https://news.detik.com/berita/d-4487980/wiranto-wacanakan-golput-kena-jerat-hukum-maruf-tid
Jumat 29 Maret 2019, 01:02 WIB
Wiranto Wacanakan Golput Kena Jerat
Hukum, Ma'ruf: Tidak Perlu
Lisye Sri Rahayu - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4487980/wiranto-wacanakan-golput-kena-jerat-hukum-maruf-tidak-perlu?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.61775274.709027704.1553798743-797453602.1553798743#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4487980/wiranto-wacanakan-golput-kena-jerat-hukum-maruf-tidak-perlu?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.61775274.709027704.1553798743-797453602.1553798743#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4487980/wiranto-wacanakan-golput-kena-jerat-hukum-maruf-tidak-perlu?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.61775274.709027704.1553798743-797453602.1553798743#>
0 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4487980/wiranto-wacanakan-golput-kena-jerat-hukum-maruf-tidak-perlu?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.61775274.709027704.1553798743-797453602.1553798743#>
Wiranto Wacanakan Golput Kena Jerat Hukum, Maruf: Tidak Perlu KH Ma'ruf
Amin (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
*Yogyakarta* - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan
Wiranto
<https://www.detik.com/tag/wiranto/?_ga=2.224161947.1470435968.1553766921-276478805.1553766921>
mewacanakan ajakan golput
<https://www.detik.com/tag/golput/?_ga=2.224161947.1470435968.1553766921-276478805.1553766921>
bisa terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Dia juga mewacanakan pengancam warga supaya tak datang ke TPS bisa kena
jerat UU Terorisme. Cawapres Ma'ruf Amin menilai wacana itu tidak tepat,
karena hukumannya lebih kepada sanksi moral.
"Tidak perlu (kena UU terorisme) karena itu sanksinya moral. Tapi memang
harus dicegah sebab nanti legitimasinya menjadi kurang kuat. Makanya
kita berusaha dengan pendekatan keagamaan supaya mereka punya rasa
kewajiban secara moral," ujar Ma'ruf di Hotel Tentrem, Jl Mangkubumi,
Yogyakarta, Kamis (28/3/2019).
*Baca juga: *Manuver Wiranto Melawan Penyebar Hoax dan Pengancam Pemilih
<https://news.detik.com/read/2019/03/28/211625/4487902/10/manuver-wiranto-melawan-penyebar-hoax-dan-pengancam-pemilih>
Mantan Rais Suriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelaskan
secara hukum tidak ada larangan golput. Namun menurut pandangan agama
Islam memilih pemimpin hukumnya wajib.
"Karena kan memang kalau menurut pemahaman di negara kita mengikuti
Pilpres itu hak. Karena hak itu artinya sebenarnya dia bisa menggunakan,
bisa tidak. Tapi kalau dari perspektif agama itu wajib. Karena memilih
pemimpin itu wajib maka mencoblosnya menjadi wajib, dari perspektif
keagamaan kalau ke kenegaraan itu hak," lanjut Ma'ruf.
Berdasarkan pandangan agama, Ma'ruf menilai melilih pemimpin itu menjadi
hak dan kewajiban setiap warga negara. "Oleh karena itu kalau kita
gabung antara prinsip kenegaraan dan keagamaan menjadi hak dan
kewajiban," lanjutnya.
*Baca juga: *Wiranto: Pengancam Warga agar Tak ke TPS, Saya Usulkan
Dijerat UU Terorisme
<https://news.detik.com/read/2019/03/28/161905/4487336/10/wiranto-pengancam-warga-agar-tak-ke-tps-saya-usulkan-dijerat-uu-terorisme>
Sementara itu Mustasyar PBNU itu juga menceritakan Gerakan Rabu Putih.
Ada beberapa kelompok yang menyatakan gerakan tersebut disebut juga
dengan golongan putih. Namun menurut Ma'ruf golongan putih yang dimaksud
adalah gerakan yang positif.
"Itu Pak Jokowi sudah menyuarakan supaya kita golput dalam pengertian
yang lain. Golongan baju putih supaya pada pencoblosan itu memakai baju
putih kemudian mencoblos yang pakai baju putih," lanjutnya.
Ma'ruf kemabili menegarkan bahwa gerakan Rabu Putih itu adalah pendukung
paslon 01 satu adalah putih. Sehingga mereka akan meramaikan Tempat
Pemungutan Suara (TPS) dan mengenakan baju putih.
"Nah jadi putih itu kita istilahnya kita itu putih, dan itu kita
putihkan pada 17 april itu di TPS, (golput) dalam arti yang positif,"
tutupnya.
*(dnu/dnu)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*