----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] [wahana-news] <[email protected]>Kepada: '[email protected]' [email protected] [temu_eropa] <[email protected]>; [email protected] <[email protected]>; RKB <[email protected]>; Sheila Kartika [email protected] [PERS-Indonesia] <[email protected]>; Eric DMS <[email protected]>Cc: "[email protected]" <[email protected]>; [email protected] <[email protected]>; Sahala Silalahi <[email protected]>Terkirim: Jumat, 12 April 2019 01.36.09 GMT+2Judul: [wahana-news] Re: [temu_eropa] Bicara Kinerja Ekonomi Jokowi, Ini Kata Pengusaha
Pembangunan infrastruktur 11 bandara seperti Silangit di Tapanuli Utara, Letung di Kep Anambas, Namniwel di Maluku, Miangas di Sulawesi Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, Werur di Tambraw Papua Barat, Maratua di Kalimantan Utara, Koroway Batu di Tanah Merah Papua, Kertajadi di Majalengka Jawa Barat, Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda Kalimantan Timur, dan Tebelian di Sintang Kalimantan Barat serta pembangunan jalan Trans Sumatra, Trans Jawa dan ruas jalan lainnya diberbagai daerah. Pembangunan infrastruktur tersebut membuka semakin luas potensi pariwisata yang dapat dikembangkan (ara/fdl) ( ** ) ============================================================================ ( ** ) Pembangunan infrastruktur tersebut membuka semakin luas potensi pariwisata yang dapat dikembangkan (ara/fdl) Pembangunan infrastruktur tersebut membuka semakin luas potensi pariwisata yang dapat dikembangkan (ara/fdl) NOTE : Tamabahan ( sebagai renungan menjelang akhir Pekan dan dalam menyongsong PEMILU / 2019 )Pembangunan infrastruktur tsb BUKAN SAJA membuka Potensi yang luas bagi Parawisata , namun lebih jauh dan lebih penting lagi ialah jelas BISA MENGEMBANGKAN dan atau MEMBERI PELUANG YANG SANGAT BESAR BAGI PEMBANGUNAN PROJEKT2 INVESTICE SEGALA JENIS dan KALIBER ( dari Level Nasional /dari Sektor2 Perekonomian Utama > MACRO EKONOMI sampai pada Sektor2 Private atau Swasta - Besar,Menengah dan Kecil MICRO EKONOMI > baik dibidang Industri, Pangan, Manufaktur maupun Service atau Jasa ( termasuk Tourisme ,Perhotelan, Pertokoan, segala jenis dan bentuk Pengangkutan Umum ,Supply , Alokasi dan Distribusi Kebutuhan Penduduk se- hari2 dan Barang2 serta Bahan2 Mentah dan segala jenis Kebutuhan PASAR.>> JADI ARTI YANG PALING POKOK DAN PALING BESAR dari PROJEKT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR NASIONAL BESAR2AN tsb ( Darat,Udara dan Laut ) adalah HASIL dan IMPAKT SELANJUTNYA DAN MASA KELANJUTANNYA ATAU PERSPEKTIVNYA bag PEREKONOMIAN NEGARA / EKONOMI NASIONAL ITU SENDIRI , yang akan membuka POTENSI YANG MAHA BESAR bagi PERKEMBANGAN EKONOMI DITAHUN-TAHUN SELANJUTNYA > Terminus technicus '' PROJEKT PEMBANGUNAN STRATEGIS NASIONAL '' yang akan menjamin Kelanjutan dan membuka Peluang Besar bagi PEMBANGUNAN CABANG2 PEREKONOMIAN dan INDUSTRI segala jenis lainnya seketika itu juga (misalnya seiring dng Pembangunan Infraktruktur Nasional > Lalu-Lintas Darat , Bandar2 Udara dan Pelabuhan2 Laut akan terbukalah dengan luas segala fasilitas dan kemungkinan Perpindahan dan Pertukarang Barang2 dan Penduduk dan menjamin Kelancaran Supply, Alkasi dan distriusi Barang2 dan Kebjutuhan Penduduk disetiap Daerah danAnatar Daerah Masing2nya serta menadrangkan Impakt dan Hasil yang sangat Positive - yaitu > MEMPENGERAHUI dan BISA SANGAT MENEKAN HARGA BARANG2 KEBUTUHAN POKOK dan SEKUNDER PENDUDUK di masing2 daerah. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR NASIONAL ANTAR DAERAH akan jelas membawa Hasil Ekonomis yang kongkret yaitu KELANCARAN SUPPLY BARANG2 yang bisa langsung pula bisa MENYINGKAT WAKTU DAN BEAYA serat MEMPERCEPAT PROCES TRANSPOR BARANG2 (SUPPLY) - MERANGSANG KONKURENSI DIPASARAN SETEMPAT ( Siapa Cepat akan Untung 😏 .... - dan Siapa Lamban akan buntung.....🤔😕).... dan MENEKAN BEAYA DAN HARGA DIPASARAN akibat Cepatnya Transport menekan Beaya dan akibat Persaingan yang bisa menekan Harga )>> Thesis atau Opini yang mengatakan bhw PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR NASIONAL ANTAR DAERAH adalah Tidak Ekonomis dan hanya menambah HUTANG Negara saja .... opini YANG DEMIKIAM adalah suatu Opini dan Pandangan yang Keliru dan PICIK.Dan justru Opini yang demikianlah yang TIDAK EKONOMIS , baik dari sudut Pandangnya maupun dari Fokus Permasalahnnya. >> Timbullah suatu Pertanyaan sebagai Contra OPINI tsb diatas sbb:1/. '' ADAKAH >> DAN DIMANAKAH ADA SUATU INVESTASI DAN LEBIH2 SUATU PROJEKT PEMBANGUNAN >> EKONOMI DAN ATAU PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR NASIONAL YANG TIDAK MEMBUTUHKAN >> UANG ATAU MODAL DAN PINJAMAN ATAU CREDIT... ?? ''2/ COBA SEBUTKAN NEGARA dan >> PEMERINTAHAN MANA yang TIDAK BERHUTANG ? Lebih2 disaat Memulai dan atau >> Meningktakan PEMBANGUNAN PERKONOMIAN NEGARANYA MASING2... ?3/. Bahwa setiap >> Projekt Investasi ( terutama Investasi Besar ) ... Hasilnya akan selalu atau >> baru bisa benar2 dirasakan bebrapa Tahun kemudian. >> Jadi adalah Tidak >> Benar dan Tidak tepat jika ada Opini yang segera habis2an mengkritik tanpa >> Argument yang mejyakinkan , bhw Pembangunan Infrastruktur antar Daerah >> hanya membuang Uang, Tidak Ekonomis dan hanya merenambah Besarnya Hutang >> Negara.....dll).** Lha lalu bagaimana jika Negara ini sejak dulu di >> Korupt habis2an oleh Para Koruptor, oleh Para Pejabat Tinggi Partai dan oleh >> Para Lintah Darat yang mengisap habis2an Anggaran Belanja Negara, Kampanye >> HOAX , Kampanye HITAM , Fitnah POLITIK , sampai pada STUDY BANDING dan >> sampai System Pemilihan Kepala Daerah ( Gubernur) dan DEMO2 yang TIDAK >> PRODUKTIV bahkan mengacau dan yang hanya mengumbar Kebencian dan Phobia >> ....? Apakah semua itu adalah suatu Tindakan yang sangat EKONOMIS dan perlu >> dihargai dan dinilai Positive dan dianggap sebagai '' Tidak Menambah Hutang >> Negara serta Tidak menghambur-hamburkan Uang Negera'' ...? ADA BAIKNYA KITA BELAJAR DARI KENYATAAN - dari KENYATAAN dan PERSYARATAN HIIDUP YANG NYATA .** Tidak punya Uang - Tiada Investasi dan Modal - Tiada pula Projekt Pembangunan yang bisa dilaksanakan . Tiada Pembangunan Ekonomi - berarti Negara dan Bangsa akan Tetap dan tambah Miskin dan tambah terbelakang seperto Masyarakat yang hidup dijaman JAHILIAH .... )... sudah Terbelakang cara berpikirnya menjadi tambah miskin pula ...Reeppooott ...)** Udah Miskin dan jadi bangsa yang terbelakang .... malah BUDAYA KORUPSI YANG DIPERTAHANKAN DAN DIKEMBANGKAN....dan sebaliknya > justru karena BUDAYA KORUPSI NEGARA JADI MISKIN DAN TAK PERNAH TERLEPAS AKAN SEGALA KETERGANTUNG ... TERMASUK TERGANTUNG pada HUTANG dan yang paling tragis ialah Hidupnya akan selalu tergantung pada orang banyak dan tidak sanggup berpikir dan hidup berdiri sendiri tanpa harus mengumpulkan orang banyak untuk mencari Rezki.... ( Apa cukup puas menjadi Bangsa yang Miskin dengan Budaya Korupsi yang melanda Masyarakat Bangsanya ...dan tetap hidup dan berpikir tanpa Ilmu - tanpa Pendidikan ?) Akhirnya Kitapun sampai pada Suatu Kesimpulan.... bahwa ** MENJADI BANGSA DAN NEGARA YANG KAYA dan DIHORMATI DUNIA itu SANAGAT TIDAK MUDAH . BANYAK HAL harus dibangun dan dikerjakan, dipikir dan dirumuskan . Banyak Energi , Kerja dan Beaya serta Kesabaran, Waktu dan Disiplin dibutuhkan. Dan banyak Kerja -sama harus diciptakan dan Banyak sekali Hal dan Ilmu Pengetahuan yang harus kita Pahami dan Pelajari serta Kuasai .... Banyak pula Pengorbanan , dan Tanggung Jawab dan Rasa Patriotisme serta Kedewasaan dalam berpikir yang harus kita Pupuk dan Tanam pada diri kita sebagai Masyarakat Bangsa yang ingin atau jika Kita ingin menjadi Bangsa yang Bermental dan berbudaya Tinggi serta dihormati Dunia.** TETAPI sadarilah bahwa MENJADI BANGSA dan MASYARAKAT YANG MISKIN DAN TERBELAKANG akan JAUH LEBIH TRAGIS DAN MENDERITA SELAMANYA serta akan selalu Tersingkirkan dan Menderita - baik Bathin , Mental maupun Materi ........ SELAMAT MALAM, marco. | | Bez virů. www.avast.com | On Thu, 11 Apr 2019 at 15:43, 'j.gedearka' [email protected] [temu_eropa] <[email protected]> wrote: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4506714/bicara-kinerja-ekonomi-jokowi-ini-kata-pengusaha? tag_from=wp_nhl_judul_11&_ga=2.6126325.755742830.1554989259-490323991.1554989259 Kamis, 11 Apr 2019 19:01 WIB Bicara Kinerja Ekonomi Jokowi, Ini Kata Pengusaha Sylke Febrina Laucereno - detikFinance Share 0 Tweet 0 Share 0 17 komentar Foto: Sylke Febrina Laucereno Jakarta - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memuji kinerja kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menjelaskan saat ini kondisi perekonomian Indonesia dalam kondisi yang baik meskipun masih dibayangi gejolak ekonomi global. "Dalam kondisi ini ada tekanan eksternal, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,17%. Sebenarnya ini bisa lebih dari 5%," ujar Hariyadi dalam konferensi pers di kantor Apindo, Jakarta, Kamis (11/4/2019). Dia menjelaskan saat ini pemerintah Jokowi fokus dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Hariyadi juga menyinggung tren perekonomian secara sektoral, salah satunya industri makanan dan minuman (mamin). Dari catatan Apindo, industri mamin mencatatkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2014 pertumbuhannya adalah 9,49% kemudian turun menjadi 7,54% pada 2015, selanjutnya kembali naik menjadi sebesar 8,33% pada tahun 2016, lalu tahun 2017 naik menjadi 9,23% dan tahun 2018 turun menjadi 7,91%. "Kalo lihat di mamin trennya naik 2015-2017 naik sempat turun 2018 turun sebab CPO ada penurunan di sana. Kalo enggak ada gangguan di CPO bisa naik," kata dia. | Baca juga: Deretan Pengusaha Beberkan Ekonomi RI Terkini Jelang Pilpres | Kemudian untuk sektor pariwisata berkembang signifikan karena dukungan pemerintah di antaranya melalui kebijakan visa on arrival. Menurut Hariyadi sektor hotel dan restoran adalah penyumbang utama investasi di bidang pariwisata yang tumbuh rata-rata 20% sepanjang tahun 2013-2017.. Lebih dari 70% investasi sektor pariwisata adalah hotel dan restoran. Saat ini jumlah kamar hotel di Indonesia sebanyak 625.000 yang terdiri dari 315.000 kamar hotel berbintang dan 310.000 kamar hotel non bintang. Jumlah kamar ini adalah terbesar di kawasan ASEAN. Sedangkan jumlah restoran diperkirakan lebih dari 100.000 unit usaha yang juga terbesar di kawasan ASEAN Dia menambahkan pemerintah telah melakukan kebijakan bebas visa untuk 169 negara pada tahun 2015. Kebijakan ini adalah termasuk yang terluas dalam cakupan negara penerima fasilitas bebas visa dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, sebagai contoh Thailand yang wismannya 30 juta orang hanya mengizinkan 57 negara bebas visa dan 21 negara dengan visa on arrival. | Baca juga: Pengusaha Harap Presiden Terpilih Pangkas Hambatan Usaha | Peningkatan kunjungan wisman yang melebihi rata-rata pertumbuhan di kawasan ASEAN yaitu di 2015 10,41 juta naik 10,27%, 2016 11,52 juta naik 10,69%, 2017 14,2 juta naik 21,88%, 2018 15,81 juta naik 12,58%. Peningkatan investasi di sektor hotel dan restoran yaitu pada tahun 2015- Rp 12,01 triliun, 2016 Rp 13,7 triliun, 2017 Rp 19,1 triliun dan semester 1 tahun 2018 sebesar Rp 7,9 triliun. Sehingga total investasi mencapai Rp 52,71 triliun atau 78,6% dari total investasi sector Pariwisata sebesar 67,04%. "Hal ini menunjukkan pemerintah berhasil menumbuhkan iklim investasi yang baik," ujar dia. Pembangunan infrastruktur 11 bandara seperti Silangit di Tapanuli Utara, Letung di Kep Anambas, Namniwel di Maluku, Miangas di Sulawesi Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, Werur di Tambraw Papua Barat, Maratua di Kalimantan Utara, Koroway Batu di Tanah Merah Papua, Kertajadi di Majalengka Jawa Barat, Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda Kalimantan Timur, dan Tebelian di Sintang Kalimantan Barat serta pembangunan jalan Trans Sumatra, Trans Jawa dan ruas jalan lainnya diberbagai daerah. Pembangunan infrastruktur tersebut membuka semakin luas potensi pariwisata yang dapat dikembangkan (ara/fdl) | | Bez virů. www.avast.com |
