Ini kan melanggar peraturan jam kerja, kalau orang sampai perlu kerja terus
hingga 24 jam.
Biasanya maximum jam kerja 8 jam. Kalau sampai perlu dilembur, maximum
lemburannya 4 jam.
Bagaimana reaksi departemen tenaga kerja ?
Kalau perlu kerja pakai 2-3 shifts ?


Pada tanggal Jum, 19 Apr 2019 pukul 11.27 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> *Mereka yang mati karena bekerja keras selama menghitung suara pemilih
> patut djiadikan pahlawan nasional negara neo-Mojoppahit, karena mereka
> berjuang sampai titik nafas penghabisan untuk mereka yang berkeinginan
> menduduki kursi empuk wakil rakyat dan bergaji besar dan begitu juga untuk
> mereka yang bermaksud untuk menjadi kepala negara dan wakilnya. Memakai
> ucapan seperti dikatakan Megawati bahwa yang Golput tidak becus menjadi
> warganegara NKRI, maka juga bisa dikatakan yang tidak ingin mereka yang
> berjuang mati-matian sampai titik nafas terakhir menjadi pahlawan nasional
> adalah tidak becus menjadi warga NKRI. *
> *Amin!  Semoga arwah mereka yang mati gara-gara bekerja keras untuk Pemilu
> tidak keliru untuk masuk Taman Firdaus yang kekal. Amin, wainaliliahi
> rajium.*
>
>
> https://kumparan.com/@kumparannews/kelelahan-bekerja-dua-petugas-kpps-di-bandung-meninggal-dunia-1quwjSRQrCX
>
>
> 19 April 2019 10:26 WIB
> 0
> 1
> Kelelahan Bekerja, Dua Petugas KPPS di Bandung Meninggal Dunia
>
> Pemungutan suara Pemilu 2019 telah selesai digelar pada tanggal 17 April.
> Di balik hiruk-pikuk gelaran pesta demokrasi tersebut, terdapat para
> petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bekerja tanpa
> mengenal lelah.
>
> Petugas KPPS itu bahkan diketahui ada yang meninggal dunia karena
> kelelahan. Ketua KPU Kota Bandung Suharti mengatakan, ada 2 orang petugas
> KPPS di Kota Kembang meninggal dunia karena kelelahan. Petugas KPPS itu,
> kata dia, bekerja di dua TPS di Kecamatan Rancasari dan Sumur Bandung.
>
> "Kota Bandung ada, tapi dia meninggal satu hari sebelum pemungutan suara
> karena pembuatan TPS, kelelahan dan lain sebagainya. Memang ada dua orang
> yang meninggal di Kecamatan Rancasari dan Sumur Bandung," kata Suharti di
> kantornya, Jumat (19/4).
>
> Selain meninggal dunia, Suharti mengatakan, ada pula petugasnya yang
> mengalami kelelahan hingga masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit.
> Petugas KPPS itu yang sedang berjaga di salah satu TPS di Kecamatan
> Antapani dan Bandung Kidul.
> Seorang perempuan menitipkan barangnya di KPSS. Foto: Aria Pradana/kumparan
>
> "Yang sampai harus masuk UGD juga ada yaitu di Antapani dan Bandung Kidul..
> Petugas itu," jelas Suharti.
>
> Suharti menambahkan, berdasarkan aturan dari pusat memang tidak ada
> jaminan kesehatan bagi petugas KPPS yang bekerja di lapangan. Namun, secara
> kemanusiaan dia mengaku turut berbelasungkawa atas meninggal dunianya
> petugas KPPS.
>
> Suharti berharap ke depannya pemerintah bisa memberikan perhatian lebih
> kepada petugas KPPS. Sebab petugas KPPS adalah pejuang pemilu. Mereka rela
> bekerja selama 24 jam penuh, khususnya ketika hari pencoblosan atau
> pemungutan suara.
>
> "Dan itu semestinya menjadi perhatian pemerintah. Penyelenggara dituntut
> *full* 24 jam melaksanakan itu tapi tidak ada jaminan kesehatan untuk
> mereka," ungkap Suharti.
>
> Suharti menyebut, para petugas KPPS mendapat upah yang berbeda dalam
> bekerja. Ketua KPPS mendapat upah Rp 550 ribu sedangkan anggota hanya Rp
> 500 ribu. Honor itu dibayarkan satu bulan bekerja kemudian, setelah pemilu.
>
> Dengan honor tersebut, Suharti menilai pekerjaan yang dijalani oleh
> petugas KPPS tidak sebanding dengan risiko lelah dan kematian. Dia meminta
> kepada partai politik dan berbagai pihak untuk memahami hal tersebut
> jikalau petugas KPPS berbuat sedikit kesalahan.
>
> "Kita berharap partai politik dan lain sebagainya memahami hal itu. Mereka
> mau menyelesaikan sampai tuntas pun merupakan suatu yang luar biasa," kata
> Suharti.
>
> Di samping itu, Suharti berharap para petugas KPPS terus diberikan
> kesehatan hingga selesainya proses demokrasi ini. Sebagai tambahan, petugas
> KPPS diketahui dikontrak sejak tanggal 10 April hingga 9 Mei.
>
> "Kita berharap seluruh penyelenggara di Kota Bandung diberkan kesehatan
> dan keberkahan supaya tetap bisa mengawal proses demokrasi ini," kata
> Suharti.
>
> 
>

Kirim email ke