Cina Borong 300 Pesawat Airbus dari Prancis
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Selasa, 26 Maret 2019 08:36 WIB
Pesawat Superjumbo A380 Airbus terletak di landasan di mana ia dibongkar
di tempat perusahaan daur ulang dan penyimpanan ruang angkasa Prancis
Tarmac Aerosave di Tarbes, Prancis barat daya, 14 Februari 2019.
Perusahaan manufaktur pesawat terbang Eropa, Airbus, menghentikan
produksi pesawat superjumbo A380 karena penjualannya relatif turun.
REUTERS/Regis DuvignauPesawat Superjumbo A380 Airbus terletak di
landasan di mana ia dibongkar di tempat perusahaan daur ulang dan
penyimpanan ruang angkasa Prancis Tarmac Aerosave di Tarbes, Prancis
barat daya, 14 Februari 2019. Perusahaan manufaktur pesawat terbang
Eropa, Airbus, menghentikan produksi pesawat superjumbo A380 karena
penjualannya relatif turun. REUTERS/Regis Duvignau
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Pemerintah Prancis menyatakan Cina sepakat membeli
290 pesawatAirbus<https://www.tempo.co/tag/airbus>jenis A320 dan 10
pesawat untuk tipe A350. Penandatanganan kesepakatan pembelian tersebut
dilakukan saat Presiden Cina Xi Jinping berkunjung ke Paris awal pekan
ini. Selain itu, Prancis juga bersepakat dengan Cina untuk mengekspor
ayam beku ke Negeri Tirai Bambu tersebut.
BACA: Airbus Hentikan Produksi A380, Ini Kata PT Dirgantara Indonesia
<https://dunia.tempo.co/read/1175801/airbus-hentikan-produksi-superjumbo-jet-a380-pada-2021>
"Ini sinyal yang sangat baik dari kekuatan perdagangan antara dua
negara," kata mereka seperti dikutip CNN.com, Selasa, 26 Maret 2019.
Hanya saja, kedua pemerintah tidak menyebutkan berapa nilai transaksi
untuk pemesanan
pesawatAirbus<https://bisnis.tempo.co/read/1176096/produksi-airbus-a380-distop-pt-di-ditawari-pasok-komponen>buatan
Prancis tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berharap kesepakatan yang berhasil
dicapai Cina dan negaranya tersebut ke depan bisa memperkuat kemitraan
Prancis dan Eropa dengan Cina. "Tapi kemitraan yang kuat harus
dilandaskan pada multilateralisme yang kuat, adil dan seimbang," katanya.
Sementara itu, Xi mengatakan untuk bisa memperkuat kerja sama, negaranya
butuh Eropa yang bersatu dan makmur. Agar kesatuan dan kemakmuran
tersebut bisa tercipta, dia meminta Eropa untuk mengadopsi strategi yang
diterapkan negaranya.
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, untuk menciptakan kemakmuran dan kesatuan, Cina di
bawah pemerintahan Presiden Xi memang tengah menjalankan program Jalur
Sutera Modern. Program tersebut, beberapa waktu lalu telah diikuti oleh
Italia.
Italia telah menandatangani kerja sama dengan Cina untuk mewujudkan
program tersebut.
BISNIS
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com