Bagai yang mau tau dahsyat  lagu internasional  yang dijadikan hantu
komunisme berbahaya bagi masyarakat neo- mojopahit, silahkan dengar lagunya
dengan click : https://www.youtube.com/watch?v=LwQNn5WRfnk


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190328171928-32-381559/debat-capres-di-antara-hantu-komunisme-dan-bayang-radikalisme?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop

Home <https://www.cnnindonesia.com/> Nasional
<https://www.cnnindonesia.com/nasional> Berita Politik
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190328171928-32-381559/debat-capres-di-antara-hantu-komunisme-dan-bayang-radikalisme?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop#>
Debat Capres di Antara Hantu Komunisme dan Bayang Radikalisme
CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 13:01 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190328171928-32-381559/debat-capres-di-antara-hantu-komunisme-dan-bayang-radikalisme?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop#>

<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190328171928-32-381559/debat-capres-di-antara-hantu-komunisme-dan-bayang-radikalisme?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop#>
[image: Debat Capres di Antara Hantu Komunisme dan Bayang Radikalisme]Calon
presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo diprediksi akan saling meyakinkan
publik sebagai pihak yang paling pancasilais dalam debat keempat antar
capres, Sabtu (30/3). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden Joko Widodo
<https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi> dan Prabowo Subianto
<https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto> diyakini bakal
memanfaatkan panggung debat keempat
<https://www.cnnindonesia.com/tag/debat-capres>, Sabtu (30/3) malam, untuk
menepis isu seputar komunisme dan radikalisme. Kedua capres juga diprediksi
berlomba meyakinkan publik sebagai pihak paling Pancasilais.

Debat capres sendiri akan mengusung tema seputar ideologi, pertahanan dan
keamanan, pemerintahan, dan hubungan internasional.

"Debat nanti akan jadi ajang saling konfirmasi siapa yang anti-Pancasila
dan siapa pancasila, jadi seakan ada orang atau kelompok yang ingin coba
ganti Pancasila dan NKRI dengan [ideologi] lain," kata pengamat politik
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno
saat berbincang dengan *CNNIndonesia.com*, Kamis (28/3).


Isu komunisme dan radikalisme memang masih menjadi momok bagi Jokowi dan
Prabowo.

Lihat juga: TKN Sebut Jokowi Siap Debat soal Ideologi dan Penguatannya
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190328073124-32-381342/tkn-sebut-jokowi-siap-debat-soal-ideologi-dan-penguatannya/>

Untuk Jokowi, sudah sejak lama capres nomor urut 01 itu diterpa isu dekat
dengan kelompok komunis. Dia bahkan pernah difitnah anak kader Partai
Komunis Indonesia.

Beberapa kali Jokowi membantah isu itu dan menyatakan sebagai hoaks. Namun
hantu Jokowi komunis tak sepenuhnya hilang. Dalam suatu acara Jokowi bahkan
pernah menyebut masih ada sekitar enam persen atau sembilan juta masyarakat
yang percaya dirinya terkait PKI.

Hal itulah yang dikhawatirkan bisa menggerus elektabilitas Jokowi. Menurut
Adi, debat capres bisa jadi panggung pamungkas membantah isu PKI tersebut.

Jokowi, lanjut dia, harus menjelaskan dan memberikan konfirmasi secara
rinci terkait tuduhan dirinya didukung kelompok pro komunis.

Selain itu, lanjut Adi, Jokowi juga harus memberikan penjelasan secara
komprehensif terkait langkah pembubaran yang dilakukan terhadap Hizbut
Tahrir Indonesia (HTI).

Menurutnya, penjelasan itu perlu dilakukan menggingat pembubaran HTI
dilakukan pemerintah dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti
undang-undang (perppu) terlebih dahulu, bukan melalui mekanisme hukum yang
sebelumnya diatur dalam UU Ormas.

"Jokowi harus menjelaskan ke publik seberapa bahaya HTI sehingga dibubarkan
dengan perppu yang logikanya mengandaikan kita dalam kondisi genting. Kalau
HTI sedang menjadi ancaman nyata, mengapa (rezim) sebelumnya tidak seperti
itu," ucapnya.

Lihat juga: Pengamat Sebut Pembubaran HTI Jadi 'Senjata' Jokowi di Debat
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190327052109-32-380996/pengamat-sebut-pembubaran-hti-jadi-senjata-jokowi-di-debat/>

Untuk Prabowo, Adi memprediksi panggung debat bakal dimanfaatkan untuk
menghapus stigma soal kedekatannya dengan kelompok islam garis keras yang
ingin mengganti ideologi negara.

Stigma Prabowo dekat dengan kelompok radikal tak lepas dari aliran dukungan
sejumlah tokoh yang terkenal keras.

Imam besar Front Pembela Islam, misalnya, yang selama ini dikenal publik
sebagai tokoh islam yang cukup keras, sudah terang-terangan mendukung
Prabowo.

Hasil survei LSI Denny JA memperkuat stigma itu.

Dari survei yang dilakukan 18-25 Februari 2019 di 34 provinsi, peneliti LSI
Denny JA Ardian Sopa mengatakan selama kurun waktu enam bulan dukungan atas
Prabowo-Sandi lebih unggul pada segmen pemilih muslim yang orientasi
politiknya menilai Indonesia harus seperti dunia Timur Tengah atau Arab
yakni 54,1 persen.

Adi mengatakan Prabowo tak cukup sekadar memberi penjelasan untuk menepis
stigma didukung kelompok garis keras. Prabowo juga harus membeberkan
kebijakan komprehensif yang akan diambil terhadap kelompok radikal bila
kelak menjadi presiden.

"Kalau Jokowi punya modal berani lawan kelompok radikal yang anti-Pancasila
semacam HTI, nah kebijakan politik Prabowo hadapi kelompok radikal seperti
HTI seperti apa? Mau dirangkul, diajak berteman, sambil dididik sebagai
warga negara yang baik atau seperti Jokowi?" ucapnya.

Lihat juga: LSI: Prabowo Unggul di Pemilih yang Ingin Indonesia bak Arab
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190306073831-32-374889/lsi-prabowo-unggul-di-pemilih-yang-ingin-indonesia-bak-arab/>

Lebih dari itu, Adi menilai, dua capres juga harus menyampaikan gagasan
atau ide baru yang akan dikerjakan untuk menguatkan ideologi bangsa di masa
mendatang.

Menurutnya, penguatan ideologi bangsa harus dilakukan lewat pembangunan
pendidikan demokrasi dan kebudayaan, bukan sekadar pembentukan lembaga atau
badan khusus di pemerintahan.

Berangkat dari itu, Adi mengaku menunggu Jokowi dan Prabowo menyampaikan
ide atau gagasan yang mendorong penguatan ideologi bangsa lewat dunia
pendidikan, seperti revisi kurikulum.

"Pembahasan ideologi ini diharapkan sampai membahas kurikulum di
pendidikan," ujarnya. *(mts/wis)*

Kirim email ke