Tsamara Amany Sebut Golput Bukan Pengecut dan Akan Hargai Apapun Keputusan 
Mereka, Sindir Megawati?


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Tsamara Amany Sebut Golput Bukan Pengecut dan Akan Hargai Apapun Keputus...

Anggota TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Tsamara Amany Alatas, menyebut warga yang 
tidak menggunakan hak pilihnya at...
 |

 |

 |



Selasa, 2 April 2019 17:08 WIB

 
TRIBUN/DANY PERMANAKetua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany 
menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa 
(27/3/2018). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

 
TRIBUNSOLO.COM - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, 
Tsamara Amany Alatas, menegaskan bahwa warga yang tidak menggunakan hak 
pilihnya atau golput bukanlah pengecut.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkapkan bahwa ia tak akan 
lelah meyakinkan para golput.
Kendati demikian, Tsamara akan tetap menghargai apa pun keputusan warga.
Hal itu diungkapkannya melalui unggahan di akun Twitternya, @TsamaraDKI.


"Untuk kamu yang memilih #Golput, kamu bukan pengecut.
Kami tidak akan pernah lelah meyakinkan kalian.

Tapi apa pun keputusan kalian, kami pasti hargai. @psi_id," tulis Tsamara pada 
cuitan di akun Twitternya, @TsamaraDKI, Selasa (2/4/2019).
Pada unggahannya itu, ia menyertakan video pendek yang berisi pesan untuk para 
golput.
"Untuk kamu yang memilih golput, tidak, kami PSI tidak akan menyebutmu 
"pengecut", "tidak punya pendirian", atau sebutan lainnya," penggalan pesan 
yang tertulis dalam video tersebut.
Dalam video itu juga disebutkan bahwa PSI tidak akan memaksa jika ada yang 
memiliki pendapat berbeda.
"Kegagalan-kegagalan parpol yang ada telah membuatmu kecewa. PSI tidak akan 
memaksa jika ada yang memiliki pendapat berbeda.
PSI, berusaha sekuat tenaga meyakinkan kamu untuk memilih."
Dalam video itu dijelaskan juga bahwa PSI menyeleksi caleg secara terbuka, live 
di medsos dan melibatkan panelis independen.
"Kami seleksi caleg kami secara terbuka, LIVE di medsos.
Kami libatkan panelis independen yang berintegritas.
Caleg kami yang terpilih, WAJIB bersedia dipantau lewat aplikasi.
Kalau kamu belum yakin, berarti kami harus bekerja lebih keras meyakinkan 
pemilih. Kami nggak boleh ngambek dan meledek orang lain sebagai "pengecut".
"Apalagi sampai melabeli yang golput dengan "tidak punya harga diri". Bagi 
kami, yang tidak punya harga diri adalah mereka yang diberi amanah di DPR, tapi 
hanya berhasil menyelesaikan 5 RUU dari target 50 RUU. No offense, sekadar 
mengingatkan nih..."
Megawati Sebut Golput Sebagai Pengecut
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyebut 
warga yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput sebagai sosok pengecut.
Bagi Megawati, menentukan pilihan dengan mendatangi tempat pemungutan suara 
(TPS) menunjukkan harga diri dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia..
"Sebagai warga negara Indonesia jangan golput.. Golput itu pengecut.. Tidak 
punya pendirian dan harga diri," ujar Megawati saat berorasi dalam rapat umum 
PDI-P se- Solo Raya di GOR Pandawa Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten 
Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu ( 31/3/2019) siang, seperti dilansir 
TribunSolo.com dari Kompas.com.
Presiden RI Kelima itu menyatakan warga yang golput jangan lagi menjadi WNI..
Ia pun meminta kepada publik yang bangga menjadi warga Indonesia untuk datang 
ke TPS dan menentukan pilihannya.
Megawati menegaskan bila saat ini pemilih mencari rejeki di Indonesia maka 
semestinya menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak.
"Kalau tidak mau memilih mereka itu hidup di mana. Kalau cari rejeki Indonesia, 
saya katakan tua maupun muda kalian pengecut tidak berani datang ke TPS 
menunjukkan harga dirinya," jelas Megawati. (*)






Kirim email ke