https://www.antaranews.com/berita/817620/selamatkan-danau-yang-tercemar
Selamatkan danau yang tercemar
Sabtu, 30 Maret 2019 02:27 WIB
Ilustrasi - Danau di lokasi penambangan minyak secara ilegal yang
tercemar akibat aktifitas penambangan di Kecamatan Bajubang Kabupaten
Batanghari. (/)
Palembang (ANTARA) - Forum Penyelamatan Danau Nusantara prihatin karena
banyak danau di Indonesia mengalami pencemaran, begitu juga dengan
daerah aliran sungai di areal danau yang juga mengalami kerusakan, kata
Sekjen FPDN Kamlan Jamseri dalam siaran persnya yang diterima di
Palembang, Jumat.
Melihat kondisi danau yang banyak mengalami kerusakan tersebut maka
dibentuklah Forum Penyelamat Danau Nusantara (FPDN). Forum ini akan
mengimplementasikan sekaligus mengawal hasil kesepakatan Kongres
Nasional Danau Indonesia I yang ditandatangani sembilan menteri beberapa
waktu lalu.
FPDN menyatakan akan membantu pemerintah dalam menyelamatkan danau di
Nusantara yang jumlahnya cukup banyak, serta membantu menyelamatkan
daerah aliran sungai dan daerah tangkapan air, terutama di sekitar danau
di Indonesia.
Bukan itu saja, organisasi ini bertekad menyelamatkan ekosistem lahan di
sekitar danau, kata Kamlan, yang juga Ketua Pokja Danau Ranau itu.
Dalam menyelamatkan danau tersebut, pihaknya bekerja sama dengan
pemerintah sehingga keberadaan danau di Indonesia semakin bermanfaat.
Yang lebih penting lagi, dia akan mengajak seluruh lapisan masyarakat
untuk melestarikan danau di Indonesia.
Memang permasalahan yang dihadapi dalam melestarikan danau tersebut
antara lain masih minimnya anggaran yang dimiliki. Selain itu juga perlu
komitmen yang serius pemerintah pusat dan daerah dalam melestarikan
danau seperti pembuatan peraturan daerah.
"Yang jelas danau bagian dari kehidupan sehingga kelestariannya harus
dijaga bersama," kata dia.
Sementara dalam pembentukan FPDN di Kantor Kementerian LHK lalu terpilih
sebagai Ketua Umum Ni Luh Kartini dari Danau Batur Bali, Sekretaris
Jenderal Kamlan Jamseri (dari Danau Ranau Sumsel/Lampung), Bendahara Nur
Sangaji (Danau Poso Sulteng), selain itu terpilih menjadi Ketua I Robert
Tua Siregar (Danau Toba), Ketua II Mislan (Danau KSD Kaltim) dan
Sekretaris I Anggiat Sinurat (Danau Toba) serta ditambah pengurus lainnya.*
*Baca juga: Sekjen: danau di Indonesia sudah banyak tercemar
<https://www.antaranews.com/berita/817330/sekjen-danau-di-indonesia-sudah-banyak-tercemar>
Baca juga: Kesulitan air bersih dialami warga terdampak luapan air Danau
Sentani
<https://www.antaranews.com/berita/812738/kesulitan-air-bersih-dialami-warga-terdampak-luapan-air-danau-sentani>
Baca juga: Dugaan pencemaran Danau Sembuluh tunggu hasil laboratorium
<https://www.antaranews.com/berita/763179/dugaan-pencemaran-danau-sembuluh-tunggu-hasil-laboratorium>*
Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019