KPPU : Ada indikasi persaingan tidak sehat rencana impor bawang putih
Selasa, 26 Maret 2019 07:49 WIB
KPPU : Ada indikasi persaingan tidak sehat rencana impor bawang putih
Komisioner Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) Guntur Sirangih
(istimewa)
Kami minta penjelasan kalau memang ada kelangkaan bawang putih
Surabaya (ANTARA) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha menilai ada
indikasi persaingan dagang tidak sehat dalam penunjukan Perum Bulog
untuk rencana mengimpor bawang putih karena adanya perbedaan perlakuan
kepada Bulog dengan pengimpor lainnya.
"Sesuai Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) Nomor 38 Tahun 2017,
importir diwajibkan untuk melakukan penanaman bawang putih sebesar lima
persen dari kuota impornya. Namun, dalam impor yang dilakukan oleh
Bulog, ketentuan ini tidak diwajibkan," kata Komisioner Komisi Pengawas
Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Sirangih melalui pernyataannya di
Surabaya, Selasa.
Hal inilah, lanjut dia, yang menjadi tidak adil bagi importir lain yang
wajib melakukan penanaman bawang putih. Oleh sebab itu, KPPU akan
memanggil Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan
(Kemendag) untuk mengkonfirmasi masalah ini.
"Kami minta penjelasan kalau memang ada kelangkaan bawang putih," ujarnya.
Perum Bulog sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk
melaksanakan penugasan impor bawang putih sebesar 100.000 ton dari
pemerintah guna stabilisasi harga komoditas tersebut.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo sebelumnya menjelaskan
bahwa saat ini Perum Bulog masih melengkapi persyaratan berupa surat
rekomendasi dari Kementerian Pertanian yang sudah diterbitkan setelah
rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian.
Saat ini perseroan masih menunggu surat penugasan dari Menteri BUMN,
untuk kemudian mengajukan izin ke Kementerian Perdagangan dan
mendapatkan persetujuan impor (PI). Setelah seluruh persyaratan lengkap,
Bulog pun segera melakukan lelang impor bawang putih secara terbuka.
Bawang putih sebanyak 100.000 ton akan didatangkan dari Tiongkok secara
bertahap.
Menurut Bachtiar, pengiriman bawang putih dari Tiongkok memakan waktu
sekitar tiga minggu, sehingga diperkirakan impor bawang putih tahap
pertama akan masuk pada April mendatang.
*Baca juga:Kemendag belum terima rekomendasi Bulog soal impor bawang
putih
<https://www.antaranews.com/berita/815230/kemendag-belum-terima-rekomendasi-bulog-soal-impor-bawang-putih>
Baca juga:Bulog siapkan anggaran impor bawang putih Rp500 miliar
<https://www.antaranews.com/berita/814761/bulog-siapkan-anggaran-impor-bawang-putih-rp500-miliar>*
Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ahmad Wijaya
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com