https://mediaindonesia.com/read/detail/232207-dua-tahun-jeda-jakarta-banjir-lagi
/*Dua Tahun Jeda, Jakarta Banjir Lagi*/
Penulis: *Ferdian Ananda Majni* Pada: Sabtu, 27 Apr 2019, 09:00 WIB
Megapolitan <https://mediaindonesia.com/megapolitan>
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/232207-dua-tahun-jeda-jakarta-banjir-lagi>
<https://twitter.com/home/?status=Dua Tahun Jeda, Jakarta Banjir Lagi
https://mediaindonesia.com/read/detail/232207-dua-tahun-jeda-jakarta-banjir-lagi
via @mediaindonesia>
Dua Tahun Jeda, Jakarta Banjir Lagi
<https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/04/05187790cd70f687186e520cf4681429.jpg>
/ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/
Sejumlah anak bermain air saat banjir melanda permukiman di kawasan
Rawajati, Jakarta Selatan
SETELAH mengalami jeda selama hampir dua tahun, banjir cukup besar
kembali melanda Ibu Kota. Sebanyak 32 titik wilayah di Jakarta, Jumat
(26/4), dilaporkan terendam dengan kedalaman bervariasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ke-32
lokasi banjir itu terletak di dua wilayah utama, yakni Jakarta Timur dan
Jakarta Selatan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan banjir yang terjadi di
wilayah Jakarta itu menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 2.258 warga
terpaksa mengungsi.
Insiden itu disebabkan naiknya debit Sungai Ciliwung pascahujan deras
dengan durasi cukup lama di wilayah Bogor, Kamis (25/4) malam. Tinggi
permukaan air Sungai Ciliwung dilaporkan mencapai 220-250 cm dengan
status siaga satu.
*Baca Juga: **Ciliwung Meluap, 2.942 Warga Mengungsi*
<https://mediaindonesia.com/read/detail/232192-ciliwung-meluap-2942-warga-mengungsi>
Hari sebelumnya, banjir yang disebut sebagai akibat luapan Kali Ciliwung
hanya melanda 17 titik. Namun, curah hujan yang meningkat, baik di
wilayah hulu maupun di Ibu Kota, telah membuat volume sungai tidak
tertampung.
Selain bertambah luas, intensitas banjir itu dilaporkan meningkat.
Sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) warga di RT 10, RT 11, dan R 12
serta sebagian RT 08/RW 02 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati,
Jakarta Timur, misalnya, terdampak serius. Rumah-rumah mereka dilaporkan
sempat terkena luapan setinggi 3 meter sejak Jumat (26/4) pagi.
Ketua RW 02, Istijab, mengungkapkan banjir setinggi 3 meter yang
memasuki permukiman di 4 RT itu merupakan banjir terparah dalam tahun
ini. Pasalnya, ketinggian air jauh lebih tinggi dari biasanya.
*Kiriman*
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pihaknya memastikan
banjir yang merendam sejumlah titik di Ibu Kota disebabkan air kiriman
luapan air dari Kali Ciliwung, Bogor.
Untuk mengatasi masalah banjir kiriman itu, menurut Anies, pihaknya
mengandalkan pembangunan dua lokasi Waduk di Sukamahi dan Ciawi.
Anies mengharapkan pembangunan dua waduk itu bisa rampung secepatnya
sehingga masalah banjir kiriman dapat teratasi. "Sebelum (dua waduk) itu
selesai air masih begitu saja datang. Padahal, Jakarta memang hujan,
tapi tidak ada hujan yang luar biasa di sini," kata Anies, Jumat (26/4).
Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta meminta Anies Baswedan tidak menya-lahkan
kiriman air dari hulu Sungai Ciliwung. "Kalau beliau menyampaikan
seperti itu benar, bahwa itu dari hulu. Namun, persoalannya ialah
hilirnya juga harus dibenahi," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta
Gembong Warsono, Jumat (26/4).
Semestinya, menurut Gembong, Anies juga mempersiapkan pembenahan wilayah
hilir sungai agar dampak banjir kiriman itu tidak sampai ke masyarakat.
Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Bestari Barus meminta Anies tidak lagi
menyalahkan daerah lain sebagai penyebab banjir. "Ini kliselah. Saya
kira sudah bertahun-tahun seperti ini, maka tidak ada alasan karena
kiriman dari Bogor dan sebagainya," kata Bestari.
Ia meminta Anies untuk serius mencari solusi banjir dan tidak lagi
memberikan alasan kepada masyarakat bahwa banjir tersebut kirim-an dari
Bogor. "Kita memberikan anggaran cukup besar ke daerah kita ini untuk
bekerja lebih maksimal. Menjadi tantangan bagi Anies dan aparatur di
pemprov untuk mencari solusi. Saya kira harus ada solusi besar,"
jelasnya. (Gol/Ssr/SM/*/X-6)
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/232207-dua-tahun-jeda-jakarta-banjir-lagi>
<https://twitter.com/home/?status=Dua Tahun Jeda, Jakarta Banjir Lagi
https://mediaindonesia.com/read/detail/232207-dua-tahun-jeda-jakarta-banjir-lagi
via @mediaindonesia>
*TAGS:*#Bencana Banjir
<https://mediaindonesia.com/tag/detail/bencana-banjir>#Pemprov DKI
<https://mediaindonesia.com/tag/detail/pemprov-dki>