Goresan sekilas,
Ingin aku menggoreskan catatan ringkasku mengikuti peringatan ke 140 tahun
Hari Kartini.
Uraian Dr. Ratna Saptari dan Dr. Widya sungguh mengasyikkan diriku untuk
tidak melewatkan sejenakpun. Kerendahhatian mereka berdua untuk tetap
menggali sampai inti ruh Kartini yang menyemangati kita, bangsa dan kaum
perempuan khususnya hingga saat ini.
Hadir bapak Fikry Cassidy sebagai wakil dari KBRI.
Keaktifnya para laki-laki, bapak-bapak yang ambil bagian pada acara diskusi
tanya-jawab menginspirasi situasi pertemuan. Beberapa surat Kartini
dibacakan; lalu terdapat pula butir-butir mutiara yang menjadi simpulan
penting telah diajukan oleh seorang bapak, bahwa
Kartini menghayati berbagai kehidupan yang berbeda, semisal kaum pekerja
tambang, orang Kristen, Tionghoa;
Candu – bagi penjajah merupakan pemasukan kekayaan luar biasa melimpah dan
kerusakan manusia yang melanda kaum terjajah;
Bukanlah agama, namun manusialah yang menentukan pada saling hubungannya;
Kartini bukan seorang rasis.
Aku gembira, nampak para pemudi dan pemuda berdatangan dan dari pancaran
wajah aura mereka menaruh kepedulian serta hasrat meneguk, mencerna
pengetahuan terhadap masalah dan tantangan yang masih dihadapi oleh
perempuan baik sekarang maupun yang akan datang.
Pertemuan kemarin di organisir oleh Stichting Dian Belanda.
Salam,
Titiek Maslam
[GELORA45] Hari Kartini 2019
'[email protected]' [email protected] [GELORA45] Sun, 21 Apr 2019 04:59:40 -0700
- [GELORA45] Hari... '[email protected]' [email protected] [GELORA45]
- Re: [GELOR... kh djie [email protected] [GELORA45]
