*Mungkin sekali nasi gorengnya laris karrena dipakai daging manusia,
seperti pernah **ada cerita seorang pembuat sausage di Chigcago (USA) pada
permulaan abad lalu ,Produknya  laris sekali.  Para pekerja seing wanita
muda, tetapi  tiap kali ada yang  minta berhenti, menurut pemilik pabrik
itu. Beberapa  tahun silam ada berita bahwa di tempat bekas pembuatan
sausage  itu digali untuk membuat bangunan baru di temukan banyak tulang
manusia, jadi orang mengambil kesimpulan bahwa daging korban wanit-wwanita
itu dipakai untuk membuat sausage.yang laris.*

https://www.antaranews.com/berita/827046/pelaku-mutilasi-diduga-jualan-nasi-goreng-di-kediri


Pelaku mutilasi diduga jualan nasi goreng di Kediri

 Jumat, 12 April 2019 10:56 WIB
[image: Pelaku mutilasi diduga jualan nasi goreng di Kediri]

Rumah diduga ditinggali pelaku mutilasi guru honorer asal Kota Kediri, Jawa
Timur, Jumat (12/4). Rumah itu digunakan untuk berjualan nasi goreng ala
Malaysia. (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Kemarin sekitar jam 16.00 WIB banyak polisi, terus malamnya juga
ramai-ramai ke tempat itu lagi. Bahkan ada yang di teras saya
Kediri (ANTARA) - Pelaku mutilasi terhadap seorang guru honorer bernama
Budi Hartanto asal Kota Kediri diduga merupakan penjual nasi goreng, warga
Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sujilah, salah seorang warga Desa/Kecamatan Sambi, Kabupaten Kediri
mengatakan di rumahnya banyak anggota polisi. Mereka ke sebuah rumah yang
dijadikan tempat berjualan nasi goreng, yang lokasinya tepat di samping
rumahnya.

"Kemarin sekitar jam 16.00 WIB banyak polisi, terus malamnya juga
ramai-ramai ke tempat itu lagi. Bahkan ada yang di teras saya," katanya
ditemui di rumahnya, Jumat.

Ia mengaku tidak tahu persis mengapa polisi banyak datang ke tempat itu. Ia
bahkan tidak berani ke luar rumah dan hanya memantau dari dalam.

Namun, saat disinggung siapa yang tinggal di warung tersebut, Sujilah
mengatakan adalah seorang laki-laki masih remaja. Ia berjualan nasi goreng,
mi goreng ala Malaysia. Pemuda itu indekos di rumah tersebut, sekitar 10
hari, dan hanya berjualan sekitar tiga hari.

"Dia baru berjualan tiga hari, ada nasi goreng, mi goreng, warga Mangunan,
(Desa Mangunan, Kecamatan Blitar). Dia juga masih remaja dan baru-baru ini
saja tidak berjualan," ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan pernah suatu malam ia mendengar pemuda itu
keluar rumah dengan ketakutan, teriak-teriak sendiri. Saat ditanya, ia
merasa bahwa di pundaknya terasa berat, namun pastinya ada masalah apa
tidak diketahui.

Ia juga mendengar dari para tetangganya, polisi datang terkait dengan
penemuan kepala manusia pada sebuah dam di Desa Bleber, Kecamatan Kras,
Kabupaten Kediri. Namun, terkait hubungan dengan pemuda itu, ia tidak tahu.

Sementara itu, saat disinggung terkait dengan keberadaan salon di dekat
rumahnya, Sujilah mengatakan dulu memang ada salon yang dikelola oleh
seseorang bernama Diana. Ia mirip dengan waria, namun saat ini salon itu
sudah tutup.

"Yang Diana itu berteman dengan si pemuda tersebut," ungkap dia.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya
mengungkapkan polisi telah menangkap dua orang yang diduga terlibat. Satu
pelaku ditangkap di Jakarta, sedangkan pelaku lainnya ditangkap di Kediri.

Sebelumnya, penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat
geger warga Kabupaten Blitar. Koper berwarna hitam itu ditemukan pencari
rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu.

Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian
kepala. Polisi berupaya terus mengusut kasus tersebut. Hingga kini sudah
memeriksa 18 saksi dan olah TKP ulang.

Kirim email ke