Nabi Sulaiman khan mbah'e zionist... he he he mesti ngaku keturunan siapa 
enaknya?

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 

 Bukankah dibilang Nabi Sulaiman itu dulunya berada di pulau Jawa jadi 
sepatutnya Pak Haji keturunan nabi tersebut, kalau cuma Prabu Siliwangi itu 
hanya baunya yang wangi  lain dari itu tidak ada.hehehehehe


 On Fri, Apr 5, 2019 at 10:19 PM Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> wrote:

 

   
 Jadi keturunan kafir?
 ---
 Ma'ruf Amin klaim masih keturunan Prabu Siliwangi 
https://pemilu.antaranews.com/berita/820225/maruf-amin-klaim-masih-keturunan-prabu-siliwangi
 PILPRES https://pemilu.antaranews.com/pilpres   4 April 2019 17:19
 
 Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, pada kampanye terbuka di Lapangan Cihuni, 
Kecamatan Pangatikan, Garut, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). (Antaranews/Riza 
Harahap) Garut (ANTARA) - 
Calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, kalau 
sebelumnya ada orang Sunda jadi wakil presiden, saat ini ada lagi orang Sunda 
yang tampil sebagai cawapres.

"Saya memiliki darah Sunda dari Sumedang. Kalau diurutkan silsilahnya, saya 
masih ada garis keturunan dari Prabu Siliwangi," kata Ma'ruf Amin.di Garut, 
Jawa Barat, Kamis.

Menurut KH Ma'ruf Amin, sebelumnya, ada wakil presiden pada era orde baru yang 
berdarah Sunda, yakni Umar Wirahadikusuma.

"Sudah lama tidak ada pemimpin nasional berdarah Sunda. Saat ini, ada lagi 
orang Sunda jadi cawapres. Saya berdarah Sunda dan ulama, tampil sebagai 
cawapres," katanya.

Karena itu, Kiai Ma'ruf meminta masyarakat di Jawa Barat, untuk mendukungnya 
memenangkan pemilu presiden 2019, sehingga ada lagi orang Sunda menjadi 
pemimpin nasional.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu no urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 
dan no urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Baca juga: Ma'ruf Amin kampanye di Garut untuk meraih kemenangan di Jabar 
https://www.antaranews.com/berita/820092/maruf-amin-kampanye-di-garut-untuk-meraih-kemenangan-di-jabar
 Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019





 
 
 
 
 


 

Kirim email ke