https://bisnis.tempo.co/read/1193141/boeing-co-akhirnya-mengaku-salah/full&view=ok


 Boeing Co. Akhirnya Mengaku Salah

Reporter:


       Antara

Editor:


       Rahma Tri

Minggu, 7 April 2019 07:34 WIB
Boeing 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines tiba di bandara internasional Jomo Kenyatta di ibu kota Kenya, Nairobi, 27 April 2013. [REUTERS / Thomas Mukoya] <https://statik.tempo.co/data/2019/03/11/id_825433/825433_720.jpg>

Boeing 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines tiba di bandara internasional Jomo Kenyatta di ibu kota Kenya, Nairobi, 27 April 2013. [REUTERS / Thomas Mukoya]

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Boeing Co. <https://bisnis.tempo.co/read/1192730/kata-boeing-soal-penyebab-ethiopian-airlines-dan-lion-air-jatuh> akhirnya mengakui bahwa sistem penerbangan pesawat tipe 737 Max 8 menjadi penyebab dua kecelakaan tragis yang menimpa Lion Air JT610 dan Ethiopian Airlines ET302. Chief Executive Officer Boeing, Dennis Muilenburg, menyatakan penyesalan yang mendalam atas nyawa yang hilang dalam dua kecelakaan pesawat B737 Max 8 tersebut.

*Baca juga: Ethiopian Airlines 302 Diduga Jatuh karena Gagal Baca Sensor <https://dunia.tempo.co/read/1192652/ethiopian-airlines-302-diduga-jatuh-karena-gagal-baca-sensor/full&view=ok>*

“Tragedi ini terus membebani hati dan pikiran kami,” ujarnya dalam situs resmi Boeing pada Kamis 4 April 2019 waktu setempat.

Muilenburg pun juga mencuitkan rasa menyesalnya itu ke akun Twitternya. Seperti dikutip Antara, Sabtu 6 April 2019, bos pabrikan pesawat terbesar Amerika Serikat itu mewakili seluruh karyawan Boeing menyampaikan simpati kepada keluarga korban para penumpang dan kru pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Dalam rilis laporan awal investigasi kecelakaan Penerbangan Ethiopian Airlines, Muilenburg mengatakan bahwa dua kecelakaan yang melibatkan 737 MAX 8 terjadi akibat kesalahan aktivasi fungsi /Maneuvering Characteristics Augmentation Sysmtem /(MCAS).

MCAS atau sistem /anti-stall /bekerja lewat sensor yang terpasang di hidung pesawat. Saat posisi hidung berada terlalu jauh ke atas, sistem tersebut akan memanipulasi ekor pesawat untuk menjaga ketinggian pesawat.

Namun, sensor itu punya celah untuk memberikan respon pembacaan yang salah. Akhirnya, sistem itu justru membuat hidung pesawat menukik tajam ke bawah. Pilot pun tak bisa mengendalikan pesawat seperti kasus yang terjadi pada Ethiopian Airlines.


 Boeing Co. Akhirnya Mengaku Salah

Reporter:


       Antara

Editor:


       Rahma Tri

Minggu, 7 April 2019 07:34 WIB
Boeing 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines tiba di bandara internasional Jomo Kenyatta di ibu kota Kenya, Nairobi, 27 April 2013. [REUTERS / Thomas Mukoya] <https://statik.tempo.co/data/2019/03/11/id_825433/825433_720.jpg>

Boeing 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines tiba di bandara internasional Jomo Kenyatta di ibu kota Kenya, Nairobi, 27 April 2013. [REUTERS / Thomas Mukoya]

Terkait cacat sistem MCAS ini, Muilenburg menyebut pihaknya telah bekerja tanpa lelah bersama Federasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) semenjak tragedi Lion Air. Boeing bersama pihak lainnya pun berupaya untuk menyelesaikan dan mengimplementasikan perangkat lunak demi memastikan kecelakaan naas tersebut tak akan pernah terjadi lagi.

BACA: Pembaruan Software Boeing 737 MAX Molor dari Target <https://bisnis.tempo.co/read/1191568/pembaruan-software-boeing-737-max-molor-dari-target>

"Pembaruan ini, bersamaan dengan pemberian pelatihan dan materi pendidikan tambahan yang diinginkan pilot setelah terjadinya insiden kecelakaan. Harapannya, hal itu bisa menghilangkan kemungkinan aktivasi MCAS yang tak diinginkan dan mencegah kecelakaan akibat MCAS tak terulang lagi,” Muilenburg menerangkan.

Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawati Moges mengatakan, pola jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines sama seperti kasusLion Air. <https://bisnis.tempo.co/read/1192458/nego-soal-b-737-max-8-garuda-temui-bos-boeing-di-beijing>Pilot dari kedua pesawat itu disebut kesulitan memegang kontrol kembali setelah sistem MCAS aktif. "Para kru telah melakukan semua prosedur berulang kali yang disediakan oleh pabrikan [Boeing], tetapi tetap saja tidak dapat mengendalikan pesawat," tutur Moges.

BISNIS

Sebelumnya <https://bisnis.tempo.co/read/1193141/boeing-co-akhirnya-mengaku-salah?page_num=1> 1 <https://bisnis.tempo.co/read/1193141/boeing-co-akhirnya-mengaku-salah?page_num=1>2






Kirim email ke