https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4506714/bicara-kinerja-ekonomi-jokowi-ini-kata-pengusaha?
tag_from=wp_nhl_judul_11&_ga=2.6126325.755742830.1554989259-490323991.1554989259
Kamis, 11 Apr 2019 19:01 WIB
Bicara Kinerja Ekonomi Jokowi, Ini Kata
Pengusaha
Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4506714/bicara-kinerja-ekonomi-jokowi-ini-kata-pengusaha?tag_from=wp_nhl_judul_11&_ga=2.6126325.755742830.1554989259-490323991.1554989259#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4506714/bicara-kinerja-ekonomi-jokowi-ini-kata-pengusaha?tag_from=wp_nhl_judul_11&_ga=2.6126325.755742830.1554989259-490323991.1554989259#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4506714/bicara-kinerja-ekonomi-jokowi-ini-kata-pengusaha?tag_from=wp_nhl_judul_11&_ga=2.6126325.755742830.1554989259-490323991.1554989259#>
17 komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4506714/bicara-kinerja-ekonomi-jokowi-ini-kata-pengusaha?tag_from=wp_nhl_judul_11&_ga=2.6126325.755742830.1554989259-490323991.1554989259#komentar>
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
*Jakarta* - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo <https://www.detik.com/tag/apindo>) memuji kinerja
kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi
<https://www.detik.com/tag/jokowi>). Ketua Umum Apindo, Hariyadi
Sukamdani menjelaskan saat ini kondisi perekonomian Indonesia dalam
kondisi yang baik meskipun masih dibayangi gejolak ekonomi global.
"Dalam kondisi ini ada tekanan eksternal, ekonomi Indonesia masih bisa
tumbuh 5,17%. Sebenarnya ini bisa lebih dari 5%," ujar Hariyadi dalam
konferensi pers di kantor Apindo, Jakarta, Kamis (11/4/2019).
Dia menjelaskan saat ini pemerintah Jokowi fokus dalam pembangunan
infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan.
Hariyadi juga menyinggung tren perekonomian secara sektoral, salah
satunya industri makanan dan minuman (mamin). Dari catatan Apindo,
industri mamin mencatatkan pertumbuhan yang positif.
Pada tahun 2014 pertumbuhannya adalah 9,49% kemudian turun menjadi 7,54%
pada 2015, selanjutnya kembali naik menjadi sebesar 8,33% pada tahun
2016, lalu tahun 2017 naik menjadi 9,23% dan tahun 2018 turun menjadi 7,91%.
"Kalo lihat di mamin trennya naik 2015-2017 naik sempat turun 2018 turun
sebab CPO ada penurunan di sana. Kalo enggak ada gangguan di CPO bisa
naik," kata dia.
*Baca juga: *Deretan Pengusaha Beberkan Ekonomi RI Terkini Jelang
Pilpres
<https://finance.detik.com/read/2019/04/11/165304/4506494/4/deretan-pengusaha-beberkan-ekonomi-ri-terkini-jelang-pilpres>
Kemudian untuk sektor pariwisata berkembang signifikan karena dukungan
pemerintah di antaranya melalui kebijakan visa on arrival.
Menurut Hariyadi sektor hotel dan restoran adalah penyumbang utama
investasi di bidang pariwisata yang tumbuh rata-rata 20% sepanjang tahun
2013-2017. Lebih dari 70% investasi sektor pariwisata adalah hotel dan
restoran.
Saat ini jumlah kamar hotel di Indonesia sebanyak 625.000 yang terdiri
dari 315.000 kamar hotel berbintang dan 310.000 kamar hotel non bintang.
Jumlah kamar ini adalah terbesar di kawasan ASEAN. Sedangkan jumlah
restoran diperkirakan lebih dari 100.000 unit usaha yang juga terbesar
di kawasan ASEAN
Dia menambahkan pemerintah telah melakukan kebijakan bebas visa untuk
169 negara pada tahun 2015. Kebijakan ini adalah termasuk yang terluas
dalam cakupan negara penerima fasilitas bebas visa dibandingkan dengan
negara-negara lain di dunia, sebagai contoh Thailand yang wismannya 30
juta orang hanya mengizinkan 57 negara bebas visa dan 21 negara dengan
visa on arrival.
*Baca juga: *Pengusaha Harap Presiden Terpilih Pangkas Hambatan Usaha
<https://finance.detik.com/read/2019/04/11/181642/4506691/4/pengusaha-harap-presiden-terpilih-pangkas-hambatan-usaha>
Peningkatan kunjungan wisman yang melebihi rata-rata pertumbuhan di
kawasan ASEAN yaitu di 2015 10,41 juta naik 10,27%, 2016 11,52 juta naik
10,69%, 2017 14,2 juta naik 21,88%, 2018 15,81 juta naik 12,58%.
Peningkatan investasi di sektor hotel dan restoran yaitu pada tahun
2015- Rp 12,01 triliun, 2016 Rp 13,7 triliun, 2017 Rp 19,1 triliun dan
semester 1 tahun 2018 sebesar Rp 7,9 triliun. Sehingga total investasi
mencapai Rp 52,71 triliun atau 78,6% dari total investasi sector
Pariwisata sebesar 67,04%.
"Hal ini menunjukkan pemerintah berhasil menumbuhkan iklim investasi
yang baik," ujar dia.
Pembangunan infrastruktur 11 bandara seperti Silangit di Tapanuli Utara,
Letung di Kep Anambas, Namniwel di Maluku, Miangas di Sulawesi Utara,
Morowali di Sulawesi Tengah, Werur di Tambraw Papua Barat, Maratua di
Kalimantan Utara, Koroway Batu di Tanah Merah Papua, Kertajadi di
Majalengka Jawa Barat, Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda
Kalimantan Timur, dan Tebelian di Sintang Kalimantan Barat serta
pembangunan jalan Trans Sumatra, Trans Jawa dan ruas jalan lainnya
diberbagai daerah. Pembangunan infrastruktur tersebut membuka semakin
luas potensi pariwisata yang dapat dikembangkan *(ara/fdl)
*
**