https://bali.antaranews.com/berita/146701/gubernur-bali-pendidikan-antikorupsi-
penting-sejak-tingkat-dasar
Gubernur Bali: pendidikan
antikorupsi penting sejak tingkat
dasar
Selasa, 23 April 2019 22:16 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi perwakilan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Pendidikan Anti Korupsi Provinsi
Bali (Antaranews Bali via Humas Pemprov Bali/lhs/2019)
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pentingnya
membangun budaya antikorupsi melalui pendidikan mulai tingkat paling
dasar karena terkait dengan pembentukan sikap dan karakter generasi
penerus bangsa.
"Apalagi kalau bisa diintegrasikan dengan pelajaran-pelajaran di sekolah
serta kegiatan-kegiatan seperti muatan lokal maupun kegiatan
ekstrakurikuler di luar jam pelajaran," katanya saat menerima audiensi
perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan Pendidikan
Anti Korupsi Provinsi Bali, di Denpasar, Selasa.
Gubernur Koster yang kelahiran Sembiran, Buleleng itu, mengapresiasi
implementasi dan sosialisasi pendidikan antikorupsi yang dijadikan
program prioritas KPK ke daerah-daerah.
Ia juga mengaku akan segera membuat peraturan gubernur terkait dengan
hal tersebut dan akan segera diaplikasikan secara konkret di masyarakat.
"Di Bali, saya kira juga harus berbasiskan budaya, yakni dengan
memaksimalkan peran desa adat. Menyentuh kearifan lokal kita di Bali.
Saya pikir banyak 'local genius' di Bali yang bisa kita angkat. Jadikan
wantilan-wantilan di desa sebagai wahana pendidikan nonformal, kita akan
segera susun pergubnya," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan membuat seremonial yang bisa memicu
anak-anak muda, para pelajar di Bali, untuk lebih sadar pada pendidikan
dan isu antikorupsi.
"Kami rancang acara yang dekat dengan anak muda sekarang. Vlog, meme,
media sosial, cerpen, puisi dan lainnya, lebih cepat merasuk ke anak
muda kita, sesuai dengan semangat mereka," katanya.
Kepala Satuan Tugas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan
Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyano mengungkapkan pendidikan antikorupsi
sudah menjadi kesepakatan empat menteri dan ketua KPK serta jajaran
eselon 1 kementerian.
"Hal ini adalah tindak lanjut Nawacita, revolusi mental dan budaya
antikorupsi yang digadangkan Bapak Presiden hingga ke pemerintah daerah.
Untuk itu perlu ada regulasi sebagai payung hukum," ujarnya.
Bali akan menjadi lokus kampanye "Bus Jelajah Negeri: Bangun Anti
Korupsi" yang akan mengunjungi Bali medio September mendatang.
"Kami akan kunjungi seluruh kabupaten dan kota, di mana sasarannya
adalah para pelajar, aparatur negara, hingga dunia usaha, lewat kegiatan
belajar pencegahan antikorupsi yang terintegrasi," ucapnya.
Untuk media pembelajaran berupa web, buku, video, dan lainnya sudah
disiapkan, sedangkan pemerintah daerah tinggal memanfaatkan.
Guntur juga mengapresiasi Bali sebagai daerah dengan kemajuan pendidikan
antikorupsi berbasis keluarga tercepat di Indonesia.
"Bali ada di puncak daftar bersama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pencapaian ini kami analisa terkait erat dengan ajaran karmapala yang
kami lihat sangat berpengaruh dalam kehidupan keseharian di Bali," katanya.
Pewarta : *Ni Luh Rhismawati*
<https://bali.antaranews.com/berita/146701/gubernur-bali-pendidikan-antikorupsi-penting-sejak-tingkat-dasar#>
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2019