----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. 
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 28 Maret 2019 03.39.48 
GMT+1Judul: Fwd: [nasional-list] PENDIKOTOMIAN ELITIS DAN MERAKYAT YANG 
DISTORSIF
     



---------- Forwarded message ---------
From: Marco 45665 <[email protected]>
Date: Wed, 27 Mar 2019 at 11:02
Subject: Re: [nasional-list] PENDIKOTOMIAN ELITIS DAN MERAKYAT YANG DISTORSIF
To: Chalik Hamid <[email protected]>


Opini Penulis Al Faqir Ilmi [email protected] [nasional-list]  yang 
mengkritik Respon Anies Baswedan ( Gub.DKKI Jakarta bertugas) adalah benar dan 
Tepat. Dan saya tambah dan Perkuat Opini Penulis (Al Faqir Ilmi 
[email protected] [nasional-list]  tsb dengan Argumentasi yang mungkin 
cukup meyakinkan sbb :1/ ....tentang respon Anies Baswedan yang melakukan 
''pembelaan'' terhadap penumpang MRT yang lesehan makan2 di stasiun. Namun 
pembelaannya langsung sangat dikotomis bahwa yang makan2 itu rakyat miskin yang 
tidak pernah liat kreta bawah tanah dan yang mengolok2 adalah orang kaya dan 
elit.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Marco;
  Jika Kita berkunjung  ke atau berada Di negara2 lain didunia ini yang 
mempunyai Metro  atau bhs Jerman = U Bahn  atau ( Underground speed  train 
connection atau Jalur Kereta cepat Bawah Tanah ) -  maka Kita tidak pernah akan 
menyaksikan  ''Para PENUMPANG'' ( Rakyat Miskin yang Tidak pernah melihat 
Kereta Bawah Tanah '' yang marak berkumpul beramai-ramai duduk  tak peduli 
Makan2 Bersama  (dengan kata lain'' Berpiknik'') di Stasion Kereta ...Bahkan 
dibanyak Negara dan di Station2 dan apalagi didalam Wagon Kereta Cepat Bawah 
Tanah ( selanjutnya hanya ''METRO atau U- Bahn'')  Tiada  golongan Masyarakat 
termiskin pun ( contoh misalnya> Etnis Gipsy yang kerap tergolong dan merupakan 
kaum termiskin dan dng Taraf Pendidikan yang sangat Minim itu) Tidak Pernah 
melakukan hal2 yang '' dilakukan oleh Rakyat Miskin Indonesia yg Tidak pernah 
lihat Kereta dibawah Tanah yang tak peduli sambil beramai-ramai menggelar Makan 
Berasama distation '' seperti yang dibela oleh Anies Baswedan - Gubernur GKI 
Jakarta tsb.....  ( Phenomenon inipun nampak bisa disaksikan dalam suatu Berita 
Photo Media Elektronik yang menunjukkan para TKI  yang makan duduk bersama dan 
menggelat makan siang dibawah Kolong Jembatan disalah satu negri Suci....( 
walaupun Tidak distation dan atau Tidak didalam Wagon Kereta Dibawah Tanah atau 
Metro...kemungkinan terpaksa melakukannya , karena Tidak memlunyai atau tidak 
ada Kemungkinan dan Fasilitas lainnya yang memungkin mereka untuk bisa makan 
siang  ...? ). Yang Jelas ialah bahwa PEMEBELAAN dan atau PERNYATAAN ANIS 
BASWEDAN tsb , kita (saya ) anggap sebagai PEMBELAAN YANG DICARI2  dan TIDAK 
MEYAKINKAN serta cenderung TENDENCIOUS untuk MELEMPARKAN TANGGUNG JAWABNYA 
selaku GUB. DKI JAKARTA ( selaku Pemerintah Daerah Istimewa Jakarta ) kepada 
Pres..JOKOWI serta sekali gus bertendensi untuk mendiskreditkan Pres.Jokowi  
dan bahwa Anies Baswedan  melalui '' PEMBELAAANNYA'' -  se-olah2 MEMEBELA 
RAKYAT MISKIN ..... dan psychologis menyudutkan Jokowi dalam rangka PEMILU 2019 
agar namanya ( Nama sosok Pres.Jokowi ) dimuka ''Rakyat Miskin yg tak pernah 
melihat Kereta Dibawah Tanah tsb ''..... tak acuh terhadap rakyat Miskin .... ( 
Kendatipun dalam Hal Menjaga Kebersihan Kawasan Stasion Metro tsb Tak ada sama 
sekali Hunungannya dngan KAYA atau MISKINNYA Warga Penumpang aatu Rakyat 
umumnya ...melainkan JUSTRU MENYANGKUT '' DISIPLIN , TANGGUNG JAWAB dan 
KESADARAN serta SENSE OF BELONGING dan KEASDARAN PENDUDUK DAN RAKYAT ITU 
SENDIRI UMUMNYA ! ) Pembelaan Anies ini sengaja menohok Jokowi karena secara 
tidak langsung menganggap Jokowi tidak peka dengn kehidaupan rakyat miskin! 
Kendatipun Pres. Jokowi sebelumnya dalam pidatonya meminta rakyat tertib dan 
jaga kebersihan MRT.Dan detail selanjutnya dari Opini Penulis Al Faqir Ilmi 
[email protected] [nasional-list]  dibawah 
ini----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
On Wed, 27 Mar 2019 at 02:05, Al Faqir Ilmi [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]> wrote:

     

PENDIKOTOMIAN ELITIS DAN MERAKYAT YANG DISTORSIF
Inget jaman kuliah tentang teori konflik Karl Marx? Ya betul teori itu telah 
mengklasifikasi rakyat ke dalam 2 kelas yang dikotomis ... kaum buruh dan 
majikan ... rakyat dan borjuasi ... Kelas yang lahir karena sistem produksi 
kapital ... yang keduanya akan selalu berkonflik.
Tapi bukan itu yang mau saya bahas ... tapi tentang respon Anies Baswedan yang 
melakukan pembelaan terhadap penumpang MRT yang lesehan makan2 di stasiun. 
Namun pembelaannya langsung sangat dikotomis bahwa yang makan2 itu rakyat 
miskin yang tidak pernah liat kreta bawah tanah dan yang mengolok2 adalah orang 
kaya dan elit.  / Al Faqir Ilmi [email protected] [nasional-list] /
    
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   MARCO: >>> MASALAH  YANG POKOK  ialah masalah 1./ DISIPLIN MASYARAKAT BANGSA 
(PENDUDUK ) YANG BELUM MEMBUDAYA  dan   2. / khususnya PERATURAN PELAKSANA ( 
EXECUTIVE RULES of ORDER ) dan TANGGUNG JAWAB serta SYSTEM KONTROL OPERATIONIL 
dan Ruttin  dari   PEMERINTAH DAERAH TERKAIT ( dalam hal ini PEM. DKI JAKARTA 
dibawah GUB.ANIES BASWEDAN SENDIRI ) .... Jadi Bukan soal rakyat kecil yang 
tidak pernah lihat kereta dibawah Tanah dan Bukan pula soal Orang Kaya dan Elit 
( yg dengan sendirinya lebih senang pakai Mobil atau Kendaraan Pribadi 
...ketimbang U/Bahn ...)  Motto : Where there is NO ORDER or Where The ORDER 
does  NOT work  , THERE will be the only one thing >> DISORDER !!!   


Pembelaan Anies ini sengaja menohok Jokowi karena secara tidak langsung 
menganggap Jokowi tidak peka dengn kehidupan rakyat miskin! Karena Jokowi 
sebelumnya dalam pidatonya meminta rakyat tertib dan jaga kebersihan MRT. / Al 
Faqir Ilmi [email protected] [nasional-list] /    / ** /
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    / ** / Disini jelas bahwa Pres,JOKOWI selaku PEJABAT NEGARA TERTINGGI ( 
Politis, Administrative maupun sbg Lembaga Tertinggi dalam Pidato resminya 
telah dengan Sadar dan Rasa Tanggung Jawab serious  Meminta agar RAKYAT ( 
Rakyat sebagai Rakyat > Tanpa perbedaan Rakyat Miskin dan Kaya atau Elit ) 
bertindak dan menjaga Ketertiban Umum . Jika hal dan Permintaan yang begitu 
sederhana dari seorang Presiden kepada Rakyatnya TIDAK JUGA DIGUBRIS dan  
DIPERHATIKAN oleh RAKYATNYA semiskin Apapun .... dan Apalagi jika Tidak Juga 
dibela dan Tidak pula diphami oleh GUBERNUR DKI JAKARTA nya ......  Maka Sang 
GUBERNUR itu lah yang LEBIH MISKIN ( cara Berpikirnya ) dari Rakyat Miskin itu 
sendiri......   Dengan sendirinya dan sangat Jelas bahwa  dalam Prakteik dan 
Kehidupan se-hari2 dalam menjaga Ketertiban , Kemanan dan Kebersihan serta 
Tata-Tertib se-hari2 , maka secara Administrative dan Technis dan dari segi 
Hukum dan Wewenang Hukum dan Politik serta Pertanggung Jawaban Jabatan dan 
Opetrationil , maka justru adalah GUBERNUR DKI JAKARTA (Anie Baswedan ) lah  
yang berkewajiban dan bertanggung jawab langsung dan demikian pula selanjutnya 
Untuk MENJAMIN TATA-TERTIB  dan DISIPLIN PENDUDUK dikawasan DAERAH YANG 
DIPIMPINNYA  dan YANG ADA DIBAWAH KOMPETENSINYA sebagai DAERAH AUTOMOMI KHUSUS  
yang akan  dan harus Menjamin, Melaksankan dan Mengatur TATA-TERTIB  KEHIDUPAN 
dan KEBERSIHAN serta DISIPLIN WARGA DAERAHNYA agar Tidak berbuat se-enaknya 
sendiri dan agar  menyadari bahwa dalam BERNEGARA dan BERBANGSA Kitapun Hidup 
dan diatur menurut Peraturan yang ada  serta agar Masyarkatpun (tidajk 
tergantung Apa ItuRakyat Miskin atau Kaya ) mau tak mau harus berusaha mentaati 
PERATURAN YANG ADA {  jikapun ADA..... (?) } > khusunya tentang TATA-TERTIB dan 
KEAMANAN serta KENYAMANAN serta KEBERSIHAN UMUM dalam PERATURAN KHUSUS 
PENGGUNAAN SYSYTEM  TRANSPORT DIBAWAH TANAH ( Underground Traffic Regulation 
System )  yang dalam Prakteik dan Pelaksanaan se-hari2- nya ( Tugas Operationil 
) JUSTRU Harus dikendalikan , dilaksankan dan dibawah KONTROL , Wewenang dan 
Pertanggung -Jawaban Pemerintah DKI JAKARTA  > c/q  GUBERNUR ANIES BASWEDAN  ( 
Tetapi Bukan lagi  dna Buka sama sekali Tugas se-hari2 seorang Presiden  dan 
dalam hal ini BUKAN TUGAS HARIAN Presiden Jokowi.!! ) Mohon dengan sangat agar 
Sang Gubernu DKI JAKARTA - Anies Baswedan memhami lebih banyak tentang  STATUS 
QUO  JABATAN YANG DIPANGKUNYA..... 
NOTE : BAYANGKAN jika BANDAR UDARA INTERNATIONAL di INDONESIA dibandijiri oleh 
PENGGELAR PIKNIK dengan ACARA ''DUDUK MAKAN BERSAMA DILANTAI BANDAR2 UDARA 
INTERNATIONAL DAN DOMESTIC '' ......( PENDIDIKAN MENTAL  BANGSA DAN INFORMASI 
yang Jelas dan MENDIDIK sangat diperlukan dan merupakan Hal yang Urgent ) 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pola keduanya sama ... dan menurut saya tidak mungkin kebetulan ... Coba 
cermati sekali lagi ... saat Jokowi sibuk membenahi Jakarta dengan memperindah 
jl. Protokol Sudirman-Thamrin plus  Monas, bundaran HI dan Jembatan Semanggi 
sebagai landmark kebanggaan Indonesia ... tiba2 ada sekelompok warga memasang 
bendera negara peserta Asian Games dengan tiang bambu, pemerintah pun meminta 
untuk diganti dengan tiang besi ... lalu Anies langsung muncul ke permukaan dan 
 berstatment keras bahwa itu apresiasi rakyat miskin dan tidak perlu diganti 
besi ... bahkan Anies sampe bela2in membuat monumen bambu didepan bundaran HI 
untuk menunjukkan bahwa dialah yang komit dengan "suara rakyat miskin", bukan 
Jokowi.
Sekarang kejadian lagi ketika Jokowi pidato membanggakan MRT dan berpesan untuk 
menjaga kebersihan dan ketertiban MRT, tiba2 ada sekelompok masyarakat makan 
lesehan pake tikar seperti sedang melancong ke kebun binatang ... sampah bekas 
makanan berserakan dimana2 ... lalu Anies membelanya secara dikotomis lagi 
bahwa yang lesehan itu rakyat miskin .... pemerintah pusat harus peka dan 
jangan berpikir elitis terus.
Padahal jelas2 soal tiang bambu dan lesehan di MRT bukan tentang kaya dan 
miskin, tapi tentang landmark sebagai identitas kebesaran kita sebuah bangsa, 
tentang bangganya kita sebagai sebuah bangsa. Tidak ada satupun negara yang 
tidak punya landmark!!! Perancis punya menara eiffel, Amerika punya patung 
liberty ... dst
Jadi wajar kalo saya kemudian jadi bertanya2 ... siapa sebenarnya yang memasang 
 tiang2 bambu itu dulu? Apa iya sampe sebegitu antusiasnya mereka dalam 
menyambut Asian Games, herannya kok hafal semua bendera negara peserta? Nyablon 
dimana? Dan siapa juga sbenernya sekelompok masyarakat yang lesehan makan2 di 
stasiun MRT itu? Apa iya sampe sebegitu takjubnya??? Come on!!! Kami masih 
waras!!!!😑

Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone


   

 
|  | Bez virů. www.avast.com  |

    

Kirim email ke