*Kalau mau kabur harus hasil panennya disimpan baik-baik di tempat yang
aman seperti sobat-sobat lain yang mendeposit fulus haram mereka di Panama.
Kalau Panama sudah penuh sesak ada banyak tempat lain misalnya Virgin
Island, Bahama, Cyprus, Singapur, Hong Kong, Isle of Man. Kalau fulus hasil
akal bulus sudah aman baru kabur. Kabur tanpa fulus aman hidup akan susah.
hehehehehe*

https://nasional.tempo.co/read/1190322/ditangkap-kpk-bowo-sidik-pangarso-punya-kekayaan-rp-1043-miliar

*KPK Sebut Bowo Sidik Pangarso Sempat Kabur Ketika Akan Ditangkap*

Reporter:
*Antara*

Editor:
*Syailendra Persada*

Jumat, 29 Maret 2019 07:53 WIB

0 KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1190299/bermula-dari-bantu-humpuss-bowo-sidik-terseret-kasus-korupsi#comments>

000
[image: Anggota DPR fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso menghindari awak
media saat keluar dari gedung kPK dengan mengenakan rompi oranye seusai
menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019. Dari
tangan Bowo, KPK menyita uang Rp 8 miliar yang dibagi dalam 84 kardus atau
400 ribu amplop dengan pecahan Rp20.000 dan Rp50.000 yang diduga
dipersiapkan untuk]
<https://statik.tempo.co/data/2019/03/29/id_830167/830167_720.jpg>

*Anggota DPR fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso menghindari awak media saat
keluar dari gedung kPK dengan mengenakan rompi oranye seusai menjalani
pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019. Dari tangan Bowo,
KPK menyita uang Rp 8 miliar yang dibagi dalam 84 kardus atau 400 ribu
amplop dengan pecahan Rp20.000 dan Rp50.000 yang diduga dipersiapkan untuk
"serangan fajar" pada Pemilu 2019 nanti. TEMPO/M Taufan Rengganis*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) menyebut anggota DPR Komisi Perdagangan Bowo Sidik Pangarso
<https://www.tempo.co/tag/bowo-sidik-pangarso> sempat kabur saat KPK akan
menangkapnya di apartemen Pertama Hijau, Jakarta Selatan pada Rabu, 27
Maret 2019.

Baca: Serangan Fajar, Bowo Sidik Pangarso Siapkan Rp 20 - Rp 50 Ribu
<https://nasional.tempo.co/read/1190296/serangan-fajar-bowo-sidik-pangarso-siapkan-rp-20-rp-50-ribu>

KPK menangkap mantan politikus Golkar ini dalam rangkaian operasi tangkap
tangan yang digelar sepanjang Rabu, 27 Maret 2019. Operasi ini berawal
ketika KPK mendapat informasi akan adanya transaksi penyerahan uang dari
Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti kepada pihak
swasta dari PT INERSIA, Indung.

"Penyerahan itu akan dilakukan di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia di
Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Sahid, Jakarta Selatan. Di mana penyerahan
ini merupakan transaksi yang ke tujuh," ujar Wakil Ketua KPK Basaria
Panjaitan di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 28 Maret 2019.



Tonton: Tumpukan Rp 8 Miliar Bowo Sidik Pangarso untuk Serangan Fajar?
<https://video.tempo.co/read/14085/tumpukan-rp-8-miliar-bowo-sidik-pangarso-untuk-serangan-fajar>



Indung merupakan perantara Asty Winasti dengan Bowo Sidik. Ia sebelumnya
juga menerima uang dari Asty Winasti sebesar Rp 89,4 juta pada sore hari
sebelum penangkapan, 27 Maret 2019, di kantor PT Humpuss Transportasi
Kimia. Uang tersebut disimpan dalam amplop berwarna cokelat

Kemudian tim penyidik menangkap Head Legal PT Humpuss Transportasi Kimia
Selo, pegawai bagian keuangan PT INERSIA Manto, dan sopor Indung.
Selanjutnya, tim bergerak ke apartmen di daerah Permata Hijau, Jakarta
Selatan dan menangkap dua orang sopir Bowo Sidik serta pihak swasta bernama
Siesa Darubinta.

"Sopirnya ditangkap di apartemen Pertama Hijau pada pukul 16.30. Pada saat
ditunggu, tim kami sudah tahu yang bersangkutan (Bowo) di kamar berapa,"
kata Basaria.

Ia menyatakan bahwa untuk memasuki kawasan apartemen itu harus memiliki
prosedur yang banyak sehingga makan waktu yang cukup lama. "Nah, waktu itu
dimanfaatkan yang bersangkutan untuk keluar dari apartemen. Dengan teknik,
taktik bisa ditemukan yang bersangkutan di rumahnya," kata Basaria.

Kirim email ke