Debat Capres, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: Prabowo Permalukan TNI
- Prabowo Perlu Ikut Bimbel Pertahanan Keamanan Di Jaman Now
JAKARTA - Menanggapi hasil Debat Calon Presiden ke-4, semalam (29 Maret 2019), 
Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi yang mantan Aster Kasad sekaligus juga teman 
seangkatan Capres Nomor 02 Prabowo Subiyanto di AKABRI (Nomor Akademi 70), 
terheran-heran, bagaimana mungkin pak Jokowi yang lulusan Faktultas Kehutanan 
justru lebih menguasai bidang pertahanan.
Dia menyebut, bahwa dalam debat  capres tersebut, Prabowo kembali mempermalukan 
TNI lagi. Karena ternyata tidak mengetahui bahwa di seluruh dunia, yang 
digunakan dalam menyusun rencana pertahanan adalah “Hakikat Ancaman” yang bakal 
dihadapi sebuah negara.
Dan “Hakikat Ancaman” itu sendiri adanya di Perkiraan Intelejen Strategis baik 
Jangka Pendek, Menengah dan Panjang.
"Dan itulah maka di setiap Kedutaan Besar negara manapun dilengkapi dengan 
Atase Pertahanan dari ketiga angkatan. Sehingga dasar penyusunan Hakikat 
Ancaman benar-benar valid, sama sekali bukan asumsi apalagi halusinasi, 
merekalah Badan Pengumpul Keterangan yang resmi dibiayai negara," tandas Saurip 
Kadi, hari ini.
Menurut Saurip, Capres nomor urut 01 Jokowi justru mengetahui bahwa perang 
jaman now bukan lagi adu kekuatan persenjataan seperti perang jaman old, tapi  
perang asimetris yang intinya adalah bagaimana mempengaruhi rakyat negara lawan 
melalui perubahan mindset," ujarnya.
Dan saat ini, menurut Saurip Kadi, negara negara lain sudah mengubah konsep 
pertahanan mereka, bahkan Amerika Serikat sudah menutup sejumlah pangkalan 
militernya di negara lain.
Saurip Kadi juga menyatakan, keliru besar jika Prabowo membandingkan besaran 
anggaran militer Indonesia dengan Singapura.
"Dengan luas wilayah yang kecil, tidak lebih dari Kabupaten Brebes, tapi 
menguasai kekuatan  ekonomi kawasan melalui jasa finansial dan perdagangan, 
maka tidak ada pilihan, Singapura harus mempunyai keunggulan dibidang militer.  
Karena dengan satu sorty pengeboman saja,  Singapura akan habis'" katanya.
Jadi, menurutnya, Prabowo harus belajar lagi soal pertahanan dan keamanan yang 
terbaru. Sesuai jaman now.  "Kalau perlu, melalui Bimbingan Belajar," tandas 
Saurip Kadi.
Ditanyakan soal makna penyataan Capres Nomor 02 Prabowo Subiayanto bahwa 
dirinya adalah lebih TNI dari TNI, Saurip Kadi menyilahkan bertanya langsung 
kepada Prabowo.
"Tapi yang saya ketahui pak PS adalah Perwira Tinggi TNI yang dipecat dari 
dinas aktif, karena berinisiatif melakukan penculikan sejumlah aktifis, 
sebagaimana diakui sendiri di depan sidang DKP," imbuhya.
Setelah ikatan dinasnya selesai, berakhirnya dinas militer di negara manapun 
hanya ada 3 alasan, yaitu pertama karena atas pemintaan sendiri untuk pensiun 
dini, kedua karena diberhentikan dengan hormat akibat sakit atau cacat sehingga 
tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugas kemiliteran dan yang ketiga karena 
pensiun sesuai batas umur yang diatur oleh Undang-Undang. Di luar ketiga alasan 
tersebut adalah karena dipecat.
"Karena pak PS adalah perwira tinggi bintang tiga dan lagi menantu pak Harto, 
ya saru kalau digunakan istilah dipecat, maka dihadapkan pada kondisi riil saat 
itu, penggunaan istilah diberhentikan sungguh sangat bijak," tandasnya.
Terhadap pertanyaan, kwalitas jawaban  bidang pertahanan oleh capres nomor urut 
01 Jokowi, Saurip Kadi mengajak bangsa ini sepatutnya bersyukur kepada Tuhan 
Yang Maha Esa, karena mempunyai Presiden yang paham tentang tentara dalam 
negara demokrasi dimana senjatanya wajib menghadap keluar.
Dan karenanya gelar TNI yang saat ini adalah warisan Belanda yabg dilanjutkan 
Orba, maka kedepan  harus ditata ulang agar bisa meng "cover" seluruh wilayah 
pertahanan NKRI, untuk melumpuhkan musuh sebelum masuk maupun yang sudah 
terlanjur masuk masuk ke dalam wilayah NKRI.
Ditanya tentang siapa yang bakal tampil sebagai pemenang dalam Pemilu 17 April 
2019 mendatang, Saurip Kadi mengingatkan segenap Keluarga Besar TNI (KBT) bahwa 
menggunakan Hak Pilih adalah HAM, tapi sebelum segalanya terlambat, terkhusus 
kepada para pensiunan prajurit TNI dan terlebih mantan elit TNI utamanya mantan 
Panglima TNI dan Kas Angkatan serta petinggi TNI yang ada di BPN Paslon 02 
bahwa sampai ajal menjemput, para pensiunan mempunyai kewajiban untuk menjaga 
kehormatan, derajat dan martabat TNI.
"Apa yang kita cari di hari tua, haruskah para pensiunanan tega membiarkan TNI 
kembali menanggung aib, karena prajurit TNI harus menghormat dengan sangkur 
terhunus kepada mantan petinggi TNI   yang berhenti dari dinas aktif, karena 
dipecat, naudzu bilah mindalik" ujar Saurip Kadi lagi
Diakui oleh Saurip Kadi, memang sulit untuk tidak menempatkan Pak Prabowo 
sebagai bagian dari KBT, tapi para purnawirawan TNI wajib menjaga TNI sebagai  
almamater tempat kita dulu menyerahkan jiwa dan raga untuk kejayaan NKRI.
Kecuali bagi mereka yang tidak merasa bahwa penculikan aktifis, bukanlah aib 
bagi TNI dan terkhusus bagi lulusan Akademi TNI.
"Dan kalau betul ada pensiunan TNI yang tidak menempatkan hal tersebut sebagai 
aib, maka kedepan mereka tidak layak untuk menyebut dirinya sebagai tentara 
rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Karena pak Dirman dan para 
pendiri TNI lainnya serta para pelatih kita di Akademi TNI tidak pernah 
mengajarkan bahwa  rakyat apalagi aktifis demokrasi sebagai musuh negara, 
sehingga mereka sah untuk diculik," tegas Saurip Kadi yang memang dikenal 
kritis ini.
Sementara itu kepada segenap anak bangsa, Saurip Kadi menyerukan bahwa Pemilu 
bukan Perang. Pemilu tak lebih untuk memilih Capres dan program untuk 5 tahun 
ke depan.
"Untuk itu, pilihlah Capres yang nyata-nyata sudah terbukti berani dan berhasil 
memberantas Mega Korupsi, Mafia Tambang serta Migas seperti Petral, Free Port, 
Newmont, Blok Rokan, Mahakam dan juga mampu membangun rasa Indonesia melalui 
kwalitas pelayanan dan infra struktur yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia 
dan nyata-nyata mampu melanjutkan pembangunan jalan TOL dan infratsruktur yang 
dimasa lalu MANGKRAK. Melalui Dana Desa dan  sejumlah program Kartu, kini 
rakyat kecil sudah mulai merasakan manfaat NKRI," pungkasnya.

Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone

Kirim email ke