Cadangan devisa Indonesia naik jadi 124,5 miliar dolar hingga Maret
Senin, 8 April 2019 11:34 WIB
Cadangan devisa Indonesia naik jadi 124,5 miliar dolar hingga Maret
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko (kiri).
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta (ANTARA) - Jumlah cadangan devisa Indonesia bertambah 1,2 miliar
dolar AS menjadi 124,5 miliar dolar AS pada akhir Maret 2019, dibanding
123,3 miliar dolar AS pada Februari 2019 karena penerimaan devisa migas
dan valas dari sektor lainnya.
"Cadangan devisa itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta
menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Direktur
Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan
tertulis di Jakarta, Senin.
Adapun jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0
bulan impor, atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
tiga bulan impor.
Sejak awal tahun, jumlah cadangan devisa memang terus menunjukkan
peningkatan.
Pada Januari 2019 jumlah cadangan devisa tercatat 120,10 miliar, yang
kemudian bertambah menjadi 123,27 miliar dolar AS pada Februari 2019,
salah satunya dipicu penerbitan Sukuk global pemerintah.
Kemudian pada Maret 2019 cadangan devisa bertambah menjadi 124,5 miliar
Bank Sentral memandang ke depannya, cadangan devisa akan terus memadai
karena keyakinan investor terhadap stabilitas dan prospek perekonomian
domestik.
*Baca juga:Didukung stabilitas makro domestik, IHSG ditutup menguat
<https://www.antaranews.com/berita/790383/didukung-stabilitas-makro-domestik-ihsg-ditutup-menguat>
Baca juga:BI fokus jaga stabilitas makro ekonomi
<https://www.antaranews.com/berita/608114/bi-fokus-jaga-stabilitas-makro-ekonomi>*
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Budi Suyanto
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com