Menperin: pengembangan industri 4.0 dongkrak pertumbuhan ekonomi
Jumat, 5 April 2019 14:44 WIB
Menperin: pengembangan industri 4.0 dongkrak pertumbuhan ekonomi
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (ANTARA/ Biro Humas
Kementerian Perindustrian)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan,
pengembangan ekonomi digital, termasuk revolusi industri 4.0 bertujuan
mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sekarang kita nomor 16 di dunia, dan pada 2030 Indonesia akan lolos
dari middle income trap. Nanti Indonesia bisa disebut upper middle
income country, sekarang masih masuk lower middle income country, tetapi
tahun depan sudah masuk middle income country,” kata Airlangga lewat
keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, pada 2030, Indonesia diperkirakan akan masuk 10 negara
besar dengan perekonomian terkuat di dunia.
Dengan implementasi industri 4.0, menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi
akan naik satu hingga dua persen, kemudian bisa membuka 17 juta lapangan
pekerjaan.
“Itu berdasarkan studi dari McKinsey, dan dari 17 juta itu, sebanyak 4
juta akan berada di sektor industri, sisanya ada di sektor jasa
penunjang industri, sehingga itu peluang sangat terbuka untuk kita,”
tegasnya.
Upaya yang dilakukan Kemenperin untuk mendorong wirausaha atau IKM dalam
era ekonomi digital, antara lain dengan memfasilitasi produk-produknya
bisa masuk ke pasar e-commerce melalui program e-Smart IKM yang telah
dicanangkan sejak 2017.
Selain itu, Kemenperin memacu tumbuhnya wirausaha industri baru dari
kalangan pondok pesantren melalui pelaksanaan program Santripreneur.
Menurut Airlangga, kalangan pesantren atau santri memiliki komunitas
tersendiri. Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi
mengingat sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi,
mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala kecil dan
menengah, serta memiliki inkubator bisnis.
“Seluruh potensi ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi
revolusi industri 4.0 dan langkang konkretnya, Kemenperin mendorong
misalnya di Pesantren Muhammadiyah Sragen, kami bantu untuk memproduksi
roti. Dengan demikian, ekosistem ekonomi berjalan dan terjadi
pengembangan entrepreneurship di pesantren,” tegasnya.
Airlangga menambahkan, selain di Sragen, Jawa Tengah, program
Santripreneur juga sudah berjalan di beberapa daerah lain seperti di
Bogor, Jawa Barat.
“Santripreneur diharapkan menghidupkan ekosistem ekonomi di lingkungan
pesantren, sehingga bisa memenuhi kebutuhan para santri sekaligus
menjadi unit usaha yang terus berkembang,” pungkasnya.
Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com