Zus Titiek, Tolong diteruskan ke Stichting Dian : Kutipan : Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama.[2] <https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini#cite_note-jote_p2-2>Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai <https://id.wikipedia.org/wiki/Nyai> Haji Siti Aminah dan Kyai <https://id.wikipedia.org/wiki/Kyai> Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.[2] <https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini#cite_note-jote_p2-2> https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini Di surat di bawah, R.A. Kartini mengaku beliau adalah " anak Buddha" ( waduh, kalau zaman itu ada FPI kan langsung dinyatakan kafir...) dan jadi vegetarier , dan malah pernah datang ke klenteng Welahan setahun kemudian setelah sembuh : Memahami KartiniAlasan Kartini Mengaku Anak Budha dan Jadi Vegetarian
Raden Ajeng Kartini mengaku sebagai anak Budha setelah minum abu hio dari Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Welahan, Jepara, Jawa Tengah. Air abu hio itu menyembuhkan Kartini dari sakit demam. Pengakuan sebagai anak Budha ini dimuat dalam kumpulan Surat Kartini tertanggal 27 Oktober 1902 kepada Rosa Abendanon-Mandri. Kartini menuliskan kalimat dalam surat itu dengan tulus. Ia adalah seorang Budha dan pantang makan daging. "Saja ada satoe botjah Budha, maka itoe ada mendjadi satoe alesan mengapa saja kini tiada memakan barang berdjiwa," tulis Kartini. *Baca juga: *Nyekar ke Rembang, Puti: Cara Pikir Kartini Out of The Box <https://news.detik.com/read/2018/04/20/195243/3982488/475/nyekar-ke-rembang-puti-cara-pikir-kartini-out-of-the-box> Ia-pun bercerita mengenai awal kepercayaannya ini. Semasa kecil Kartini menderita demam, seorang Tionghoa hukuman menawarkan bantuan pengobatan. Pengobatan dokter yang didatangkan ayahnya, Bupati Jepara Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, tak manjur. Orang Tionghoa itu-pun menawarkan obat berupa air yang diberi abu hio dari Kelenteng Hian Thian Siang Tee, atau dikenal dengan Kelenteng Welahan. Hasilnya mujarab, obat tabib itu justru menyembuhkan Kartini yang masih belia. "Lantaran minoem obat itoe saja djadi anaknja orang soetjie itoe, Santikkong Welahan," terang Kartini. Kartini-pun mengunjungi Kelenteng itu setahun kemudian untuk bertemu dengan orang suci penyembuhnya yang sering diziarahi orang-orang di kelenteng itu. Orang Soetji itu digambarkan dalam patung emas kecil yang selalu dipenuhi oleh asap hio. Setiap kali ada yang sakit, ia selalu dibawa berkeliling untuk mengusir roh jahat. *Baca juga: *Hari Kartini, Pentingnya Kesehatan Pekerja Perempuan Demi Keluarga Sehat <https://health.detik.com/read/2018/04/21/070657/3982819/763/hari-kartini-pentingnya-kesehatan-pekerja-perempuan-demi-keluarga-sehat> Benny G. Setiono menuliskan dalam buku Tionghoa Dalam Pusaran Politik, orang Soetji yang dimaksud adalah Hian Thiang Siang Tee atau Siang Teekong dan lebih sering disebut sebagai Kongco Welahan. Sosok ini disebut Budha tetapi bukan Budha Gautama, dan menjadi tokoh di daerah Welahan. "Tetapi pada umumnya segala toapekong itu berasal dari Tionghoa yang pada masa hidupnya menganut agama Budha atau juga agama Tao," jelasnya. Sejarawan JJ Rizal menyebutkan surat Kartini ini menunjukkan keterbukaan pemikirannya mengenai agama-agama yang ada di sekitarnya. Kartini tidak membatasi dirinya sebagai seorang keluarga Islam ningrat tetapi menerima kepercayaan yang ada di sekitarnya. "Ia seorang muslim, terkesan dengan Budha, dan bergaul dengan orang Kristen, makanya pemikirannya terbiasa dengan perbedaan dan terbuka," ujarnya saat ditemui <https://detik.com/>, Jumat malam (20/4/2018). Lebih lanjut dalam surat tertanggal 27 Oktober 1902 itu Kartini menjelaskan sikap vegetarian ini dimulai bermula saat ia berumur 14-15 tahun. Namun Kartini tak memiliki keberanian mengumumkan sikap ini hingga beberapa lama sebelum menulis surat ia memberitahu ibunya dan ditanggapi dengan gembira. https://news.detik.com/berita/3982823/alasan-kartini-mengaku-anak-budha-dan-jadi-vegetarian In een brief van 27 october 1902 schreef R.A. Kartini aan Mw. R.M. Abendanon-Mandri, dat in het boek Door Duisternis tot Licht stond, dat zij “een Buddha -kindje” was wegens haar geloof aan Kongco Welahan (vlakbij de stad Kudus), een bedevaartplaats : Ik ben een Boeddha-kindje, weet u, en dat is al een reden om geen dierlijk voedsel te gebruiken. Als kind was ik zwaar ziek geweest; de doktoren konden me niet helpen; ze waren radeloos. Daar bood zich een Chinees (een gestrafte,[2] waar wij kinderen mee bevriend waren) aan, mij te helpen. Mijne ouders namen het aan, en ik _genas_. Wat de medicijnen van gestudeerde menschen niet vermochten, deed "kwakzalverij". Hij genas me eenvoudig door me asch te laten drinken van brandoffers aan een Chineesch afgodsbeeldje gewijd. Door dien drank ben ik geworden het kind van dien Chineeschen heilige, den Santik-kong van Welahan. Een jaar of wat geleden brachten wij den heilige een bezoek. 't Is een klein gouden beeldje, dag en nacht bewierookt. In tijden van epidemiën wordt het naar her en der gehaald en met statie rondgebracht om den invloed van booze geesten te bezweren. Met grooten luister wordt steeds gevierd de verjaardag van den heilige. Chineezen van her en der komen er dan voor over. Van Chineesche oud-ingezetenen hoorden we de legende van dat gouden beeldje, dat voor de Chineezen werkelijk leeft. Ons land is een land van mystiek, mythen, sagen en legenden. In zijn boek, Tionghoa dalam Pusaran Politik (Chinezen in de kolk van Politiek), legde Benny Gatot Setiono uit, dat wat R.A. Kartini bedoelde met Santik-kong : Hian Thian Siang Tee of Siang Tee Kong was, of die men gewoon Kongco Welahan noemt. Kongco betekent de Heilige. Salam, KH Pada tanggal Min, 21 Apr 2019 pukul 13.58 '[email protected]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Goresan sekilas, > > Ingin aku menggoreskan catatan ringkasku mengikuti peringatan ke 140 tahun > Hari Kartini. > > Uraian Dr. Ratna Saptari dan Dr. Widya sungguh mengasyikkan diriku untuk > tidak melewatkan sejenakpun. Kerendahhatian mereka berdua untuk tetap > menggali sampai inti ruh Kartini yang menyemangati kita, bangsa dan kaum > perempuan khususnya hingga saat ini. > > Hadir bapak Fikry Cassidy sebagai wakil dari KBRI. > > Keaktifnya para laki-laki, bapak-bapak yang ambil bagian pada acara > diskusi tanya-jawab menginspirasi situasi pertemuan. Beberapa surat Kartini > dibacakan; lalu terdapat pula butir-butir mutiara yang menjadi simpulan > penting telah diajukan oleh seorang bapak, bahwa > > Kartini menghayati berbagai kehidupan yang berbeda, semisal kaum pekerja > tambang, orang Kristen, Tionghoa; > > > Candu – bagi penjajah merupakan pemasukan kekayaan luar biasa melimpah > dan kerusakan manusia yang melanda kaum terjajah; > > Bukanlah agama, namun manusialah yang menentukan pada saling > hubungannya; > > Kartini bukan seorang rasis. > > Aku gembira, nampak para pemudi dan pemuda berdatangan dan dari pancaran > wajah aura mereka menaruh kepedulian serta hasrat meneguk, mencerna > pengetahuan terhadap masalah dan tantangan yang masih dihadapi oleh > perempuan baik sekarang maupun yang akan datang. > > Pertemuan kemarin di organisir oleh *Stichting Dian* Belanda. > > Salam, > > Titiek Maslam > > GRATIS animaties voor je e-mail door IncrediMail! > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > Klik hier! > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > ► > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > <http://www.incredimail.com/?id=621135&did=10501&ppd=2817,201207081212,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190421> > > >
