----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. <[email protected]>Terkirim: Rabu, 17 April 2019 21.18.31 GMT+2Judul: Re: [nasional-list] Mau Nyoblos Logistik Pemilu Belum Ada, Gubernur Papua Kecewa Berat
Apakah kemungkinan ada Pihak2 yang sengaja MEN- SABOT Surat Suara PEMILU ....? (Harus diselidiki dengan seksama Alasan dan sebab2 '' Mengapa Beberapa Daerah di Provinsi Papua ( diantaranya di Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, hingga pukul 10.46 WIT, dua TPS yang ada dilokasi tersebut, yaitu TPS 43 dan 44 juga masih belum menerima logistik pemilu..>>> ADALAH SANGAT BIJAKSANA jika KPU ( Apabila Beberapa Daerah belum atau terlambat menerima Duarat uara dan terlambat atau blm ada terdapat KOTAK SUARA dan TPS nya masing2 , agar KPU dan KEM.Dalam Negri dan Kem .Kehakiman segera Mengeluarkan Keputusannya untuk MELAKSAKAN PEMILU SUSULAN disetiap Daerah yang karena sesuatu hal Mengalami Keterlambatan dan atau tidak bisa melaksanakan Pencoblosan pada waktunya.>> Disarankan agar POLRI segera melakukan Penyelidikan secra serious dan Tuntas tentenag ''Sebab KETERLAMBATAN dan atau TIDAK TERLAKSANANYA PENCOBLOSAN SUARA pada waktunya dibeberapa Daerah.>> Apabila ternyata ada Usaha atau semua Keterlambatan tsb adalah akibat SABOTAGE dan atau sengaja DITAHAN oleh semnatar Pihak dan atau sbg akibat PEMALSUAN SUARA .... maka Tindakan ini bisa dianggap sebagai USAHA MAKAR danatau Subversive dengan Akibat dan Konsekvensi Hukum yang amat Jelas .... On Wed, 17 Apr 2019 at 17:04, Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]> wrote: Mengapakecewa? Bukankah suara pemilu Papua tidak mempunyai pengaruhmenentukan hasil pemilihan umum dan begitu pula politik dan ekonomi, suara pemilih Papua hanya meramaikanpesta demokrasi. http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/8039/mau_nyoblos_logistik_pemilu_belum_ada__gubernur_papua_kecewa_berat MauNyoblos Logistik Pemilu Belum Ada, Gubernur Papua Kecewa Berat Rabu , 17April 2019 | 10:00 SumberFoto Kompas.com Gubernur Papua Lukas Enembe. JAYAPURA- Gubernur Papua Lukas Enembe gagal mencoblos karena saat datang keClogistik pemilu belum tersedia."Ini kita yang punya suaradatang ke TPS tapi belum siap, petugas TPS sudah ada tapi logistikbelum ada," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Rabu(17/04/2019). Menurutdia, tidak seharusnya masalah penyaluran logistik terjadi di Kota danKabupaten Jayapura, karena seluruh akses transportasi darat telahtersedia."Ini di Kota Jayapura, daerah lain bagaimana? Sayatidak tahu masalahnya ada dimana. Pasti daerah lain lebih sulitlagi," katanya seperti dilaporkan kompas.com. Enembemenekankan, seharusnya pelaksanaan Pemilu 2019 serentak di Papua bisamenjadi kabar pembuka bagi pelaksanaan secara nasional. Namun denganmasalah yang ada, ia mempertanyakan independensi dari pihakpenyelenggara Pemilu."Apa ini ada intervensi dari orang lainatau pihak mana, kita belum tahu. Tapi saya berharap semua masyarakatyang punya hak suara bisa menyalurkan suaranya pada kotak-kotak suarayang tersedia," katanya. Enembeakhirnya memilih untuk pergi memantau situasi di Kota Jayapura. Daripantauan di lapangan, tepatnya di posko pengungsian SKB, KelurahanHinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, hingga pukul 10.46WIT, dua TPS yang ada dilokasi tersebut, yaitu TPS 43 dan 44 jugamasih belum menerima logistik pemilu.
