Luhut: Program 1 Juta Nelayan Berdaulat akan jadi program ungggulan
Senin, 8 April 2019 13:05 WIB
Luhut: Program 1 Juta Nelayan Berdaulat akan jadi program ungggulan
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (ketiga dari kanan) saat
meluncurkan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat didampingi oleh Direktur
Utama PT Telkom Indonesia Alex J Sinaga (paling kiri) di Jakarta, Senin
(8/4/2019). (ANTARA/Aji Cakti)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman ingin
menjadikan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat sebagai program unggulan,
dan diharapkan mampu memajukan sektor maritim di Indonesia.
"Program ini akan kami jadikan program unggulan atau prioritas Deputi
Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman
terhadap program nasional yang tertuang dalam Presiden No.16 Tahun 2017
Tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) untuk mensukseskan Indonesia
menjadi negara poros maritim dunia," ujar Menko Bidang Kemaritiman Luhut
Binsar Panjaitan di Jakarta, Senin.
"Kemenko Bidang Kemaritiman memprakarsai sebuah program yang kami sebut
dengan Program Satu Juta Nelayan Berdaulat," tuturnya.
Kementerian Bidang Kemaritiman, didukung oleh Badan Usaha Milik Negara
serta Asosiasi Pemerintah Bidang Kepulauan dan Pesisir Indonesia
(Aspeksindo), pada Senin meluncurkan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat.
Program ini segera dilaksanakan di 300 kabupaten atau kota wilayah
pesisir Indonesia dengan target peserta berjumlah 300 ribu nelayan
hingga akhir tahun 2019.
Melalui Program 1 Juta Nelayan Berdaulat, pendapatan nelayan meningkat
minimal 10 juta per bulan, terciptanya metode pemasaran hasil laut yang
terintegrasi, efisien dengan rantai suplai chain yang pendek, terdatanya
informasi persebaran ikan dan beragam hal lainnya.
CEO FishOn Fajar Widisasono, sebagai mitra pendukung teknologi Program 1
Juta Nelayan Berdaulat, mengungkapkan bahwa melalui dukungan teknologi
nelayan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut yang selama ini
hanya 7 persen menjadi minimal 17 persen dengan aplikasi FishOn.
"Nelayan mendapatkan dukungan teknologi dan pemasaran hasil laut yang
disediakan oleh FishOn," kata Fajar.
Dia menjelaskan bahwa FishOn merupakan aplikasi untuk nelayan berbasis
android dengan fitur pencarian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan,
komunikasi atauatau chatting, pencatatan hasil tangkapan ikan (logbook),
panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fltur
pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari-hari yang
terhubung dengan koperasi nelayan.
Program 1 Juta Nelayan Berdaulat dilatarbelakangi oleh fakta bahwa
kekayaan laut Indonesia menurut data UNDP pada tahun 2017 sebesar 2,5
triliun dolar AS per tahun dan baru dapat dimanfaatkan sebesar 7 persen
karena minimnya teknologi.
Jumlah nelayan Indonesia yang berjumlah 2,7 juta menurut data
Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2017, semakin tahun
jumlahnya berkurang karena minat menjadi nelayan rendah. Nelayan dengan
jumlah hampir tiga juta ini mayoritas berada dalam ambang batas
kemiskinan dan menyumbang 25 persen angka kemiskinan nasional.
*Baca juga:Capres-cawapres diharapkan bangkitkan optimisme kelola
kelautan
<https://www.antaranews.com/berita/798283/capres-cawapres-diharapkan-bangkitkan-optimisme-kelola-kelautan>
Baca juga:Nelayan masa kini cek aplikasi sebelum melaut
<https://www.antaranews.com/berita/813408/nelayan-masa-kini-cek-aplikasi-sebelum-melaut>*
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com