https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4511995/neraca-dagang-surplus-darmin-soroti-ekspor-
melambat?tag_from=wp_nhl_judul_18&_ga=2.116840577.643675922.1555351924-511696958.1555351924
Senin, 15 Apr 2019 23:05 WIB
Neraca Dagang Surplus, Darmin Soroti
Ekspor Melambat
Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4511995/neraca-dagang-surplus-darmin-soroti-ekspor-melambat?tag_from=wp_nhl_judul_18&_ga=2.116840577.643675922.1555351924-511696958.1555351924#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4511995/neraca-dagang-surplus-darmin-soroti-ekspor-melambat?tag_from=wp_nhl_judul_18&_ga=2.116840577.643675922.1555351924-511696958.1555351924#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4511995/neraca-dagang-surplus-darmin-soroti-ekspor-melambat?tag_from=wp_nhl_judul_18&_ga=2.116840577.643675922.1555351924-511696958.1555351924#>
0 komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4511995/neraca-dagang-surplus-darmin-soroti-ekspor-melambat?tag_from=wp_nhl_judul_18&_ga=2.116840577.643675922.1555351924-511696958.1555351924#komentar>
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Andhika Prasetia/detikcom Menko
Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
*Jakarta* - Neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$ 540 juta
pada Maret 2019. Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin
Nasution pun menyambut baik, namun menurutnya masih perlu ada perbaikan.
Darmin menyoroti ekspor Indonesia secara bulanan (month on month) memang
mengalami kenaikan, tapi sebenarnya turun jika dibandingkan secara
tahunan (year on year) melambat.
Tercatat, ekspor Maret 2019 naik 11,71% dengan nilai US$ 14,03 miliar
dibanding bulan sebelumnya. Tapi, dibanding Maret 2018 turun 10,01%.
*Baca juga: *Ekonomi Global Melambat Bikin Ekspor RI Susah Lari Kencang
<https://finance.detik.com/read/2019/04/15/132705/4511130/4/ekonomi-global-melambat-bikin-ekspor-ri-susah-lari-kencang>
"Neraca dagang ya memang month to month OK ya kan positif. Tapi kalau
year on year, bulanan maupun kuartalan itu ya memang negatif," katanya
di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (15/3/2019).
"Sehingga, yang perlu diperhatikan juga, impornya bulan kedua ini mulai
negatif, dan itu kelihatannya hampir semua negara tujuan sama, memang
melambat ekspor kita," tambahnya.
Darmin melanjutkan, melemahnya ekspor menjadi indikasi permintaan
melambat. Artinya ekonomi dunia sedang melemah.
"Artinya ini benar-benar persoalan demand side-nya, sehingga itu artinya
apa ya kita nggak bisa ngapain-ngapain yang namanya tujuan utama China,
Amerika, Jepang, apa semua itu negatif untuk year on year-nya," terang
Darmin.
*Baca juga: *Neraca Dagang Maret Surplus (Lagi) US$ 540 Juta
<https://finance.detik.com/read/2019/04/15/113950/4510958/4/neraca-dagang-maret-surplus--lagi--us--540-juta>
Darmin menambahkan cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi ini ialah
mencari pasar baru. Tapi, dampaknya tak bisa secara instan.
"Ya artinya bisa ke Afrika, Asia Tengah, Amerika Latin, tidak bisa
besar-besaran juga memulai sesuatu, nggak bisa menggantungkan ekspor ke
China begitu saja, artinya situasi global, benar-benar demand global
merosot dan ekonomi dan perdagangan global melambat," ujarnya. *(hns/hns)
*
**