Kemenpora inisiasi dialog antaragama pemuda ASEAN cegah radikalisme
Rabu, 24 April 2019 23:34 WIB
Kemenpora inisiasi dialog antaragama pemuda ASEAN cegah radikalisme
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh membuka acara
MID-TERM Review Validation Workshop of The ASEAN Work Plan on Youth
2016-2020, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). Kegiatan yang dilaksanakan di
Mercure Convention Centre Ancol itu, digelar hingga Jumat (26/4). (Foto:
ANTARA/Ist)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga menginisiasi dialog
antaragama pemuda negara ASEAN untuk memperkuat toleransi sekaligus
mencegah berkembang radikalisme di kawasan ini.
"Indonesia menginisiasi dialog kepemudaan antaragama sebagai bentuk
komitmen menjaga perdamaian dan memperkuat budaya keberagaman bagi
pemuda. Ini penting dan harus menjadi komitmen semua pihak," kata Deputi
Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh, di Jakarta, Selasa.
Ni'am mengemukakan hal itu saat membuka acara MID-TERM Review Validation
Workshop of The ASEAN Work Plan on Youth 2016-2020. Kegiatan yang
dilaksanakan di Mercure Convention Centre Ancol itu digelar hingga Jumat
(26/4).
Seluruh perwakilan kementerian bidang pemuda negara ASEAN hadir dalam
kegiatan yang ditujukan untuk mengevaluasi, sekaligus memberikan
rekomendasi atas program pendampingan kepemudaan antarnegara itu.
"Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat relasi kepemudaan di ASEAN
khususnya penguatan toleransi di kalangan pemuda, agar menjadi penangkal
tumbuh radikalisme atas nama agama, politik, ras atau apa saja yang
didasari perbedaan," ujar Ni'am.
Menurut Ni'am, fenomena radikalisme di kalangan pemuda dipicu oleh cara
pandang yang tidak tepat dan mendasar atas ras, agama, politik yang
tidak bisa menerima perbedaan satu dengan yang lainnya.
Niam yang juga bertindak sebagai Ketua ASEAN SOMY (Senior Official
Meeting of Youth ) mengajak seluruh delegasi untuk menyampaikan
belasungkawa atas tragedi yang terjadi di Sri Lanka dan New Zealand.
Semua peserta diminta untuk mendoakan agar peristiwa intoleransi yang
berujung terorisme itu tidak terjadi lagi.
"Semoga ini yang terakhir. Kita berharap semua anak muda di dunia
khususnya ASEAN memperkuat toleransi serta membiasakan menghargai
perbedaan. Toleransi adalah kunci perdamaian," ujar Ni'am menegaskan.
Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Budisantoso Budiman
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com