Laporan dari Tiongkok
<https://www.antaranews.com/slug/laporan-dari-tiongkok>
Untuk pertama kali WNI Mongolia gunakan hak pilih
Selasa, 2 April 2019 08:15 WIB
Untuk pertama kali WNI Mongolia gunakan hak pilih
Petugas KPPS Beijing memasukkan surat suara untuk dikirimkan melalui pos
kepada WNI yang tinggal di beberapa daerah di China dan Mongolia pada 19
Maret 2019. (M. Irfan Ilmie)
*"Mungkin ini untuk pertama kalinya ya, ada warga kita di Mongolia yang
menggunakan hak pilihnya,"* kata Ketua PPLN Beijing Oei Edy Susanto
kepada Antara di Beijing, Selasa.
Beijing (ANTARA) - Untuk pertama kalinya warga negara Indonesia di
Mongolia bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 dengan
mengirimkan surat suara yang sudah dicoblos dalam amplop tertutup ke
Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Beijing, China.
"Mungkin ini untuk pertama kalinya ya, ada warga kita di Mongolia yang
menggunakan hak pilihnya," kata Ketua PPLN Beijing Oei Edy Susanto
kepada Antara di Beijing, Selasa.
Seorang WNI yang bekerja di Mongolia itu mengirimkan surat suara Calon
Presiden-Calon Wakil Presiden RI dan anggota DPR-RI dari Daerah
Pemilihan DKI Jakarta II melalui jasa pos ke PPLN Beijing yang
beralamatkan di KBRI Beijing di Dongzhimen Wai Dajie No 4, Distrik Chaoyang..
Amplop tertutup berukuran sedang yang di dalamnya terdapat dua amplop
putih, masing-masing berisi surat suara Capres-Cawapres dan DPR-RI dari
WNI di Mongolia itu diterima oleh PPLN Beijing pada Senin (1/4).
Kemudian amplop tersebut dimasukkan ke dalam kotak suara tersegel dengan
beberapa surat suara lain yang dikirimkan oleh WNI dari berbagai daerah
yang tersebar di 18 provinsi dan munisipalitas di China.
PPLN Beijing telah mengirimkan surat suara Capres-Cawapres dan DPR-RI
kepada 816 WNI yang tersebar di 18 provinsi dan munisipalitas di daratan
Tiongkok dan Mongolia mulai 19 Maret 2019.
Sehari kemudian dilanjutkan dengan pengiriman surat suara kepada sekitar
300 WNI yang tinggal di tiga kota lain di China, yakni Wuhan, Tianjin,
dan Chongqing, yang sebelumnya akan memilih melalui kotak suara keliling
(KSK) namun diubah menjadi pos.
Sementara itu, seorang WNI di Mongolia yang telah menggunakan hak
pilihnya itu merupakan pindahan dari Osaka, Jepang.
"Tentu kami mengapresiasi warga kita di Mongolia yang secara aktif
melaporkan kepindahan itu untuk kami daftar sebagai pemilih di wilayah
kami," kata Edy.
Pada awal Desember 2018, saat PPLN Beijing berkunjung ke Mongolia masih
belum menemukan satu orang WNI pun untuk bisa didaftar sebagai pemilih.
Pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) yang dipusatkan di KBRI
Beijing digelar pada 14 April 2019. Namun untuk penghitungan surat
suara, termasuk yang dikirimkan melalui pos, baru bisa dilaksanakan pada
17 April 2019 yang bertepatan dengan pemilu serentak di Indonesia. (T.M038)
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com