Kalau orang yg terpelajar saja bisa termakan oleh omongan/propaganda Rocky 
Gerung tanpa menganalisa dulu dgn matang omongannya apalagi rakyat biasa yg 
tidak terpelajar, tentu, sudah termakan habis. Tapi ini suatu kenyataan dalam 
alam demokrasi di Indonesia atau di negara lain, siapa yg pinter ngomong 
walaupun omongonnya kosong bisa menang.  

---In [email protected], <alfaqirilmi@...> wrote :

 BANALITAS PROSES
 

 Rocky Gerung ini pintar sekali beretorika. Itu memang keahliannya. Jadi 
percuma menyandingkan RG dengan Rhenald Kasali misalnya, karena beda konteks. 
Rhenald itu guru besar ekonomi, dan saat ini adalah era matinya kepakaran. 
Seorang guru besar bisa dilecehkan oleh orang yang riwayat pendidikan dan 
karier akademisnya gak jelas.
 

 Yang bikin aku prihatin itu bukan soal RG-nya. Tapi bagaimana RG dimanfaatkan 
dalam arus politik untuk mempesona orang-orang yang kecewa pada pemerintah, 
sehingga mereka bisa mendapat amunisi ketika mendengar RG bicara. 
 

 Retorika ala RG ini dikenal saat demokrasi langsung di Yunani. Bisa 
dibayangkan betapa brutalnya. Orang gak harus pandai pengetahuan atau mahir 
pengalaman, yang penting dia pintar ngomong dan dapat kesempatan.
 

 Aku merasa ada orang-orang yang dimanipulasi untuk kepentingan politik 
retorika ini. Profil orang-orang itu jelas; mulai soal kualitas pendidikan, 
akses kepada informasi, lingkungan terdekat yang mempengaruhi, sikap terhadap 
pemerintah, nilai-nilai, kelas sosial & status sosial, stereotipe & prasangka, 
bahkan kalo boleh kutambahkan: sentimen agama.
 

 Sebagai bagian dari masyarakat sipil, aku terluka melihat ada anggota 
masyarakat sipil yang diperlakukan seperti itu. Inilah banalitas proses politik 
ketika kehormatan politik direduksi besar-besaran menjadi sekadar soal suara 
dan kursi. Ya mungkin memang begitu, tapi aku termasuk yang percaya bahwa 
gerakan politik itu bukan sekadar suara dan kursi.
 

 Ketika masyarakat sipil pun dijerumuskan ke dalam 'hanya suara dan kursi', wah 
kurasa yang perlu kita takutkan bukan perang (sedikit menyentil Pak Prabowo) 
tapi kehancuran & kerusakan masyarakat sipil.


Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS


Kirim email ke