https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190422180240-20-388589/kpu-sebut-90-petugas-kpps-meninggal-di-pemilu-2019?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop



KPU Sebut 90 Petugas KPPS Meninggal di Pemilu 2019
CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 18:26 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU
<https://www.cnnindonesia.com/tag/kpu>) Arief Budiman menyampaikan hingga
Senin (22/4) sore sudah ada 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan
Suara (KPPS <https://www.cnnindonesia.com/tag/petugas-kpps-meninggal>) yang
meninggal dunia dan 374 orang sakit dalam tugas Pemilu 2019.

KPU akan menemui Kementerian Keuangan untuk membahas anggaran santunan bagi
para petugas yang mengalami musibah itu.

"Kami besok rencanakan akan lakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan.
Besok rencananya sekjen yang akan bertemu para pejabat Kementerian
Keuangan," kata Arief dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Senin (22/4).


Arief menyebut KPU akan mengusulkan besaran santunan kepada Kemenkeu. Untuk
petugas yang luka-luka diusulkan mendapat Rp16 juta, penyandang catat
mendapat maksimal Rp30 juta, dan yang meninggal dunia menerima Rp36 juta.

Lihat juga: Dua Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Diduga Kelelahan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190422144851-20-388498/dua-petugas-kpps-di-sumsel-meninggal-diduga-kelelahan/>
Ia menegaskan jumlah itu akan diusulkan ke Kemenkeu untuk bisa diwujudkan.

"Akan dibahas diambil dari pos mana karena tidak ada pos anggaran khusus
terkait asuransi," tuturnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo memastikan Pemerintah akan mencairkan
dana untuk santunan para petugas KPPS yang meninggal dunia. Namun Tjahjo
belum bisa memastikan besarannya sebab masih menunggu data dari KPU dan
Bawaslu.

Lihat juga: KPU Beri Santunan ke Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190422063654-32-388336/kpu-beri-santunan-ke-keluarga-petugas-kpps-yang-meninggal/>
"Kami menunggu usulan dari Bawaslu dan KPU. Saya yakin Pemerintah akan
memberi penghargaan, tetapi kalau soal anggaran nanti biar dari Bawaslu
fix-nya, berapa untuk yang sakit, berapa yang meninggal termasuk KPPS, dan
anggota Polri," kata Tjahjo lewat keterangan tertulis.

Meninggal Karena Kelelahan

Dari Sumatera Selatan jumlah petugas KPPS yang meninggal bertambah dua
orang menjadi empat orang. Semua petugas itu meninggal karena kelelahan.
Sementara tiga petugas masih dirawat di rumah sakit dan satu petugas di
antaranya dalam kondisi kritis.

"Awalnya ada dua, tapi kita baru dapat laporan terbaru, ada yang meninggal
lagi. Jadi total 4 orang petugas KPPS meninggal. Itu baru yang meninggal,
yang sakit juga ada beberapa" ujar Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan
Pengawasan Hepriadi.

Dua petugas KPPS yang meninggal tersebut yakni Untung Imansyah yang
bertugas di Banyuasin serta Syarifudin yang bertugas di TPS 06 Desa Anyar,
Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja, Kabupaten OKU Timur.

Adapun tiga petugas KPPS yang tengah dirawat di rumah sakit yakni berasal
dari Kabupaten Lahat, OKU Timur, serta Kota Lubuklinggau.

Lihat juga: Banyak Petugas Meninggal, MUI Usul Kaji Ulang Pemilu Serentak
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190421192620-32-388297/banyak-petugas-meninggal-mui-usul-kaji-ulang-pemilu-serentak/>
"Yang dari Lubuklinggau ini dikabarkan pembuluh darahnya pecah. Yang parah,
kritis ini yang di Lahat. Sekarang masih kritis kondisinya.

Dirinya berujar, para petugas KPPS yang meninggal dan dirawat di rumah
sakit tersebut memang kelelahan saat bertugas, bukan karena penyakit bawaan
ataupun kambuhan yang diderita oleh para petugas.

Hepriadi bisa memastikan para petugas yang meninggal dan sedang dirawat
disebabkan oleh kelelahan saat bertugas, bukan karena penyakit bawaan.
Sebab, kata dia, para petugas tersebut saat melamar menjadi anggota
KPPS diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari dokter agar bisa
bertugas dengan baik saat pemilu.

"Ini semuanya kelelahan, bukan karena sakit yang diderita. Karena sebelum
mereka sakit atau meninggal, mereka baik-baik saja, sehat dan bisa
melaksanakan tugasnya dengan baik," ujar dia. *(idz/wis)*

Kirim email ke