Polemik 1 Juta Amplop Serangan Fajar yang Seret Nama Nusron
CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 10:32 WIB
Bagikan :
Polemik 1 Juta Amplop Serangan Fajar yang Seret Nama NusronNama
politikus Golkar Nusron Wahid terseret dalam temuan barang bukti uang
dalam amplop yang diduga untuk serangan fajar. (CNN Indonesia/Andry
Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara tersangka kasus suap*Bowo Sidik
Pangarso <https://www.cnnindonesia.com/tag/bowo-sidik-pangarso>,* Saut
Edward Rajaguguk menyebut ada 1 juta amplop yang disiapkan untuk
serangan fajar di Pemilu 2019 terkait dengan kliennya.
Sebanyak 400 ribu amplop yang jadi barang bukti kasus Bowo Sidik, hanya
sebagian. Menurutnya ada 600 ribu amplop serangan fajar yang disiapkan
Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan
Kalimantan Golkar*Nusron Wahid.
<https://www.cnnindonesia.com/tag/nusron-wahid>*
Bahkan, kata Saut, 400 ribu amplop yang disita dari kliennya itu juga
disiapkan atas permintaan Nusron.
"Bahkan katanya yang 600 ribu yang menyiapkan Nusron wahid. Dia [Bowo]
400 ribu amplopnya. Pak (Nusron) Wahid 600 ribu. Pak Bowo 400 ribu
amplop," kata Saut kemarin di Gedung KPK, Jakarta.
Lihat juga:
Golkar Bantah Ada Arahan soal 400 Ribu Amplop Serangan Fajar
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190410081513-32-384808/golkar-bantah-ada-arahan-soal-400-ribu-amplop-serangan-fajar/>
Namun Saut membantah amplop serangan fajar itu disiapkan untuk Pilpres
2019.Ia menegaskan meski ada cap jempol, amplop itu tidak terkait dengan
salah satu pasangan, amplop itu ditujukan untuk kepentingan Pileg 2019,
bukan Pilpres 2019.
Kata Saut, amplop serangan fajar itu akan dibagikan kepada masyarakat di
daerah pemilihan di mana Bowo Sidik dan Nusron Wahid mencalonkan diri
sebagai anggota DPR yakni di Jawa Tengah II. Dapil II Jateng meliputi
daerah Kudus, Jepara, Demak.
Lihat juga:
Nusron Wahid Bantah Minta Bowo Siapkan Amplop Serangan Fajar
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190409211119-12-384745/nusron-wahid-bantah-minta-bowo-siapkan-amplop-serangan-fajar/>
Nusron sendiri langsung membantah pengakuan Bowo Sidik.
Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BNP2TKI) ini mengatakan tak pernah memberi perintah kepada kolega
separtainya itu untuk menyiapkan 400 ribu amplop serangan fajar. Meski
demikian Nusron tak menyinggung pernyataan Saut soal 600 ribu amplop itu.
"Tidak benar," kata Nusron kepada/CNNIndonesia.com/melalui pesan singkat.
Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Golkar, Dave
Akbarshah Laksono menegaskan partainya secara institusi tak pernah
memerintahkan atau mengeluarkan kebijakan bagi para kadernya untuk
menggunakan taktik politik jual-beli suara (/money politics)/dalam
Pemilu 2019.
Polemik 1 Juta Amplop Serangan Fajar yang Seret Nama Nusron (CNN
Indonesia/Andry Novelino)
Dave menyatakan Golkar telah melarang keras kadernya menggunakan
strategi tersebut demi meraih simpati pemilih di Pemilu 2019.
"Tidak ada perintah atau kebijakan dari partai golkar untuk melakukan
money politics. Partai Golkar selalu mendukung demokrasi yang sehat,
sehingga kita melarang seluruh elemen parpol, kader untuk
melakukan/money politics/," kata Dave saat dihubungi/CNNIndonesia.com/,
Rabu (10/4).
Lihat juga:
Bowo Sidik Sebut Nusron Wahid Minta Siapkan 400 Ribu Amplop
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190409192236-12-384718/bowo-sidik-sebut-nusron-wahid-minta-siapkan-400-ribu-amplop/>
Kasus amplop serangan fajar Bowo Sidik ini berawal dari keberhasilan
KPK menangkap delapan orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu
(27/3) sampai Kamis (28/3) dini hari.
OTT tersebut terkait pelaksanaan kerja sama pengangkutan pupuk milik PT
Pupuk Indonesia dengan PT Humpuss Transportasi Kimia.
Dalam OTT itu Bowo ditangkap bersama dengan Marketing Manager PT Humpuss
Transportasi Kimia, Asty Winasti dan karyawan PT Inersia, Idung, serta
lima orang lainnya.
KPK mengamankan barang bukti berupa uang sekitar Rp8 miliar dalam
pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan dalam
amplop-amplop di sebuah kantor di Jakarta.
"Pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu dimasukkan ke dalam amplop-amplop
pada 84 kardus," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan pada Kamis (28/3).
Dalam kasus ini Basaria menyebut Bowo diduga mengumpulkan uang dari
sejumlah sejumlah penerimaan-penerimaan terkait jabatan yang
dipersiapkan untuk 'serangan fajar' pada pemilu 2019.
*(wis/wis)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com