Polisi investigasi kecelakaan tambang bawah tanah PT Freeport
Rabu, 10 April 2019 10:21 WIB
Polisi investigasi kecelakaan tambang bawah tanah PT Freeport
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto. (ANTARA News Papua/Evarianus Supar)
Timika (ANTARA) - Kepolisian Resor Mimika dibantu Tim Polda Papua kini
tengah melakukan investigasi kasus kecelakaan di lokasi tambang PT
Freeport Indonesia, Tembagapura yang merenggut korban jiwa dua
pekerjanya pekan lalu.
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika, Rabu, mengatakan
kegiatan investigasi tersebut melibatkan pihak PT Freeport sendiri
maupun Tim Inspeksi Tambang Kementerian ESDM.
"Tim sementara sedang bekerja di Tembagapura. Investigasi dilakukan
untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan yang terjadi di area
tambang PT Freeport pekan lalu itu," kata AKBP Agung.
Sebagaimana diketahui, dua pekerja PT Freeport Indonesia ditemukan dalam
kondisi meninggal dunia pada Sabtu (6/4) setelah tertimbun material
longsor di area tambang bawah tanah Ore Bin 6, jalur pengangkut bijih,
Mile 74, Tembagapura.
Kedua korban tewas atas nama Taufiq Adnin Rasyad (40), jabatan Foreman
DOZ-Ore Flow Ops dan Kawi Yanto Waroy (24) karyawan Ore Flow Support
Crew itu tertimbun material longsor sejak Rabu (3/4).
Korban atas nama Taufiq Adnin Rasyad diketahui telah bekerja di PT
Freeport selama lebih dari 20 tahun, sedangkan Kawi Waroy baru bergabung
ke PT Freeport sejak Juli 2017.
Kedua korban telah dikebumikan di kampung halamannya masing-masing yaitu
di Palopo, Sulawesi Selatan dan Sorong, Papua Barat.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan perusahaannya
telah melakukan investigasi internal.
"Atas insiden ini kami telah mulai melakukan investigasi internal dan
telah melaporkan kepada pihak lnspektur Tambang," kata Riza.
Pihak manajemen Freeport mengaku terus mengingatkan seluruh karyawannya
agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja.
Insiden longsor di area tambang bawah tanah Freeport itu terjadi saat
sejumlah karyawan sedang melakukan perbaikan peralatan feeder yang
mengalami kerusakan.
Sementara proses perbaikan peralatan berlangsung, tiba-tiba material
bebatuan berjatuhan dan menimpa empat orang karyawan yang sedang bekerja.
Dua karyawan berhasil menyelamatkan diri hanya mengalami cedera ringan
yaitu Meksy Kemuan dan Yohanis Yoku.
Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Kunto Wibisono
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com