Siapa pun presidennya nanti harus berani memimpin kelanjutan pembenahan sistem 
politik Indonesia termasuk melanjutkan program penyederhanaan partai politik. 
Dengan hasil pemilu seperti ini bisa-bisa penyederhanaan parpol tetap mandek 
sampai tahun 2024. 

Kebanyakan orang menilai Indonesia cukup punya 3 partai politik saja. 
Ada pendapat lain?
- 



Pemilu 2019, Hitung Cepat Sebut 9 Partai ini LolosParlemen

Reporter: 
Maya Ayu PuspitasariEditor: 
Rina Widiastuti

Kamis, 18 April2019 06:37 WIB
TEMPO.CO, Jakarta- Partai-partai yang memiliki kursi di parlemen berpeluang 
kembali tetapbertahan di Senayan. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga atas 
pemungutan suara Pemilu2019 yang berlangsung kemarin menyebutkan sembilan 
partai lolos ambang batasparlemen sebesar 4 persen.
Hasil hitung cepat lembaga Charta Politika menyatakanPartai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan kembali mendulang suara paling besar,yakni 19,88 persen dari 86,5 
persen data hitung cepat yang masuk. Di urutankedua, ada Partai Gerindra dengan 
jumlah suara 12,67 persen. Partai Golkarberada di urutan ketiga dengan 
perolehan suara 11,05 persen. Urutan berikutnyaadalah Partai Kebangkitan Bangsa 
dengan angka 9,63 persen dan diikuti PartaiKeadilan Sejahtera dengan angka 9,01 
persen.
Partai lain yang lolos syarat minimum kursi parlemen,yakni Partai NasDem, 
Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, danPartai Demokrat. 
Sedangkan Partai Garuda, Partai Persatuan Indonesia, PartaiSolidaritas 
Indonesia, Partai Hanura, Partai Berkarya, Partai Bulan Bintang,serta Partai 
Keadilan dan Persatuan Indonesia, tak lolos karena jumlah suarayang didapat 
kurang dari 4 persen. Hasil yang nyaris sama ditunjukkan olehlembaga survei 
Indo Baromater dan Indikator Politik Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Aria Bima, mengatakankunci kesuksesan 
partainya dalam pemilihan legislator adalah kemerataan kader.Ia menyebutkan 
kepengurusan PDIP paling lengkap di seluruh Indonesia dibandingpartai lain.
 "Kader yang terdistribusi merata dan berkualitas adalahkelebihan PDIP," 
katanya di Jakarta, Rabu, 17 April 2019.
Selain itu, PDIP mengklaim mendapatkan efek ekor jasdari pencalonan Joko Widodo 
atau Jokowi sebagai presiden. PDIP, kata Aria,memanfaatkan seluruh kadernya 
yang menjadi kepala daerah, anggota Dewan, hinggapengurus di daerah untuk 
menjelaskan kepada pemilih bahwa Jokowi adalah kaderpartai berlambang banteng 
moncong putih itu.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB, Lukman Edy,kemenangan partainya dalam 
pemilihan legislator kali ini disebabkan olehsolidnya struktur pengurus hingga 
ke bawah. Selain itu, dalam sepuluh tahunterakhir, PKB tak pernah menuai 
konflik. "PKB juga sangat menikmati danterlibat aktif di pilpres ini, sehingga 
efek ekor jasnya memberi keuntungan bagiPKB," ujar dia.
Ketua Umum PSI, Grace Natalie, mengakui kekalahannya.Meski begitu, ia 
mengatakan dua persen suara yang diperoleh PSI patutdiperhitungkan untuk 
kembali berlaga pada pemilu lima tahun mendatang. Iaberjanji tetap akan 
memperjuangkan suara para pendukungnya melalui kerja samadengan komunitas 
masyarakat sipil dan media. "PSI akan kembali menyaparakyat. Bukan lima tahun 
lagi, tapi besok," tutur dia.
Adapun Sekretaris Jenderal Perindo, Ahmad Rofiq,mengatakan masih optimistis 
partainya bisa menembus 4 persen suara."Sekarang kan masih berlangsung hitung 
cepat. Kami menunggu penghitunganmanual dari KPU," katanya.
Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, tak kagetdengan hasil hitung cepat. 
Beberapa survei yang dilakukan lembaganya memprediksibahwa partai-partai 
pemilik kursi parlemen bakal kembali menguasai parlemen.Alasannya, 
partai-partai lama sudah memiliki infrastruktur yang solid sehinggacukup kuat 
memperoleh suara di atas ambang batas. 

“Kecuali Hanura. Dia belumsolid. Begitu terjadi konflik internal, kecenderungan 
partai agak sulitmembangun konsolidasi. Hanura belum punya pemilih loyal yang 
kuat,” ucap dia.
Menurut Muslimin, tak mudah bagi partai baru untukbertarung melawan partai lama 
yang sudah stabil dan memiliki basis pendukung. “Partai tidak hanya bisa 
mengedepankan ketua umum, tapi bagaimana mesin politikitu dibawa.. Selain itu, 
calegnya harus bisa berkontribusi di partai,” katanya..

MAYA AYU PUSPITASARI | ARKHELAUS WISNU

Kirim email ke