https://kumparan.com/@kumparannews/dahlan-iskan-5-tahun-lalu-saya-dukung-jokowi-sekarang-prabowo-1qsBQhdhPDR?ref=rel




12 April 2019 10:52 WIB
1
1
Dahlan Iskan: 5 Tahun Lalu Saya Dukung Jokowi, Sekarang Prabowo
Dahlan Iskan. Foto: Munady Widjaja

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut menghadiri pidato kebangsaan capres
02 Prabowo Subianto di Dyandra Convention Hall, Surabaya. Dalam pidatonya,
Dahlan mengungkapkan pengalamannya 5 tahun lalu yang mengikuti acara serupa
dan mendukung Joko Widodo.

"5 tahun yang lalu saya menjelang pemilu seperti ini saya mengadakan
deklarasi besar-besaran mendukung Pak Jokowi di Sentul," kata Dahlan di
lokasi, Jumat (12/4).

Dahlan menyebut saat Pilpres 2014 lalu mendukung Jokowi karena menaruh
harapan tinggi terhadap program-programnya, yaitu tentang revolusi mental
dan pertumbuhan ekonomi.

"Waktu itu saya berharap banyak karena Jokowi mempunyai program besar yang
disebut revolusi mental. Juga karena waktu itu Pak Jokowi punya program
yang hebat berupa pertumbuhan ekonomi yang tinggi," ungkap Dahlan.

Termasuk juga saat itu memiliki harapan bahwa pendapatan per kapita
Indonesia dapat mencapai 7.000 Dolar AS per tahun jika Jokowi memenangi
Pilpres 2014. Namun, ia kecewa karena target tersebut tidak berhasil
dicapai Jokowi.

"Kenapa? Karena 5 tahun yang lalu pun pendapatan per kapita rakyat
Indonesia sudah 5.000 US Dolar per tahun. Jadi, wajar kalau saya berharap
kalau 5 tahun kemudian jadi 7.000 dan 5 tahun kemudian jadi 9.000. Kalau
terwujud maka Indonesia akan menjadi negara besar dan negara jaya. Tapi itu
tidak terlaksana," tuturnya.

Karena target tersebut tidak tercapai, pada Pilpres 2019 ini Dahlan
memutuskan untuk memilih Prabowo. Namun, ia menegaskan pilihannya ke
Prabowo bukan karena nasibnya.

"Karena itu saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo. Bukan karena
mempertimbangkan nasib saya selama 5 tahun terakhir, itu saya anggap risiko
saya sebagai pengabdi. Seperti juga risiko Jokowi sebagai presiden difitnah
selama 4,5 tahun, bahkan seperti Pak Prabowo yang difitnah selama 17
tahun," ucap Dahlan.

Ia kemudian menyebut pada 5 tahun lalu para pimpinan Dahlanis (pendukung
Dahlan Iskan) berkumpul apakah mereka memutuskan untuk mendukung Jokowi
atau Prabowo.

"Waktu itu sebetulnya keputusan terbanyak milih Prabowo. Tetapi saya veto
kita harus memihak Pak Jokowi karena program-program Pak Jokowi itu. Nah,
sekarang di pemilu ini ganti saya yang ikut pimpinan-pimpinan itu,"
tutupnya.

Kirim email ke