Kok uang suap tidak disita negara ? Pada tanggal Min, 7 Apr 2019 pukul 09.35 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > > *Siapa yang menyuap dan berapa banyak fulus hasil suapan yang tidak > dikembalikan? Apa komentar menteri PUPR tentang suapan ini dan apakah > beliau tidak mengetahui adanya suapan? Mengingat uang suapan termasuk dalam > kalkulasi ongkos pembuatan infrastruktur, antara lain jembatan dan jalan > dsb, jadi pertanyaannya bagaimana dengan kwalitas proyek-proyek yang > dilaksanakan? * > > > > https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/06/04/2019/puluhan-pejabat-kementerian-pupr-kembalikan-uang-suap-total-mencapai-rp-46-m/ > > > > *Puluhan Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang Suap, Total Mencapai Rp > 46 M* > > HUKUM & KRIMINAL <https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/> > > 6 April 2019, 14:08:04 WIB > > > *Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat diwawancara awak media (Dery > Ridwansyah/JawaPos.com)* > > - > > > JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyita uang > senilai miliaran rupiah dari puluhan pejabat, di lingkungan Kementerian > PUPR. Miliaran uang yang disita terkait dengan kasus dugan suap proyek > sistem penyediaan air minum SPAM. > > Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, uang ini disita dalam bentuk > belasan pecahan mata uang, termasuk dari negara Israel. > > Dia menjelaskan, ada 14 jenis mata uang yang berbeda yang disita KPK > dengan besaran yang berbeda-beda pula. Namun, apabila dirupiahkan, total > uang yang disita kurang lebih Rp 46 miliar. “Total Rp 46 miliar itu disita > dari 75 orang. Di antara 75 orang itu, ada 69 pejabat di lingkungan > Kementerian PUPR yang mengembalikannya ke KPK,” ucapnya pada awak media, > Sabtu (6/4). > > Dia pun memaparkan uang-uang yang terdiri dari 14 jenis mata uang, yaitu > rupiah Indonesia senilai Rp 33.466.729.500 ; dolar Amerika Serikat senilai > USD 481.600 (dikonversikan menjadi Rp 6.820.539.600); dolar Singapura SGD > 305.312 (dikonversikan menjadi Rp 3.192.793.797); dolar Australia AUD > 20.500 (dikonversikan menjadi Rp 207.080.750); dolar Hong Kong 147.240 > (dikonversikan menjadi Rp 266.018.508); Euro EUR 30.825 (dikonversikan > menjadi Rp 490.094.380); poundsterling Inggris GBP 4.000 (dikonversikan > menjadi Rp 74.285.000); ringgit Malaysia RM 345.712 (dikonversikan menjadi > Rp 1.199.669.627); yuan China CNY 85.100 (dikonversikan menjadi Rp > 179.442.588); won Korea Selatan KRW 6.775.000 (dikonversikan menjadi Rp > 84.421.911) ; bath Thailand THB 158.470 (dikonversikan menjadi Rp > 70.496.964); yen Jepang JPY 901.000 (dikonversikan menjadi Rp 114.386.455); > dong Vietnam VND 38.000.000 (dikonversikan menjadi Rp 23.204.281); shekel > baru Israel ILS 1.800 (dikonversikan menjadi Rp 7.113.280). > > Mantan aktivis ICW ini menduga, pembagian uang-uang ini kepada para > pejabat PUPR terkait proyek yang melibatkan puluhan pejabat maupun 8 pihak > yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. > > “KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal > pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum,” > imbuhnya. > > Dia menambahkan, pengembalian uang yang diterima ini sudah dilakukan sejak > kasus suap terkait korupsi proyek SPAM diusut KPK. “Selama proses > penyidikan, kami memang sudah menerima dan menyita uang dari pejabat pupr,” > tukasnya. > > Untuk diketahui, dalam pusaran kasus ini, KPK menduga PT Wijaya Kusuma > Emindao (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) memberikan suap pada > pejabat PUPR demi memenangi lelang proyek SPAM 2017-2018. Hasilnya, kedua > perusahaan itu menang lelang 12 proyek dengan nilai Rp 429 miliar. > > Suap diduga senilai 10 persen dari nilai masing-masing proyek. Duit panas > itu kemudian diduga dibagi lagi, yaitu 7 persen untuk kepala satuan kerja > (Kasatker) dan 3 persen untuk pejabat pembuat komitmen (PPK). Empat orang > PPK juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. > > Mereka ialah Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan > Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Meina Woro Kustinah selaku PPK > SPAM Katulampa, Teuku Moch Nazar selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, > dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba. > > Editor : Kuswandi > > > >
