KPU: Lima penyelenggara Pemilu di Riau meninggal dipicu kelelahan
Senin, 22 April 2019 12:27 WIB
KPU: Lima penyelenggara Pemilu di Riau meninggal dipicu kelelahan
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU). (FOTO ANTARA)
Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak lima orang dari Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara (KPPS) di Provinsi Riau meninggal dunia karena dipicu
kelelahan saat bertugas dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, di
Pekanbaru, Senin, penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia tersebar di
sejumlah daerah.
Sebanyak dua orang adalah ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara
(KPPS) di Kabupaten Bengkalis. Mereka bernama Yansen Andrys David, Ketua
KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Kelurahan Bengkalis Kota, dan
Suratinizar Ketua KPPS di TPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan.
Kemudian, korban meninggal lainnya bernama Ema anggota KPPS di TPS 1
Desa Bedeng Sikuran Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, serta
Faisal Ketua KPPS TPS 01 Desa Kumantan, Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Dan terakhir adalah Umar Banu, Ketua KPPS di TPS 16, Simpang Kanan
Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.
"Ada yang karena kecelakaan berkendaraan saat tugas, juga kena serangan
jantung," kata Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Riau,
Nugroho Noto Susanto, menjelaskan penyebab kematian petugas Pemilu tersebut.
Ia menjelaskan total ada 18 penyelenggara yang mengalami kemalangan,
dengan rincian lima orang meninggal dunia dan 13 lainnya sakit karena
kelelahan.
Berikut ini daftar nama dan penyebab kemalangan yang dialami
penyelenggara Pemilu serentak 2019, sesuai data KPU Riau.
1. Suratinizar, Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Bantan, Bengkalis,
meninggal kecelakaan pasca tugas.
2. Yansen Andrys David, Ketua KPPS TPS 5 Kelurahan Bengkalis Kota,
Kabupaten Bengkalis meninggal dunia akibat serangan jantung.
3. Umar Banu, Ketua KPPS 16, Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan
Rokan Hilir, meninggal dunia.
4. Ema anggota KPPS 1 Desa Bedeng Sikuran Kecamatan Inuman, Kuantan
Singingi, meninggal akibat kecelakaan, pulang dari menjalankan tugas.
5. Faisal, Ketua KPPS TPS 01 Desa Kumantan, Bangkinang, Kampar,
meninggal dunia, sepulang pleno rekapitulasi kecamatan.
6. Adrizon, Ketua KPPS 51 Kel. Sialang Munggu, Tampan, Kota
Pekanbarualami stroke saat penghitungan suara.
7. Ismi Susilawati, Ketua PPK Senapelan, Kota Pekanbaru, pingsan saat
pleno tingkat kecamatan.
8. Sugiharto, pingsan saat pleno Desa Gading Sari Tapung, Kampar.
9. Erwin PPK Kecamatan Kuala Kampar Pelalawan, pingsan saat tugas pleno.
10. Samaun, anggota KPPS 38 Desa Perawang Barat, Tualang, Siak, diserang
stroke.
11. Umi Kulsum, Ketua KPPS 1 Desa Tasik, Seminai Koto Gasib Siak.
Terjatuh bersama sepeda motor usai penghitungan suara.
12. Awaludin, Sekretaris PPS di Kecamatan Langgam, Pelalawan jatuh di
kamar mandi saat istirahat sholat, kehilangan penglihatan.
13. Annisa Sholehati, PPSKuok pingsan saat pelaksanaan pleno.
14. Rani Hariani, anggota KPPS di TPS 1 Desa Terbangiang, Bandar
Petalangan Pelalawan kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat.
15. Bakthiar, anggota KPPS TPS 1 Desa Terbangiang, Bandar Petalangan
Pelalawan kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat.
16. Ali Akbar anggota KPPS TPS 1 Desa Permai, Rangsang Barat Kepulauan
Meranti, linglung (takut ketemu dengan polisi, dan orang lain) setelah
menyelesaikan penghitungan suara sampai subuh.
17. Patma Areta , anggota KPPS 17 Desa Pematang Tebih, Ujung Batu,
Rohul, keguguran anak pertama.
18. Desi Riya Sandi Ketua PPS Desa Sepungguk, Salo, Kampar mengalami
sakit karena kelelahan dan dirawat jalan
Pewarta: FB Anggoro
Editor: Yuniardi Ferdinand
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com