Bila Prabowo Menangi Pilpres, Demokrat Disebut Dapat Jatah 8 Menteri
Selasa , 02 April 2019 | 10:43
Bila Prabowo Menangi Pilpres, Demokrat Disebut Dapat Jatah 8 Menteri
Sumber Foto Kompas
Prabowo Subianto
POPULER
Prabowo: Kapan Lagi Putra Banyumas Jadi Presiden?
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7555/hukumdanpolitik/read/7534/%22>Kapolri
Menghindar Ditanya Soal Kapolsek Diperintah Dukung Jokowi
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7555/hukumdanpolitik/read/7537/%22>Kasus
Eks Kapolsek Pasirwangi, Rocky Gerung: Ada Hal Lain di Balik Itu
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7555/hukumdanpolitik/read/7545/%22>Kabinet
Prabowo-Sandi, Hashim Sebut PAN 7 Menteri, PKS 6 Menteri
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7555/hukumdanpolitik/read/7535/%22>Tanggapi
Ancaman "People Power" Amien Rais, Jokowi: Jangan Takuti Rakyat!
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7555/hukumdanpolitik/read/7547/%22>
Listen to this
JAKARTA - Bagi-bagi jabatan menteri di kubu capres Prabowo Subianto
terus bergulir. Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) dijanjikan jatah 7
menteri dan PKS 6 menteri. Kini, Partai Demokrat disebut-sebut bakal
kebagian jatah 8 menteri.
/Cnnindonesia.com/mengutip petinggi Partai Demokrat menyebutkan, partai
itu dijanjikan jatah 8 kursi menteri seandainya pasangan calon
presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenangkan
Pilpres 2019.
Namun, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini belum mau
membicarakannya sebelum Prabowo-Sandi resmi menjadi pemenang."Delapan
[kursi menteri], tapi enggak kita bahas," ucap salah seorang petinggi
Partai Demokrat yang enggan disebut identitasnya, Senin (1/4/2019).
Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan partainya
enggan mendiskusikan jatah kursi menteri meski sudah dijanjikan Badan
Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan alias Syarief Hasan
mengatakan Prabowo-Sandi harus resmi dinyatakan menang terlebih dahulu.
Barulah setelah itu Demokrat mau bicara soal pembagian jatah kursi
menteri. Dia mengatakan partainya ingin fokus memenangkan paslon."Wah
menang dulu lah. Pikir aja belum," kata Syarief, Senin (1/4/2019).
Pihaknya enggan bicara soal jatah menteri bukan karena tidak puas dengan
jumlah kursi yang dijanjikan."Sama sekali tidak. Yang penting menang
dulu, setelah itu bikin rencana detail program-program untuk rakyat
sesuai komitmen kita ke rakyat," dalih Syarief.
Hal serupa diutarakan Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik.
Dia seolah enggan sesumbar Prabowo-Sandi pasti akan memenangkan Pilpres
2019. "Menang aja belum kok sudah ribut kursi. Menang dulu," katanya.
Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional
(BPN) Hashim Djojohadikusumo mengatakan telah ada kesepakatan dengan PAN
dan PKS terkait jatah kursi menteri. Sementara, lanjutnya, untuk Partai
lain seperti Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Berkarya masih
dalam tahap diskusi.
"Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri, enam untuk PKS,"
kata Hashim saat ditemui di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, Senin
(1/4/2019).
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief lantas menanggapi pernyataan Hashim.
Menurut Andi, tidak patut jika jatah kursi menteri sudah dibicarakan
sementara kontestasi masih berlangsung."Opsi kursi menteri tidak etis
dibicarakan sebelum koalisi menang," kata Andi, Senin (1/4/2019).
Andi mengaku pihaknya memang sudah diajak membicarakan pembagian
menteri. Namun, dia mengklaim Demokrat ingin lebih konsentrasi bagaimana
memenangkan pertarungan daripada membicarakan jatah menteri."Partai
Demokrat saat mendukung Pak Prabowo memang ditawari beberapa posisi
menteri. Namun Partai Demokrat tidak memilih untuk membahasnya," Andi
menambahkan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com