Ke WNI di AS, Sri Mulyani: Jangan Biarkan Siapa pun Sepelekan RI
Reporter:
Francisca Christy Rosana
Editor:
Kodrat Setiawan
Kamis, 11 April 2019 08:28 WIB
Majalah tersebut juga mengeluarkan peringkat untuk para Menteri Keuangan
lain di Asia Pasifik. Menkeu Sri Mulyani berhasil mengungguli para
menteri dari negara Filipina, Singapura, Australia dan sejumlah negara
lain di kawasan tersebut.TEMPO/Tony HartawanMajalah tersebut juga
mengeluarkan peringkat untuk para Menteri Keuangan lain di Asia Pasifik.
Menkeu Sri Mulyani berhasil mengungguli para menteri dari negara
Filipina, Singapura, Australia dan sejumlah negara lain di kawasan
tersebut.TEMPO/Tony Hartawan
TEMPO.CO, New York - Menteri KeuanganSri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>Indrawati memiliki wejangan khusus
bagi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang
bersekolah di New York, Amerika Serikat. Sri Mulyani meminta para anak
bangsa di Negeri Abang Sam tidak menyepelekan RI.
*Baca juga:Sri Mulyani: Indonesia Ingin Tumbuh Lebih Cepat, Tapi...
<https://bisnis.tempo.co/read/1194376/sri-mulyani-indonesia-ingin-tumbuh-lebih-cepat-tapi>*
"Jangan pernah membiarkan siapa pun untuk menyepelekan republik kita.
Apalagi menganggap diri sendiri tidak mampu, menganggap diri kita tidak
bisa maju,” ujar Sri Mulyani di depan para penerima beasiswa di New
York, 10 April lalu. Pesan itu ia unggah langsung melalui akun Instagram
resminya pada Kamis, 11 April.
Sri Mulyani juga meminta, penerima LPDP tak merasa minder dan kalah
dengan bangsa lain. Ia menyebut, kekalahan harus menjadi sebuah lecutan
untuk lebih maju.
Ia mencontohkan, negara yang berhasil maju setelah terpuruk adalah Korea
Selatan. Dalam ceritanya, Sri Mulyani mengatakan negara itu sangat
miskin pada 1950. Dalam buku yang dibacanya, Sri Mulyani mengatakan
Korea Selatan berhasil menumbangkan kompetisi konstruksi di dunia
international ketika mereka membangun sebuah rig di laut dalam Timur
Tengah.
"Mereka dapat membangun dengan harga yang jauh lebih murah dari
kontraktor Amerika dan Jepang,” ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan pencapaian yang didapat Korea Selatan itu
membutuhkan upaya pengorbanan. Ia lalu menyebut bahwa LPDP adalah salah
satu usaha pemerintah untuk memajukan anak bangsa dan mengejar
ketertinggalan dengan negara lain.
ADVERTISEMENT
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu lantas menceritakan awal mula
program LPDP muncul. Menurut dia, program ini diinisiasi lantaran adanya
rasa kalah dengan Singapura dan Malaysia dalam sistem pendidikan. Saat
bertemu dengan Menteri Keuangan Singapura dan Malaysia pada 10 tahun
lalu, Sri Mulyani menanyakan mereka kedua negara itu bisa lebih maju dan
mengirimkan generasi mudany amelanjutkan sekolah di luar negeri.
"Saya kemudian berpikir dan berusaha keras agar dapat menyusul mereka.
Itulah salah satu titik awal lahirnya LPDP,” ucapnya.Sri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>mengatakan, saat ini, negara telah
mengirim 20.255 delegasinya untuk bersekolah di luar negeri. Bahkan,
pada tahun ke-10, banyak universitas kesohor secara global mengajukan
kerja sama dengan LPDP.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com