https://bisnis.tempo.co/read/1193267/laporan-the-economist-jokowi-diprediksi-menang-tapi/full&view=ok
Laporan The Economist : Jokowi Diprediksi
Menang, Tapi ...
Reporter:
Dias Prasongko
Editor:
Rahma Tri
Minggu, 7 April 2019 15:27 WIB
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi berjalan
di hadapan ribuan pendukungnya saat kampanye akbar di Batam, Kepulauan
Riau, Sabtu, 6 April 2019. ANTARA
<https://statik.tempo.co/data/2019/04/06/id_832258/832258_720.jpg>
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi berjalan
di hadapan ribuan pendukungnya saat kampanye akbar di Batam, Kepulauan
Riau, Sabtu, 6 April 2019. ANTARA
TEMPO.CO, Jakarta - Laporan The Economist Intelligence Unit, salah satu
unit dari majalah The Economist memprediksi bahwa calon presiden nomor
urut 01 Joko Widodo atau Jokowi
<https://pilpres.tempo.co/read/1192942/pendukung-jokowi-maruf-yogya-akan-gelar-kampanye-puncak>bakal
menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 17 April 2019 mendatang.
Dengan kemenangannya, maka Jokowi akan memastikan bahwa reformasi iklim
usaha akan ia lanjutkan pada lima tahun kedua, meski diperkirakan tidak
berubah drastis.
Baca: Pidato Prabowo di Kampanye Akbar: Sindir Jokowi - Listrik Turun
<https://pilpres.tempo.co/read/1193181/pidato-prabowo-di-kampanye-akbar-sindir-jokowi-listrik-turun>
"Kami mengantisipasi jika Jokowi menang, maka deregulasi untuk perbaikan
iklim bisnis akan terjadi sedikit demi sedikit dan pembukaan untuk
investasi asing dilakukan secara gradual. Big Bang reformasi terdengar
elusif," tulis laporan The Economist Intelligence Unit yang dikutip
Ahad, 7 April 2019.
The Economist Intelligence Unit memprediksi Jokowi menang dalam Pilpres
2019 mengalahkan Prabowo karena beberapa hal. Pertama, banyaknya
dukungan dari partai dan juga legislator yang ada di baliknya.
Faktor kedua yang mendukung kemenangannya adalah bukti keberhasilan
Jokowi dalammenjaga kondisi ekonomi makro serta peningkatan pada bidang
kesehatan dan edukasi. Ketiga, Jokowi juga dinilai berhasil mengubah
secara gradual kondisi infrastruktur nasional. "Keberhasilan ini bakal
membantu Jokowi untuk memenangkan pemilihan presiden," tulis laporan
tersebut.
Analis The Economist Intelligence Unit Anwita Basu menilai setelah
menang, Jokowi dipastikan bakal melanjutkan reformasi di sektor bisnis
selama lima tahun ke depan. Namun demikian, usaha Jokowi untuk menggarap
pemilih Islam yang konservatif juga membawa risiko bagi kepemimpinanya
ke depan.
Selain itu, kegagalan Jokowi dalam mereformasi kondisi HAM di Indonesia
juga membawa konsekuensi kepada kepemimpinanya. "Pemilih muda yang
berhaluan liberal dan juga kaum minoritas adat tidak lagi banyak
mendukungnya seperti pada 2014," kata Anwita.
Sebaliknya, jika Prabowo Subianto justru menang dalam pemilihan ini,
diperkirakan bakal memberikan tantangan bagi para pebisnis asing yang
bakal menanamkan investasinya. Bahkan, kondisi stabilitas fiskal
diprediksi bakal teracam dengan kebijakan Prabowo yang menyatakan bakal
memotong pajak.
"Resep kebijakan yang disampaikan Prabowo
<https://pilpres.tempo.co/read/1193232/tkn-jokowi-kampanye-akbar-prabowo-kental-politik-identitas>
bisa mengancam kondisi stabilitas makro ekonomi nasional dan
pendekatanya pada kebijakan proteksionis bisa membahayakan investor
asing," kata Anwita.
DIAS PRASONGKO
------------------------------------------------------------------------