*Mereka yang mencalonkan diri untuk DPD, DPR dan Presiden serta wakilnya
termasuk oranag berada, sedangkan  yang krocok seperti tukang kayu atau
tukang becak ingin mencalonkan diri untuk tempat-tempat yang disebutkan
akan seperti mengejar horzont atau juga bagaaikan si Cebol ingin memegang
bulan, singkatnya sulit sebab terkait biayaya. Jadi yang banyak fulus alias
kaya bisa mudah mencalonkan diri. Dengan lain kata juga bisa dibilang bahwa
yang bermodallah yang mujur selain itu dari sudut kepentingan kaum modal
bisa berarti dengan diduduki tempat-tempat yang dimaksudkan akan bisa
melindungi kepentingan mereka dan modal yang dimiliki. Begitulah kalau uang
melindungi uang alias modal melindungi modal. *

*Apakah laporan kekayaan dibuat sendiri ataukah kantor pajak yang
melaporkan? Kalau dibuat sendiri apakah laporan itu kemudian diperiksa oleh
instransi tertentu seperti kantor pajak?  Di negeri Scandinavia (Denmark,
Norwegia dan Swdia), preliminer surat kekayaan (pajak) dibuat oleh kantor
pajak dan kalau ada tambahan dibetulkan sendiri dengan melampirkan segala
macam kwitansi dan keterangan-keterangan lain yang dibutuhkan. Jadi boleh
dibilang sulit untuk mengibul dan kalau diketahui ada pemalsuan maka
didenda.Kalau terlambat melampir formulir pajak didenda, Dendanya cukup
lumayan besar. Demikian keterangan dari sana.*

On Sun, Apr 14, 2019 at 2:59 PM ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> LHKPN 2014:
>
> Kekayaan Jokowi Rp 29 M
> Utang Rp 1,9 M
>
> Kekayaan Prabowo Rp 1,6 T
> Utang Rp 29 juta
>
> -
>
> Jumat 12 April 2019, 16:36 WIB
>
> KPU Umumkan Kekayaan Capres-Cawapres: Jokowi Rp 50 M.. Prabowo Rp 1,9 T
>
> Dwi Andayani – detikNews
>
> *Jakarta* - KPU mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
> (LHKPN) pasangan capres-cawapres peserta pemilu 2019. Menurut LHKPN,
> kekayaan capres Joko Widodo (Jokowi) diketahui sebesar Rp 50 miliar,
> sedangkan capres Prabowo Subianto sebesar Rp 1,9 triliun.
>
> "Untuk Joko Widodo Rp 50.248.349.788, ini total harta kekayaan per tanggal
> 14 Agustus 2018," uja Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam
> Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).
>
> Sementara itu, total laporan harta kekayaan cawapres Ma'ruf Amin sebesar
> Rp 11 miliar. Jumlah ini berdasarkan laporan kekayaan pada 14 Agustus 2018.
>
> "Selanjutnya untuk Ma'ruf Amin total Rp 11.645.550.894, jumlah ini per
> tanggal 14 Agustus 2018," ujar Arief.
>
> Selanjutnya, jumlah kekayaan Prabowo tercatat senilai Rp 1,9 triliun,
> sedangkan cawapres Sandiaga Uno diketahui memiliki kekayaan senilai Rp 5
> triliun.
>
> "Untuk paslon 02 Prabowo Subianto total Rp 1.952.013.493.659, untuk
> Sandiaga Uno totalnya Rp 5.099.960.524.965," tuturnya.
>
> Arief mengatakan masing-masing paslon telah memberikan surat kuasa kepada
> KPU untuk membacakan LHKPN. Surat kuasa ini diberikan pada 12 April 2019.
>
> "Menyerahkan surat kuasa 12 April 2019, ditanda-tangani masing-masing
> capres cawapres telah menyerahkan surat kuasa kepada Ketua KPU Arief
> Budiman untuk menyampaikan LHKPN," kata Arief.
>
> Joko Widodo
> A. Harta Tanah dan Bangunan: Rp 43.888.588.00
> B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.083.500.000
> C. Harta bergerak lainnya: Rp 360.000.000
> D. Surat berharga: Rp 0 (nihil)
> E. Kas dan setara kas: Rp 6.109.234.704
> F. Harta lainnya: Rp 0 (nihil)
> G. Utang: Rp 1.192.972.916
>
> Total: Rp 50.248.349.788
>
> Ma'ruf Amin
> A. Harta Tanah dan Bangunan: Rp 6.978.500.000
> B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.627.900.000
> C. Harta bergerak lainnya: Rp 226.000.000
> D. Surat berharga: Rp 0 (nihil)
> E. Kas dan setara kas: Rp 3.470.735.325
> F. Harta lainnya: Rp 0 (nihil)
> G. Utang: Rp 657.584.431
>
> Total: Rp 11.645.550.894
>
> Prabowo Subianto
> A. Harta Tanah dan Bangunan: Rp 230.443.030.000
> B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.432.500.000
> C. Harta bergerak lainnya: Rp 16.418.227.000
> D. Surat berharga: Rp 1.701.879.000.000
> E. Kas dan setara kas: Rp 1.840.736.659
> F. Harta lainnya: Rp 0 (nihil)
> G. Utang: Rp 0 (nihil)
>
> Total: Rp 1.952.013.493.659
>
> Sandiaga Uno
> A. Harta Tanah dan Bangunan: Rp 191.644. 398.989
> B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 325.000.000
> C. Harta bergerak lainnya: Rp 3.200.000.000
> D. Surat berharga: Rp 4.707.615.685.758
> E. Kas dan setara kas: Rp 495. 908.363.438
> F. Harta lainnya: Rp 41.295.212.159
> G. Utang: Rp 340.028.135.379
>
> Total: Rp 5.099.960.524.965
>
> *(dwia/nvl)*
>
> 
>

Kirim email ke