https://pemilu.antaranews.com/berita/834947/jk-saatnya-rekonsiliasi-bangsa-setelah-pemilu
JK: saatnya rekonsiliasi bangsa setelah
Pemilu
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 17 April 2019 20:55
Sejumlah napi koruptor sampaikan hak pilihnya di LP Sukamiskin Wakil
Presiden Jusuf Kalla (kiri) didampingi Istri Mufidah Jusuf Kalla (kanan)
memperlihatkan tinta di jarinya seusai menggunakan hak pilih pada Pemilu
2019 di TPS 04 Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4/2019). (ANTARA
FOTO/Reno Esnir/foc)
Apabila sudah ada penghitungan akhir dari KPU, ya kita harus
menerimanya dengan lapang dada; baik yang menang tentunya menerima,
yang kalah akan menerima juga. Kita rekonsiliasi bangsa ini untuk
bekerja pada masa depan yang lebih baik lagi
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan usai pemungutan
suara Pemilu 2019, para kontestan dan elite partai dari masing-masing
kubu harus memulai upaya rekonsiliasi bangsa yang selama tujuh bulan
terakhir berbeda pandangan politik di masa kampanye.
JK menyarankan kedua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk dapat
menenangkan pendukung-pendukungnya, menunggu dan mengawasi hasil
rekapitulasi KPU dan bersama-sama memajukan bangsa Indonesia.
"Apabila sudah ada penghitungan akhir dari KPU, ya kita harus
menerimanya dengan lapang dada; baik yang menang tentunya menerima, yang
kalah akan menerima juga. Kita rekonsiliasi bangsa ini untuk bekerja
pada masa depan yang lebih baik lagi," kata JK dalam wawancara dengan
stasiun televisi swasta nasional di Jakarta, Rabu.
Selama masa kampanye tujuh bulan terakhir, masyarakat Indonesia
seakan-akan terpecah-belah karena perbedaan preferensi politik di
Pilpres 2019. JK menilai hal itu wajar terjadi di sebuah negara
demokrasi, namun hal itu tidak boleh berkepanjangan hingga menghambat
pembangunan bangsa.
"Ya semua pemilu di mana pun pasti ada perbedaan, jadi seakan-akan
terbelah. Tapi setelah menerima keputusan dengan penghitugan terbuka,
adil dan dapat dipercaya; maka kita harus ikhlas menerima itu dan
bersama-sama membangun bangsa ini lebih baik lagi," katanya menjelaskan.
Wapres juga mengimbau kepada kedua capres dan para pendukungnya untuk
tidak terlalu bergembira secara berlebihan; dan kepada pemenang pilpres
nanti, JK berharap dapat memberikan kesempatan bagi yang kalah untuk
bergabung membangun Indonesia.
"Mungkin saja Pak Prabowo, kalau dia kalah katakanlah begitu, ingin
kembali lagi bisnis tentu pemerintah harus memberikan jalan yang baik;
atau sebaliknya. Semuanya harus seperti itu, tidak ada dendam lagi,
menghilangkan dendam dan menghilangan semua perbedaan pandangan selama
tujuh bulan ini," ujarnya.
Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019