Kalau obat kumur sekarang di Belanda dan juga di Indonesia, Listerine,
memang ada alcoholnya.
Kalau balik seperti dulu yang sederhana dengan larutan Waterperoxida, H2O2,
tidak mengandung alcohol.
H2O2 ini waktu jaman perang Dunia Pertama dipakai untuk mempasteurisir
susu. Susu ditetesi sedikit H2O2,
diaduk terus diminum Pada waktu itu bahan bakar sulit didapat, jadi susu
tidak dipanasi,
Waktu itu orang kalau luka bernanah, diberi potongan nanas. Nanahnya
hilang, dipotong-potong proteinnya
oleh enzym Bromelain yang ada di nanas.
Di toko Albert Heijn bisa dibeli bubuk Vleesverzachter, Meat Tenderizer,
Pengempuk Daging, campuran
enzym papain dan Bromelain.
Zaman dulu kita kan pernah lihat ibu-ibu kita mengempukkan daging diberi
daun papaya.
Waktu saya sakit tenggorokan, saya gunakan listerine, sembuh.
Bisa juga dengan jahe langsung dikremus, pedes, 2-3 kali, sembuh.
Di Singapore pernah batuk-batuk tidak bisa sembuh. Hanya perlahan-lahan
menelan sedikit satu sendok
kecil madu New Zealand, langsung sembuh.
Anehnya kalau di Belanda, tidak sembuh,. Justru sembuhnya dengan mengremus
jahe.

Pada tanggal Sab, 27 Apr 2019 pukul 10.10 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
> *Pasti haram! Obat kumur juga mengandung alkohol yang haram.*
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/847105/perlukah-obat-kumur-saat-puasa
>
>
> *Perlukah obat kumur saat puasa?*
>
>  *Sabtu, 27 April 2019 14:47 WIB*
>
> Jakarta (ANTARA) - Jelang Ramadan, obat kumur seakan menjadi solusi bagi
> orang-orang yang akan berpuasa untuk mencegah bau mulut. Tapi, benarkah
> demikian?
>
> Dokter spesialis konservasi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
> Padjadjaran Irmaleny, di Jakarta, Sabtu, mengatakan obat kumur bermanfaat
> menghilangkan plak di gigi. Plak itu terbentuk dari sisa makanan yang tidak
> dibersihkan.
>
> Jika dibiarkan, plak akan menumpuk dan menyebabkan munculnya karang gigi.
> Akibatnya, muncul bau mulut.
>
> Obat kumur, menurut Irma, perlu digunakan saat Anda benar-benar
> membutuhkannya. Irma menyarankan cara terbaik untuk menghindari bau mulut
> adalah dengan menyikat gigi secara rutin dan membersihkan sela-sela gigi
> menggunakan benang gigi.
>
> *Baca juga: **Hindari makan-minum penyebab sakit tenggorok saat puasa*
> <https://www.antaranews.com/berita/711941/hindari-makan-minum-penyebab-sakit-tenggorok-saat-puasa>
>
> "Saat puasa, disikat, di-*floshing *dengan benang gigi. Obat kumur boleh,
> tapi tidak boleh dipakai terus-terusan. Obat kumur untuk bersihkan plak,"
> kata dia.
>
> Irma menuturkan, penggunaan obat kumur yang terus menerus akan mengganggu
> keseimbangan bakteri baik di mulut. Oleh karena itu, jika satu botol obat
> kumur sudah Anda pakai habis, tidak perlu membeli yang baru.
>
> "Biasanya kalau habis satu botol, *ya *sudah. Di mulut, harus ada bakteri
> normal. Kalau pakai obat kumur, nanti hilang (bakteri baik). Sebaiknya,
> jangan berbotol-botol," ujarnya.
>
> Sementara, dokter spesialis prostodontik dari Surabaya Sandy Aditya
> menambahkan solusi untuk menghindari bau mulut saat berpuasa yaitu dengan
> menghindari makanan berminyak, pedas, dan mengandung bawang putih.
>
> *Baca juga: **Kenapa puasa bisa sebabkan bau mulut?*
> <https://www.antaranews.com/berita/846735/kenapa-puasa-bisa-sebabkan-bau-mulut>
>
> Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
> Editor: Imam Santoso
> COPYRIGHT © ANTARA 2019
>
>
> 
>

Kirim email ke