https://pemilu.antaranews.com/berita/829559/arti-usap-dagu-jokowi-sampai-tusuk-prabowo-sandi
Arti usap dagu Jokowi sampai Tusuk
Prabowo Sandi
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 14 April 2019 01:03
Pengamanan pemilu di Probolinggo mulai digeser ke TPS Pasangan
capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin
(kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan
Sandiaga Uno (kanan) mengikuti debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta,
Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan
Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan
Industri. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A./pras.
Jakarta (ANTARA) - Debat kelima sekaligus terakhir dari rangkaian jelang
pemilihan presiden 2019 akhirnya terlaksana di Jakarta, Sabtu.
Kali ini semua calon pemimpin datang dalam formasi lengkap, yakni
pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dan pasangan nomor
urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Pakar bahasa tubuh Monica Kumalasari pada ANTARA, Sabtu (13/4),
menjabarkan beberapa catatan soal bahasa tubuh para calon presiden
maupun wakil presiden di panggung debat.
Dari segi gestur manipulatif, baik Prabowo maupun Joko Widodo sama-sama
melakukannya. Prabowo terlihat melepas kacamata dan membersihkannya,
sementara Joko Widodo memegang-megang siku dalam waktu lama.
*Prabowo dan gaya komando *
Prabowo masih konsisten dengan gestur kepemimpinan komando, lewat
gerakan tangan mengarah ke depan saat berbicara, serta pilihan kata yang
keluar dari mulutnya.
Contohnya, kata "berkuasa" saat menyebutkan masa kepemimpinan Joko
Widodo yang sudah mencapai usia 4,5 tahun.
Tidak melulu serius, ada momen ketika Prabowo-Sandi berjoget dan memijat
bahu. Ini adalah salah satu cara Prabowo untuk mengatasi emosi yang
meledak-ledak di panggung.
"Padahal ini event kenegaraan di mana seharusnya gestur seperti itu
tidak keluar," kata dia.
*Ekspresi Jokowi *
Pakar yang meraih lisensi dari Paul Ekman itu mengatakan Joko Widodo
terlihat tidak sabar saat mendengar pernyataan Prabowo mengenai ekonomi
yang salah arah.
"Kelihatan kakinya bergetar, pahanya bergoyang-goyang, ada ekspresi
bibir dilipat ke dalam, itu emosi marah," kata dia.
Ekspresi tidak sabar juga bisa diterjemahkan lewat gerakan mengusap-usap
dagu, seakan gemas pada lawan yang tidak memberi jawaban memuaskan dari
pertanyaan yang dia lontarkan.
Jokowi pun dinilai mulai berani untuk menyinggung bila ada pertanyaan
yang belum direspons dengan baik, atau mengatakan jawaban lawan tidak
"nyambung" dengan pertanyaan.
Sikap serupa juga ditampilkan Ma'ruf Amin yang bicara soal "satu persen
elite" yang menguasai kekayaan negara. Prabowo langsung mengakui dirinya
memang bagian dari satu persen itu.
"Sandi dari nonverbal terlihat mengangguk, bahwa dia bagian dari satu
persen itu juga."
*Prabowo tanggapi eSport*
Ketika Jokowi bertanya soal eSport, Prabowo langsung melemparkan
kesempatan pada Sandiaga yang tampak belum siap untuk menjawab.
Terdengar sayup-sayup Sandiaga bertanya pada Prabowo dalam bahasa
Inggris apakah calon wakil presiden pada kubu tersebut yang harus
menjawabnya.
"Harusnya Prabowo jangan langsung kasih Sandiaga, mulai dulu (beri
jawaban), lalu dilengkapi oleh Sandiaga," ujar Monica.
Usai menjawab pertanyaan soal eSport Mobile Legend, yang ujungnya
membahas soal pangan, Prabowo-Sandiaga saling tos.
"Seakan pertanyaan itu harus dimenangkan, kalau berhasil jawab mereka
tos, kayak orang lagi ulangan lalu bisa jawab, responsnya seperti itu."
*Ma'ruf Amin dan diksi baru*
Pada debat sebelumnya, Ma'ruf yang paling senior di antara kandidat lain
bicara soal "10 Years Challenge", istilah yang pernah ramai di media
sosial, identik dengan generasi melek internet.
Kali ini dia mengeluarkan istilah baru: DEWI dan DEDI. DEWI adalah desa
wisata dan, sementara DEDI adalah desa digital.
*TPS: Tusuk Prabowo Sandi*
Ia menilai pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengesankan tugas sebagai
presiden dan wakil presiden adalah sebuah amanah, lewat kalimat "kita
wajib bersyukur" dan kalimat Ma'ruf yang menyatakan "Apabila kami
diberikan kepercayaan dan amanat memimpin bangsa ini.."
Sementara Sandiaga Uno secara berulang-ulang menyebutkan akronim "TPS"
sebagai Tusuk Prabowo Sandi ini sebagai penutup berbagai janji politik
yang akan direalisasikan bila mereka terpilih sebagai Presiden-Wakil
Presiden periode 2019-2024.
Kata-kata ini memberi kesan bahwa Prabowo-Sandi adalah jawaban sakti
atas semua masalah.
Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019