Tiga petugas PPS meninggal dunia akibat kelelahan
Senin, 22 April 2019 16:17 WIB
Tiga petugas PPS meninggal dunia akibat kelelahan
Prosesi pemakaman jenazah Tisna Sasmita anggota KPPS 13, Desa
Hegarmanah, Kecamatan Karantengah, yang meninggal dunia akibat kelelahan
saat menjalankan tugas sebagai panitia pemilihan tingkat desa (Ahmad Fikri)
Cianjur (ANTARA) - Tiga orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan
Suara (KPPS) di tiga wilayah di Cianjur meninggal dunia diduga akibat
kelelahan usai melaksanakan setiap tahapan pemilu 2019.
Ketiga orang petugas KPPS yang meninggal Petugas TPS 10 Desa Cibulakan,
Kecamatan Cugenang atas nama Hadiat, Petugas TPS 08 Desa Margasari,
Kecamatan Naringgul atas nama Sutaryat dan Petugas TPS 13 Desa
Hegarmanas, Kecamatan Karangtengah atas nama Tisna Sasmita.
Informasi dihimpun, keluhan yang dirasakan ketiganya sama, pusing dan
sakit pada bagian dada, setelah proses pencoblosan dan penghitungan
suara dilakukan di tempat mereka bertugas.
Sehingga ketiganya sempat dirawat di rumah sakit dan puskesmas setempat,
namun kondisi kesehatan yang terus menurun membuat mereka meninggal
dunia beberapa hari setelah mendapat perawatan.
Laela Nurhayati (38) adik dari Hadiat pada wartawan pada Senin,
mengatakan pada hari pelaksanaan pemilu, kakaknya sudah mengeluhkan
tidak enak badan karena dua hari sebelumnya kurang istirahat.
"Kalau sekilas memang tidak terlihat kalau kakak kami itu, sedang sakit.
Meskipun sudah merasa tidak enak badan, dia tetap memaksakan bertugas
pada saat pencoblosan," katanya.
Menjelang sore setelah tahapan pemilihan selesai, dilanjutkan dengan
penghitungan, Hadiat sempat istirahat sejenak sambil minta dipijit di
rumah. Namun hingga keesokan harinya keluarga membawanya ke rumah sakit.
"Kondisinya terus melemah, sehingga kami membawanya ke rumah sakit untuk
mendapatkan pertolongan medis. Selama menjalani perawatan kondisinya
terus menurun dan meninggal siang tadi (Senin, 22/4)," katanya.
Hal yang sama dialami Tisna petugas TPS 13 Desa Hegarmanah, diduga
akibat kelelahan usai menjalankan tugas, korban langsung dibawa ke rumah
sakit untuk mendapatkan pertolongan medis dan meninggal dunia.
"Almarhum sempat mengeluhkan kelelahan, tapi tetap menjalankan tugasnya
secara maksimal, hingga terus siaga menjaga di TPS khawatir terjadi
sesuatu karena posisi TPS di pinggir jalan," kata Yusuf Ruslan Ketua
KPPS 13.
Setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Dr Hafidz-Cianjur, tambah
dia, korban dikabarkan meninggal dunia karena kondisinya terus memburuk.
Sedangkan Sutaryat Petugas TPS 08 Desa Margasari, meninggal dunia akibat
kelelahan, ditambah riwayat penyakit yang dideritanya. Korban meninggal
pada Minggu (21/4) sekitar pukul 19.30 WIB.
Tercatat sepanjang tahapan pemilu 2019, empat orang petugas PPK dan PPS
yang meninggal dunia akibat kelelahan menjadi empat orang, satu orang
merupakan Ketua KPPS di Kecamatan Cidaun atas nama Somantri.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Yuniardi Ferdinand
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com