*Kalau bank dirampok biasanya ada pembantu terdiri dari orang dalam bank yang memberikan info tentang keadaan bank, sama halnya kalau negara dirampok. Kalau berhasil dirampok, maka para pembantu dapat bagian. Para pembantu, kalau tidak keliru disebut komparador, jadi pertanyaannya apakah mungkin komparador dipertiadakan dan apakah mungkin sekalipun rezim berganti orang-orangnya?*
-------- *Prabowo: Ini Republik yang Sudah Dirampok* [image: Prabowo: Ini Republik yang Sudah Dirampok]Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A ) - Menurut Prabowo, Indonesia sekarang bukan seperti negara yang dibelanya ketika masih aktif sebagai prajurit TNI. Prabowo mengungkap, banyak pejabat yang seolah-olah menjadi raja ketika berkuasa. Carlos KY Paath / JAS Minggu, 7 April 2019 | 10:05 WIB *Jakarta, Beritasatu.com* – Calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto mengaku sempat ditanya wartawan asing alasan dirinya terjun ke politik. Padahal, secara kehidupan, Prabowo sudah mapan, dan bagian dari elite. Menurut Prabowo, Indonesia sekarang bukan seperti negara yang dibelanya ketika masih aktif sebagai prajurit TNI. “Ini bukan republik yang saya pertaruhkan nyawa saya. Ini bukan republiknya Bung Karno, bukan republiknya Bung Hatta,” kata Prabowo. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019). “Bukan republiknya pendiri bangsa Indonesia. Ini adalah republik yang sudah dirampok,” tegas Prabowo. Prabowo mengungkap, banyak pejabat yang seolah-olah menjadi raja ketika berkuasa. Menurut Prabowo, para pejabat kerap melupakan bahwa jabatan itu karena sumbangsih rakyat Indonesia. “Saya jadi letjen, karena rakyat Indonesia,” ucap Prabowo. Prabowo pun menyebut, “Rakyat yang memberi pangkat kepada saya. Rakyat yang mengirim saya sekolah ke Amerika, Jerman, Australia, rakyat yang kirim, bukan Prabowo yang hebat.” Prabowo juga selalu mengingatkan hal itu kepada juniornya di TNI, Polri, dan intelijen. “Saya bicara kepada adik-adik saya yang masih aktif di tentara, polisi, di intelijen, saya bicara, 'Kau harus setia kepada rakyat Indonesia. Sumpahmu untuk membela seluruh rakyat Indonesia, bukan satu golongan saja,'" kata Prabowo. "Adik-adikku, kau yang punya bintang-bintang di pundak, yang punya bintang-bintang di dada, ingat, bintang-intang itu diberikan oleh rakyat indonesia. Percayalah sama aku sebagai kakakmu, kekuasaan tidak akan lama. Jadi, jangan menyakiti rakyat yang membesarkan engkau. Jangan kau kira rakyat takut dengan senjata? Tidak ada kekuatan senjata di dunia yang bisa melawan kekuatan rakyat,” ungkap Prabowo.
