KPK: masyarakat jangan pilih caleg tawarkan amplop
* PILEG <https://pemilu.antaranews.com/pileg>
* 3 April 2019 00:25
KPU diminta hapus 17,5 Juta data pemilih bermasalahJubir KPK Febri
Diansyah di KPU, Jakarta, Selasa. (ANTARA/Dyah Dwi)
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak
masyarakat menolak dan tidak memilih caleg yang menawarkan amplop untuk
membeli suara dalam Pemilu 2019.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah usai melakukan pertemuan dengan
komisioner KPU RI di Jakarta, Selasa (2/4), mengatakan dalam kasus
terakhir dengan tersangka Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso,
ditemukan amplop berisi pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu untuk serangan
fajar.
"Apa iya harga diri, suara, dan nasib masyarakat dibeli dengan amplop
senilai hanya Rp20 ribu itu. Kami mengajak masyarakat menolak dan bahkan
tidak memilih caleg melakukan hal seperti itu," kata dia.
Pemilih, kata dia, juga harus jujur dan bersama memerangi politik uang.
Adanya kasus Bowo Sidik Pangarso menunjukkan masih ada pihak-pihak yang
menggunakan strategi politik uang untuk membeli suara masyarakat.
Hal itu dinilainya hanya fenomena gunung es yang harus diwaspadai
meskipun baru satu kasus terungkap,
ia berharap, kasus itu menjadi pengingat masyarakat.
Apabila masyarakat sudah menolak uang yang ditawarkan, caleg
diperkirakan akan berpikir ulang dalam memberi amplop karena sudah
mengeluarkan banyak uang, tetapi tidak dapat membeli suara masyarakat.
"Jadi ada dua sisi. Di satu sisi kerja pengawasan proses pemilu, KPK
dengan kewenangannya. Kemudian Bawaslu dengan undang-undang. Itu sangat
penting dan di sisi lain adalah kesadaran kita sebagai pemilih," kata
Febri Diansyah.
Bawaslu pun akan melakukan patroli saat masa tenang pada 14-16 April
2019 untuk mencegah politik uang yang rawan terjadi saat periode tersebut.
Patroli diharapkan memunculkan psikologi publik agar tidak mau menerima
dan memberi atas dasar menyuruh orang memilih seorang calon karena
dampaknya pidana.
Selain ancaman pidana, politik uang yang memiliki kerawanan tinggi di
Tanah Air, yakni meracuni kualitas proses pemilu.
Pewarta:Dyah Dwi Astuti
Editor: M. Hari Atmoko
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com