https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182
Minggu 14 April 2019, 11:38 WIB
Jeda
Minggu Sebelum Pemilu
Mumu Aloha - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182#>
Mumu Aloha
<https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182#>
1 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4509953/minggu-sebelum-pemilu?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.30026106.43892156.1555258182-298768471.1555258182#>
Minggu Sebelum Pemilu Mumu Aloha (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
*Jakarta* - Orang-orang bangun tidur dengan ingatan pada dimulainya Masa
Tenang. Sambil /ngulet/, meregangkan otot-otot, mengembalikan alam bawah
sadar dari petualangan di dunia mimpi ke dunia nyata, mengucek-ngucek
mata, kemudian meraih HP di sisi tempat tidur, dan mengecek akun-akun
media sosial. Atau pesan baru yang muncul di aplikasi kencan.
Kemudian menit-menit berlalu dengan bermalasan-malasan, menggulingkan
badan ke sana kemari di atas kasur yang empuk, sambil mata terus
memelototi layar HP, dan jempol tak henti skrol-skrol "/timeline/". Tak
ada lagi berita bohong, ujaran kebencian, ataupun kampanye-kampanye dari
pasangan calon presiden dan wapres maupun calon-calon anggota legislatif.
Sungguh menyenangkan sekali bahwa Masa Tenang Pemilu dimulai bertepatan
pada hari Minggu. Tak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan dengan
hari Minggu, lebih-lebih setelah hari-hari panjang yang melelahkan, dan
menguras energi serta emosi. Mungkin, hari ini saatnya untuk memamerkan
kembali foto-foto masakan atau rekaman momen-momen piknik yang masih
tersisa yang belum sempat diunggah sebelumnya.
Tidak ada lagi, tidak boleh ada, percakapan dukung-mendukung, atau pun
mengiklankan serta menyiarkan rekam jejak calon atau partai politik yang
mengarah pada kepentingan kampanye. Begitulah aturannya. Yang ada
tinggal kemantapan kita masing-masing di dalam hati, tiga hari lagi akan
nyoblos tanda gambar dari calon-calon yang sudah kita yakini akan
membawa bangsa ini pada kebaikan untuk masa lima tahun ke depan.
Yang ada tinggal ketenangan kita menunggu datangnya hajatan besar itu.
Hajatan lima tahunan yang menegaskan kewargaan kita, sebagai bagian dari
masyarakat di sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Inilah hari raya
kenegaraan, yang disambut dan akan dirayakan dengan penuh suka cita.
Sebagian orang jauh-jauh hari sudah membeli tiket untuk pulang "mudik",
mencoblos di kampung halaman bersama keluarga. Sekalian menikmati
liburan, karena hari pencoblosan ditetapkan sebagai libur nasional, dan
berdekatan pula dengan hari libur keagamaan.
Sambutan yang penuh suka cita juga tampak pada layanan-layanan publik.
Sebuah jaringan tempat kebugaran di Jakarta mengumumkan perubahan jam
bukanya pada hari pencoblosan. Tempat yang biasanya buka sejak pukul
enam pagi itu (dan tutup pukul 10 malam), pada tanggal 17 nanti baru
akan buka pukul dua belas (dan tutup pukul delapan malam). /To support
and encourage our staff's right to vote in the presidential and
legislative elections/.
Sejumlah aktivis dan tokoh cukup ternama yang saya kenal, pada hari-hari
terakhir sebelum Masa Tenang ini juga mulai membuat "pernyataan politik"
di media sosial. Mereka yang awalnya telah menyatakan akan golput, atau
minimal masih menimbang-nimbang akan menggunakan hak pilihnya atau
tidak, akhirnya berubah pikiran dan dengan terang-terangan menyatakan
dukungannya pada salah satu pasangan calon, memaparkan berderet alasan
dan argumentasi yang bernada mengajak para pengikutnya untuk juga
mencoblos, sekaligus memberikan penegasan sikap penghormatan dan
penghargaannya pada mereka yang memiliki pilihan berbeda.
Hari-hari menjelang pencoblosan, sebelum Masa Tenang, semua seolah
berbenah dan bergerak cepat. Seolah segala usaha yang telah dilakukan
sebelumnya selama Masa Kampanye yang hingar-bingar dan gegap-gempita
masih saja terasa ada yang kurang. Sebelum Hari Tenang, semua seolah
dilengkapi dan disempurnakan. Iklan makin gencar, kampanye pamungkas
dari masing-masing kubu terlihat sebagai "pameran kekuatan" yang dibuat
sedemikian rupa menakjubkan.
Debat terakhir juga sudah dilakukan semalam, dan semua pihak merasa
menang. Sejak semula, dalam setiap debat maupun dalam survei-survei
elektablitas, masing-masing pihak selalu merasa lebih unggul dibanding
lawannya. Jadi, jika demikian halnya, maka siapapun yang akan menang
nanti sebenarnya sudah tidak menjadi masalah. Semua pihak akan legowo
menerima siapa yang menang, atau sebagai bangsa yang dihuni insan-insan
relijius, iklas selalu menjadi kata yang tepat --iklas menerima apapun
hasil pemilu yang telah dengan penuh daya upaya diselenggarakan dengan
seadil-adilnya.
Pilih baju terbaikmu. Pergilah ke TPS bersama orang-orang yang kau
cintai. Celupkan jarimu di tinta biru, pamerkan di media sosialmu, dan
tunjukkan kepada petugas kasir di kedai kopi untuk mendapatkan diskon.
Bergembiralah, karena sebagai rakyat, hanya itu yang perlu.
*Mumu Aloha* /wartawan, penulis, editor/
*(mmu/mmu)
*
**