Bagaimana caranya bisa menunjukkan autentik Srikandi adalah transgender, yang 
namanya budaya jelas dari turun menurun baik dalam bentuk cerita oral, 
tertulis, ataupun bentuk lain seperti wayang orang/kulit dlsb. Saya termasuk 
suka cerita wayang sejak puluhan tahun lalu termasuk lelakon Srikandi itu yg 
dari wanita jadi lelaki untuk berperang melawan Resi Bisma dan itu ada dalam 
berbagai versi, versi yg umum saya ketahui versi tukar kelamin dgn yaksa itu, 
tetapi memang banyak dalam budaya Indonesia sesuatu yg didapat dari hasil 
berdoa atau mungkin pakai istilah lain seperti bertapa meminta sesuatu. Bisa 
juga anda telusuri dari kisah Mahabarata dari India, juga Srikandi dari wanita 
jadi laki2.

    On Monday, April 8, 2019, 9:50:47 AM PDT, [email protected] 
<[email protected]> wrote:  
 
  
| Saya harapkan anda bisa menunjukkan autentik yang menyimpulkan bahwa 
"Srikandi adalah transgender dari wanita jadi laki-laki".Sebab kalau karangan 
tentang cerita wayang itu bisa 1001 macam. Jadi yang anda petikkan dibawah itu 
karangan beberapa orang saja. Apalagi hanya dengan berdoa lalu berganti jenis, 
hehe, opo tumon? Lebih baik kalau kita mempelajari serius masalah LGBT yang 
semakin mengglobal sekarang ini. salam, Titiek Maslam    -------Oorspronkelijk 
bericht------- Van: Jonathan GoeijDatum: 8-4-2019 17:58:54Aan: 
[email protected];  [email protected]: Re: [GELORA45] 
Brunei terapkan hukuman rajam LGBT, komisioner HAM PBB sebut 'hukum kejam dan 
tak manusiawi' 

On Monday, April 8, 2019, 8:40:17 AM PDT, [email protected] 
<[email protected]> wrote: 
Kalau anda lihat wayang orang/kulit ataupun berbagai buku cerita akan didapati 
Srikandi adalah wanita yg jadi laki, di internet ada buku2 karangan RA Kosasih 
yang bisa di googling sebentar. Ini saya kutipkan dari wikipedia kisah Srikandi 
tsb yg menunjukkan dari wanita jadi laki2: "Di tengah hutan, Srikandi berdoa 
dan berganti jenis kelamin menjadi laki-laki.[2] Menurut versi lain, ia kabur 
dari Panchala, lalu bertemu seorang yaksa yang kemudian menukar jenis 
kelaminnya kepada Srikandi. Setelah kematiannya, kejantanannya dikembalikan 
kembali kepada yaksa.[3]" Transgender jaman sekarang tentu merubah kelamin 
melalui operasi bukan sekedar berdoa ataupun tukar kelamin dgn yaksa.
Wanita berperan sebagai lelaki ataupun lelaki berperan sebagai wanita 
menunjukkan pandangan masyarakat yang terbuka dan tidak mempermasalahkan sama 
sekali bahkan menerima adanya lintas gender, masyarakat sekarang mungkin tidak 
menerima karena pengaruh agama dan sama sekali bukan dasar budaya Indonesia. 
Seperti saya sebutkan sebelumnya LGBT ada dalam budaya Indonesia, seperti 
contoh Warok Ponorogo dgn gemblakannya itu.
|  Sdr, Jonathan yb.,Hal yang baru bagi saya bahwa "Srikandi adalah trangender 
dari wanita jadi laki-laki".- kutipan dari tulisan anda di bawah. Dapatkah 
saudara menguraikan hal ini dari awalnya beserta pembuktiannya ? Jika masalah 
permainan panggung teatral saya kira tak ada hubungannya dengan LGBT pengertian 
umum  dan issue dalam masyarakat dewasa ini. Seperti misalnya Arjuna dimainkan 
oleh wanita, ataupun Ludruk Marhaen  di jaman Orla, laki-laki memainkan sebagai 
wanita - mereka bukan LGBT, saya kenal sebagian dari mereka, mereka berkeluarga 
biasa, punya anak dan isteri; misal yang lain memainkan di panggung pethilan 
cerita wayang  di mana Gatotkaca gandrung sering dimainkan juga oleh wanita 
yang fisiknya sepadan. Waktu SMA saya ikut dalam grup menari  memainkan 
beberapa cerita pethilan Jawa. Jadi harap menjadi tahu, argumen anda " Arjuna 
yg ngganteng selalu dimainkan oleh perempuan." dalam kaitannya masalah LGBT 
dalam issue masyarakat sekarang tidak bisa diterima.  salam, Titiek Maslam  |

 |
| 
|  |  |

 |


| 
|   |

 |
| 
| GRATIS animaties voor je e-mail  | 
|  |  |  |
|  |  |  |
|  |  | Klik hier!  |  |  |
|  |  |  |
|  |  |  |

 |

 |
| 
|   |

 |


|
|  |

   

Kirim email ke