https://kbr.id/berita/04-2019/boikot_pemilu_di__papua__ulmwp_gelar_doa_bersama/99070.html


Boikot Pemilu di Papua, ULMWP Gelar Doa Bersama

"Justru did

Author

Astri Septiani
[image: Boikot Pemilu di Papua, ULMWP Gelar Doa Bersama]

Seruan ULMWP

KBR, Jakarta- Kepala Biro Politik United Liberation Movement For West Papua
(ULMWP), atau Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat, Bazoka Logo
menyatakan saat ini di Papua sedang melaksanakan aksi doa bersama sebagai
sikap masyarakat papua Barat yang menyatakan bukan bagian dari Ideologi
Indonesia dan menginginkan untuk merdeka. Kata dia, doa bersama tersebut
dilakukan oleh masyarakat di rumah maupun tempat ibadah di masing-masing
lingkungan tempat tinggal.

Bazoka menambahkan, masyarakat tak melakukan aksi demo dan memilih doa
bersama di lingkungan masing-masing sebab khawatir akan dikriminalisasi
oleh aparat.

Aksi doa bersama ini juga sebagai bentuk boikot pemilu 17 April mendatang.

"Justru didukung oleh tokoh gereja, tokoh agama, tokoh adat. Kami
menyatakan sebagai orang  Papua tanggal 17 kami tidak akan memberikan
suara. Itu sudah sangat kuat. Hari ini kuat. Kami tidak akan memberikan
suara pada pemilihan presiden pada tanggal 17 April 2019 karena kami bukan
orang Indonesia. itu sangat jelas, sangat kuat. Hari ini bagian dari
kampanye itu sudah berhasil sangat kuat," kata Bazoka melalui telepon
kepada KBR, Jumat (05/04/19)

Bazoka menuding  KPU akan mengklaim bahwa masyarakat Papua banyak yang
mencoblos. Dia mengklaim  masyarakat telah sepakat tak akan ke TPS 17 April
nanti.


"Kami sudah pastikan KPU provinsi Papua dan Papua Barat akan menipu KPU
Pusat dan KPU pusat akan percaya. Tapi itu kebohongan karena buktinya hari
ini semua tokoh gereja, organisasi, ini tokoh agama tidak akan pergi ke
TPS. KPU akan klaim papua akan lakukan pencoblosan. Kalau KPU bohong pasti
KPU akan klaim orang papua melakukan pencoblosan. Itukan potensinya ke
sana. Kami sudah tau itu," tutupnya.

Editor: Rony Sitanggang

 ukung oleh tokoh gereja, tokoh agama, tokoh adat. Kami menyatakan sebagai
orang Papua"

Kirim email ke