PDI Perjuangan: Opini pilpres curang berbahaya
* PILPRES <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 6 April 2019 11:12
Ada perlakuan khusus bagi pemilih disabilitasAnggota DPR RI dari Fraksi
PDI Perjuangan, Charles Honoris. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan
opini yang berusaha dibangun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bahwa
pemilihan presiden berpotensi diwarnai kecurangan sangat berbahaya.
"Bukan hanya karena telah memperkeruh situasi politik yang semakin panas
menjelang hari pencoblosan, tetapi juga berpotensi menciptakan konflik
jika hasil akhir pemilu tidak sesuai keinginan mereka," kata Charles di
Jakarta, Sabtu.
Charles menyebut pernyataan Prabowo bahwa pihaknya harus menang dengan
selisih suara minimal 25 persen karena belasan persen suara akan dicuri
adalah rangkaian dari opini kecurangan yang coba dibangun kubu pasangan
capres-cawapres nomor urut 02 untuk mendelegitimasi pemilu.
"Cara ini sebelumnya kerap digunakan oleh BPN dengan menyuarakan
pernyataan yang sangat 'maksa' bahwa hanya kecurangan yang bisa
mengalahkan 02," ujarnya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa sekarang ini bukan
era Orde Baru di mana penguasa bisa dengan seenaknya mengatur hasil pemilu.
"Lagian ketika semua lembaga survei menempatkan elektabilitas 01 jauh di
atas 02, seharusnya kami yang takut suaranya dicuri, bukan sebaliknya,"
tukas Charles.
Mengutip hasil survei SMRC pada Januari 2019, Charles mengatakan
mayoritas, sekitar 80 persen, publik percaya pada integritas KPU dalam
menyelenggarakan pemilu. Dengan demikian, opini kecurangan pemilu jelas
bertentangan dengan opini masyarakat luas.
"Janganlah setelah melihat banyak survei yang memprediksi 02 kalah
telak, lantas opini kecurangan ini dibangun. Upaya itu pasti akan
sia-sia karena mandat kekuasaan datangnya dari rakyat, bukan dari elit
yang mulai teriak curang saat dirinya terjepit," katanya.
Charles meminta KPU tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh
opini-opini yang dibangun untuk mendeligitimasi penyelenggaraan pemilu
yang tinggal beberapa hari ke depan.
"Toh, rakyat sudah memberikan kepercayaan penuh pada KPU untuk
menyelenggarakan pesta demokrasi yang jujur dan adil," ujar Charles.
Anggota Komisi I DPR RI ini juga meminta aparat keamanan untuk
mengantisipasi potensi gangguan keamanan terkait penyelenggaraan pemilu
sejak dini.
Pilpres 2019 diikuti oleh dua pasangan calon capres-cawapres, yaitu
nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno.
*Baca juga:Ketua KPU RI: tuduhan curang sangat menyesakkan
<https://www.antaranews.com/berita/812384/ketua-kpu-ri-tuduhan-curang-sangat-menyesakkan>*
Pewarta:Sigit Pinardi
Editor: Ganet Dirgantara
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com