnya.

Pembangunan drainase di NYIA sebagai antisipasi saat musim hujan juga perlu 
menjadi perhatian. Dengan luas lahan bandara yang mencapai lebih dari 600 
hektare, Gubernur melihat tidak seluruhnya memiki ketinggian tujuh meter.

“Yang ditinggikan kan runway, terminal dan fasilitas penunjang, sementara yang 
lain tidak. Saya khawatir pada saat musim hujan, yang tidak ditinggikan tujuh 
meter itu bisa jadi danau, karena di kawasan ini wilayahnya cekungan. Sehingga 
saya khawatir air hujan itu tidak bisa keluar dari tanah yang tidak ditinggikan 
tersebut,” ucapnya.

Belum lagi dioperasikan, kini terbukti peringatan Sri Sultan menjadi kenyataan, 
hampir seluruh lokasi proyek NYIA terendam air cukup tinggi, setelah diguyur 
hujan dua hari. (SUG)


Kirim email ke