*Siapa yang menyuap dan berapa banyak fulus hasil suapan yang tidak
dikembalikan? Apa komentar menteri PUPR tentang suapan ini dan apakah
beliau tidak mengetahui adanya suapan? Mengingat uang suapan termasuk dalam
kalkulasi ongkos pembuatan infrastruktur, antara lain jembatan dan jalan
dsb, jadi pertanyaannya bagaimana dengan kwalitas proyek-proyek yang
dilaksanakan? *


https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/06/04/2019/puluhan-pejabat-kementerian-pupr-kembalikan-uang-suap-total-mencapai-rp-46-m/



*Puluhan Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang Suap, Total Mencapai Rp
46 M*

HUKUM & KRIMINAL <https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/>

6 April 2019, 14:08:04 WIB


*Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat diwawancara awak media (Dery
Ridwansyah/JawaPos.com)*

   -


JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyita uang senilai
miliaran rupiah dari puluhan pejabat, di lingkungan Kementerian PUPR.
Miliaran uang yang disita terkait dengan kasus dugan suap proyek sistem
penyediaan air minum SPAM.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, uang ini disita dalam bentuk
belasan pecahan mata uang, termasuk dari negara Israel.

Dia menjelaskan, ada 14 jenis mata uang yang berbeda yang disita KPK dengan
besaran yang berbeda-beda pula. Namun, apabila dirupiahkan, total uang yang
disita kurang lebih Rp 46 miliar. “Total Rp 46 miliar itu disita dari 75
orang. Di antara 75 orang itu, ada 69 pejabat di lingkungan Kementerian
PUPR yang mengembalikannya ke KPK,” ucapnya pada awak media, Sabtu (6/4).

Dia pun memaparkan uang-uang yang terdiri dari 14 jenis mata uang, yaitu
rupiah Indonesia senilai Rp 33.466.729.500 ; dolar Amerika Serikat senilai
USD 481.600 (dikonversikan menjadi Rp 6.820.539.600); dolar Singapura SGD
305.312 (dikonversikan menjadi Rp 3.192.793.797); dolar Australia AUD
20.500 (dikonversikan menjadi Rp 207.080.750); dolar Hong Kong 147.240
(dikonversikan menjadi Rp 266.018.508); Euro EUR 30.825 (dikonversikan
menjadi Rp 490.094.380); poundsterling Inggris GBP 4.000 (dikonversikan
menjadi Rp 74.285.000); ringgit Malaysia RM 345.712 (dikonversikan menjadi
Rp 1.199.669.627); yuan China CNY 85.100 (dikonversikan menjadi Rp
179.442.588); won Korea Selatan KRW 6.775.000 (dikonversikan menjadi Rp
84.421.911) ; bath Thailand THB 158.470 (dikonversikan menjadi Rp
70.496.964); yen Jepang JPY 901.000 (dikonversikan menjadi Rp 114.386.455);
dong Vietnam VND 38.000.000 (dikonversikan menjadi Rp 23.204.281); shekel
baru Israel ILS 1.800 (dikonversikan menjadi Rp 7.113.280).

Mantan aktivis ICW ini menduga, pembagian uang-uang ini kepada para pejabat
PUPR terkait proyek yang melibatkan puluhan pejabat maupun 8 pihak yang
sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal
pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum,”
imbuhnya.

Dia menambahkan, pengembalian uang yang diterima ini sudah dilakukan sejak
kasus suap terkait korupsi proyek SPAM diusut KPK. “Selama proses
penyidikan, kami memang sudah menerima dan menyita uang dari pejabat pupr,”
tukasnya.

Untuk diketahui, dalam pusaran kasus ini, KPK menduga PT Wijaya Kusuma
Emindao (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) memberikan suap pada
pejabat PUPR demi memenangi lelang proyek SPAM 2017-2018. Hasilnya, kedua
perusahaan itu menang lelang 12 proyek dengan nilai Rp 429 miliar.

Suap diduga senilai 10 persen dari nilai masing-masing proyek. Duit panas
itu kemudian diduga dibagi lagi, yaitu 7 persen untuk kepala satuan kerja
(Kasatker) dan 3 persen untuk pejabat pembuat komitmen (PPK). Empat orang
PPK juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka ialah Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja
SPAM  Strategis atau PPK SPAM Lampung, Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM
Katulampa, Teuku Moch Nazar selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, dan
Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba.

Editor : Kuswandi

Kirim email ke